Manfaat Menulis, Berikut Penjelasan Al Quran dan Al Hadis

NU Cilacap Online — Menulis bukan hanya bentuk seni manusia menuangkan pikiran, emosi, maupun imajinasi ke dalam bentuk tulisan yang bernilai dan menawarkan keabadian.

Maha benar Allah SWT dengan firman-Nya yang behitu jelas memerintahkan pada umat manusia untuk menulis atau mencatat. Betapa menulis bermanfaat dunia akherat. Berikut Penjelasan Al Qur’an dan Al Hadis.

Pentingnya Membaca dan Menulis

Dalam QS Al-Qalam [68]: 1-3, artinya:“Nun, Demi pena dan apa (sesuatu) yang dituliskannya, dengan karunia tuhan engkau bukanlah orang gila. dan sesungguhnya engkau mendapat pahala yg besar yang tidak akan ada putus-putusnya. dan sesungguhnya engkaulah orang yang benar-benar berbudi pekerti yang luhur.”

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
نٓ‌ ۚ وَالۡقَلَمِ وَمَا يَسۡطُرُوۡنَۙ
مَاۤ اَنۡتَ بِـنِعۡمَةِ رَبِّكَ بِمَجۡنُوۡنٍ‌ۚ
وَاِنَّ لَڪَ لَاَجۡرًا غَيۡرَ مَمۡنُوۡنٍ‌ۚ
وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيۡمٍ

Ayat Al Qur’an dalam Surat Al-Qalam ini diturunkan setelah firman Allah dalam Surat Al-Alaq (Iqro’), maka pentingnya menulis itu perintah kedua setelah membaca (Iqro’).

Demikian berdasarkan urutan turunnya wahyu (tartib nuzuli) yaitu sesuai kronologi peristiwa kenabian dan bimbingan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap.

Baca juga: Ahmad Tohari, Sosok Sedernana, Karyanya Luar Biasa

Maka jika menilik jejak peradaban, mulai jaman pra-sejarah hingga modern ini kegiatan membaca dan menulis mengapa menjadi penting? Singkatnya, membaca dan menulis adalah landasan peradaban manusia, alat vital untuk kemajuan, bahasa komunikasi, dan pelestarian identitas kolektif umat manusia.

Perekaman Peradaban

Betapa leluhur kita melakukan perekaman peradaban. Peristiwa-peristiwa penting mengenai sejarah, pengetahuan ilmiah, dan lain sebagainya tak luput mereka merekamnya menggunakan media batu, lontar, dan kertas. Bahkan kemajuan teknologi kini menggunanakan literasi digital melalui komputer, jaringan internet, media sosial, hingga portal website.

Maka dengan menulis memungkinkan peradaban terekam dengan baik. Untuk apa? untuk kebaikan dunia akherat. Dengan cara apa? Dengan mendokumentasikan sejarah, hukum, ritual, dan penemuan ilmiah, dan lain sebagainya.

Tanpa adanya tulisan, pengetahuan akan hilang seiring berjalannya waktu, dari generasi ke generasi, untuk hidup dan berkehidupan.

Baca juga: Shalawat Badar, Inilah Teks Dan Sejarahnya

Manfaat Menulis

Setidaknya ada lima manfaat dari kegiatan menulis dalam Islam yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis.

1. Sarana Dakwah.
Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Amr RA, Rasulullah SAW bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

Artinya “Sampaikanlah dariku walau satu ayat!” (HR Al-Bukhari)

Sebagaimana diketahui ada berbagai macam cara untuk berdakwah, salah satunya melalui tulisan. Seperti yang dilakukan oleh para ulama, menulis sebagai cara untuk berdakwah.

Para perawi seperti Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, Imam 4 Madzhab, dan lain-lain, mereka adalah para ulama yang menuliskan hadis Nabi SAW sebagai buku untuk berdakwah.

Dari tulisan mereka hingga saat ini kita dapat pelajari tentang hadis-hadis (catatan) shalih dan ilmu agama lainnya.

2. Menulis dapat meninggikan derajat di akhirat kelak.
Selama tulisan tidak berisi ujaran kebencian tetapi isinya membawa manfaat dan nilai-nilai kebaikan, maka akan membawamu ke surga.

Janji Allah  barang siapa yang menebar kebaikan walaupun kecil akan mendapat pahala, terdapat dalam QS az-Zalzalah: 7,

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ

Artinya: “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat balasannya”. Jadi menulislah yang berisi dan bermanfaat.

3. Memajukan dan melestarikan ilmu pengetahuan.
Tanpa menulis, ilmu pengetahuan tidak akan berkembang.

Apa jadinya jika para ilmuwan dan para ulama tidak menulis atau mencatatkan ilmu mereka? mesti akan hilang dan tidak berkembang.
Dengan menulis, ilmu pengetahuan akan lestari dan berkembang dari zaman ke zaman.
Maka jangan malas untuk menulis. apa saja, yang dilihat dan dirasakan, sehingga pada suatu saat kamu akan bersyukur pada Allah SWT karena telah menuliskannya.

4. Kegiatan menulis adalah obat penyakit lupa.
Karena salah satu sifat manusia adalah pelupa. Rasulullah SAW bersabda:

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”
(Silsilah ash-Shahihah).

Kegiatan menulis tidak mengenal usia.
Para ulama zaman dahulu sangat bersemangat untuk menulis. Tidak ada di antara mereka sakit karena menulis.

Menulis pun bagi orang barat menjadi kegiatan utama mereka, dengan prinsip ‘sribo ergo sum’ yang berarti ‘aku menulis karena itu aku ada’, demikian meminjam asas filsafat filsuf Eropa Robert Scholes.

Bahkan menjelang usia tua ingatan mereka masih tajam karena kegiatan menulis.

Ketahuilah, Allah memberi karunia pada hambanya terdapat dalam surat  Al-Alaq: 1-5. Di mana terdapat kata “Iqra” kemudian “Mengajarkan dengan perantara pena.” Maksudnya adalah bacalah dengan pahami maknanya, jika tidak hapal maka dengan tulisanmu.

Karena daya ingat manusia Terbatas dan sering lupa maka menulis adalah obat yang paling ampuh.

Baca jug: Inilah Daftar Pemenang Sayembara Penulisan Feature Tokoh Alim Ulama dan Kiai Cilacap 2024

5. Menjadi sebaik-baiknya manusia.
Setelah membaca, merasa apa yang dibaca sangat berguna dan memberikan jalan keluar dari kesulitan. Nah, berkat tulisan tersebut kamu menjadi sebaik-baiknya manusia dengan menebar manfaat bagi sesama.

Mengutip sabda Rasulullah SAW yaitu: “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia!” Dengan menulis kita dapat menebarkan kebaikan selama tulisan itu bermanfaat. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button