Membludag, Shalat Ied di Masjid Al-Hikmah Nongong Digelar Tiga Kali

NU CILACAP ONLINE – Meskipun telah dibagi menjadi tiga sesi, jumlah jamaah tetap membludak hingga memenuhi area masjid dan meluber ke jalanan sekitar. Inilah yang terpantau dalam pelaksanaan shalat Ied di Masjid Al Hikmah Nongong, Korea Selatan.

Pagi itu, Sabtu 21 Maret 2026, pelaksanaan sholat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah Nongong berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme yang luar biasa. Sholat dilaksanakan dalam tiga kloter, yakni pada pukul 06.30, 07.30, dan 09.00 waktu setempat.

Meskipun telah dibagi menjadi tiga sesi, jumlah jamaah tetap membludak hingga memenuhi area masjid dan meluber ke jalanan sekitar. Hal ini tidak terlepas dari kondisi wilayah Nongong yang hanya memiliki satu lokasi penyelenggaraan sholat Id, yakni Masjid Al-Hikmah.

Untuk menjaga keteraturan, panitia mengatur pembagian tempat, yaitu lantai satu untuk jamaah laki-laki dan lantai dua untuk jamaah perempuan.

Dalam pelaksanaannya, Mahmud Salim, da’i utusan dari LD-PBNU, bertindak sebagai imam dan khotib pada kloter pertama dan ketiga. Sementara itu, kloter kedua diimami oleh salah seorang jamaah asal Pakistan, mencerminkan keberagaman umat Islam di kawasan tersebut. Baca juga Khutbah Idul Fitri: Kembali Ke Fitrah Sebagai Manusia [File .pdf]

Suasana hangat telah terasa sejak malam takbiran. Para jamaah secara bergantian melantunkan takbir menggunakan pengeras suara di dalam masjid, menghadirkan nuansa syahdu dan penuh kebersamaan. Bangunan masjid yang terdiri dari tiga lantai juga didesain sedemikian rupa sehingga suara tidak terdengar hingga ke luar, sehingga tetap menjaga kenyamanan warga sekitar yang sedang beristirahat. Baca juga Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa : Wangsul Dateng Fithrah

Sejak malam takbiran, para pengurus masjid telah disibukkan dengan berbagai persiapan, termasuk menyiapkan konsumsi bagi seluruh jamaah. Kegiatan ini turut melibatkan partisipasi warga dari berbagai negara, seperti Mesir, Pakistan, India, Bangladesh, Rusia, hingga Uzbekistan, yang bersama-sama berkontribusi dalam semangat kebersamaan.

Setiap jamaah selepas sholat Id mendapatkan satu paket makanan ringan (snack) yang berisi jeruk, kurma, dan susu, serta sebagian dilengkapi dengan buah pisang.

Di sisi lain, suasana dapur masjid juga tampak semarak. Kang Dhirin, Kang Dafid, Kang Abdul Azizi, dan rekan-rekan lainnya bahu-membahu menyiapkan hidangan khas Indonesia berupa lontong, gorengan, dan opor ayam. Setelah setiap kloter selesai melaksanakan sholat, para jamaah bersalam-salaman, mengabadikan momen dengan berfoto bersama, lalu menikmati hidangan tersebut secara berjamaah.

Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi pengobat rindu bagi para perantau, sekaligus menghadirkan nuansa Idul Fitri yang hangat dan penuh kekeluargaan di negeri orang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button