Khutbah Jumat, Makna dan Mengisi Kemerdekaan

NUCOM —- Kemerdekaan adalah berkat Rahmat Allah SWT yang menurunkan pertolongan-Nya. Sekaligus buah dari perjuangan, darah, air mata, dan pengorbanan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa raga demi tegaknya sang saka Merah Putih.
Maka redaksi kalli ini ketengahkan Khutbah Jumat bertajuk Makna dan Mengisi Kemerdekaan dengan meningkatkan Ketauhidan dan Ketaatan. Menjaga persatuan, serta mengisi kemerdekaan dengan berkarya, beramal saleh.
Makna dan Mengisi Kemerdekaan
KHUTBAH I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ
فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
وَقَالَ اللهُ تَعَالىَ فىِ اْلقُرْاَنِ اْلكَرِيْمِ : اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Mari kita panjatkan syukur yang setinggi-tingginya ke hadirat Allah SWT. Pada hari ini kita masih diberi nikmat hidup di negeri yang merdeka. Nikmat yang besar, nikmat yang tidak semua bangsa di dunia merasakannya.
Ketahuilah, kemerdekaan Indonesia ini bukan hadiah yang jatuh dari langit. Kemerdekaan ini adalah berkat Rahmat Allah SWT yang menurunkan pertolongan-Nya, dan sekaligus buah dari perjuangan, darah, air mata, dan pengorbanan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa raga demi tegaknya sang saka Merah Putih.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu” [QS. Ibrahim: 7]
Maka bagaimana cara kita memaknai kemerdekaan ini?
Pertama, Mensyukuri Kemerdekaan dengan Meningkatkan Ketauhidan dan Ketaatan
Kemerdekaan yang Allah berikan harus kita isi dengan kebebasan untuk beribadah.
Bebas pilih ilmu sesuai minat dan bakat, bebas mengaji, bebas beribadah. Inilah wujud syukur paling hakiki. Merdeka jasmani harus dibarengi merdeka ruhani dalam ketaatan kepada Allah.
Kedua, Menjaga Persatuan sebagai Wujud Syukur atas Perjuangan Kolektif.
Para pendahulu kita merdeka bukan sendiri-sendiri. Ada santri, ulama, abri, petani, pedagang, dari Sabang sampai Merauke, dari berbagai suku dan bahasa, bersatu melawan penjajah.
Maka persaudaraan dan kebersamaan antar anak bangsa hari ini wajib kita rawat. Jangan sampai perbedaan memecah kita. Karena persatuan adalah amanah para syuhada.
Ketiga, Beramal Saleh dan Berkarya Nyata.
Mengisi kemerdekaan bukan dengan hura-hura, tapi dengan kerja. Lewat pendidikan, lewat mencegah kemelaratan, lewat perbuatan yang bermanfaat bagi sesama.
Seorang guru yang mendidik, seorang pedagang yang jujur, seorang petani yang menanam, seorang pemuda yang berkarya — semua itu adalah jihad mengisi kemerdekaan.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Jika nikmat kemerdekaan ini kita syukuri dengan iman, persatuan, dan amal, maka InsyaAllah Allah akan jaga negeri ini. Sebaliknya jika kita kufur nikmat, maka Allah bisa cabut nikmat itu.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang pandai bersyukur. Amiin.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْـدُ للهِ رَبِّ الْعَـالَمِيْـنَ، وَبِـهِ نَسْتَعِيْـنُ عَلَى اُمُـوْرِ الدُّنْـيَا وَالدِّيـنِ. اَشْهَـدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْـنُ، وَاَشْهَـدُ اَنَّ مُحَمَّـدًا عَبْـدُهُ وَرَسُـوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْـدِ اْلاَمِيْـنُ، اَللَّـهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّـدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْـحَابِـهِ اَجْمَعِيْـنَ . اَمَّابَعْـدُ: فَـيَااَيُّـهَا النَّـاسُ اتَّقُـوْا اللهَ حَقَّ تُقَـاتِـهِ وَلاَتَمُـوْتُـنَّ اِلاَّ وَاَنْـتُمْ مُسْـلِمُـوْنَ. اَللَّـهُمَّ اغْـفِرْ لِلْمُسْلِمِيْـنَ وَالْمُسْـلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْـنَ وَالْمُؤْمِنَـاتِ اَلْاَحْياءِ مِنْـهُمْ وَاْلاَمْـوَاتِ،.اللَّهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَارْزُقْ أَهْلَهَا الشُّكْرَ عَلَى نِعَمِكَ، وَوَفِّقْ قَادَتَهَا لِلْعَدْلِ وَالْحَقِّ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَنَا عَلَى الْهُدَى وَالتَّقْوَى. رَبَّنَا أَنْزِلْنَا مُنْزَلاً مُبَارَكاً وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ. رَبَّنَا ٱفۡتَحۡ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَ قَوۡمِنَا بِٱلۡحَقِّ وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡفَٰتِحِينَ، رَبَّـنَا اَتِـنَا فِى الدُّنْـيَا حَسَنَـةً وَفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَـةً وَقِنَاعَـذَابَ الـنَّارِ. وَالْحَمْـدُ للهِ رَبِّ الْعَـالَمِيْـنَ
Baca juga: Khutbah Jumat Bahasa Sunda, Syukur Nikmat Kamerdekaan





