Khutbah Jumat: Berkahnya Anak Shalih

NU Cilacap Online – Mudah saja bagi Allah untuk memberikan karunia berupa derajat, yang tinggi kepada para orang tua, karena Allah akan menghargai setiap jerih payah orangtua yang memampukan anak-anaknya mengenal Allah, mengenal perintah Allah dan menggerakkan hatinya untuk bertaqwa kepada Allah serta senantiasa memohon ampunan kepada Allah untuk para orang tuanya.
Khutbah Jumat pekan ini mengangkat judul: “Berkahnya Anak Shalih”. Naskah khutbah ini ditulis oleh KH Kuswanto, S.Ag., MM. Ketua LD PCNU Kabupaten Jepara.
Download Khutbah Bahasa Indonesia
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ المحمودِ عَلَى كُلِّ حَالٍ الموصوفِ بِصِفَاتِ الْكَمَالِ وَالْجَلَالِ , لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُوْلَى وَالآخِرَةِ وَإِلَيْهِ الرَجْعَى وَالمَآلِ, وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهٌ وَحَدْهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الكَبِيْرُ المُتَعَالُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى الصَحْبِ وَالآلِ .أَمَّا بَعْدُ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ سُبْحَانَهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَيَرَاهُ
Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah,
Marilah kita bersama-sama meningkatkan taqwa kepada Allah SWT yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.
Ketahuilah bahwa Allah mempersiapkan kegembiraan yang besar bagi orangtua yang biasa-biasa saja, bahkan mungkin ibadahnya juga biasa-biasa saja, tetapi bisa saja dia memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah kelak di dalam syurga. Tentu saja para orang tua kaget dengan karunia-karunia Allah yang sangat besar di dalam syurga. Karunia ini dikarenakan doa dan perilaku baik anak-anaknya. Rasulullah saw, bersabda :
إِنَّ اللَّهَ، عَزَّ وَجَلَّ، لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِى الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ أَنَّى لِى هَذِهِ؟ فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ. (رواه الطبرانى)
Artinya: “Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla benar-benar akan meninggikan derajat untuk hamba yang shalih di dalam surga, maka mereka bertanya,”Wahai Tuhan, apakah ini semua untukku ?, Maka Allah menjawab,” (ya) karena permohonan ampunan anak-anakmu kepadamu.” (HR. Thabarani).
Mudah saja bagi Allah untuk memberikan karunia berupa derajat, yang tinggi kepada para orang tua, karena Allah akan menghargai setiap jerih payah orangtua yang memampukan anak-anaknya mengenal Allah, mengenal perintah Allah dan menggerakkan hatinya untuk bertaqwa kepada Allah serta senantiasa memohon ampunan kepada Allah untuk para orang tuanya.
Hal tersebut bisa dimengerti karena sesungguhnya peninggalan yang terbaik bagi setiap orang ketika mati adalah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih. Ketiga hal inilah yang sangat mungkin akan mengalirkan pahala. Nabi bersabda,
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه مُسْلِمٌ)
Artinya:“Jika manusia mati, maka terputuslah (pahala) amalnya, kecuali yang bersumber dari tiga hal, yaitu shadaqa hjariyah, ‘ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya” (HR. Muslim).
Yang demikian ini tidak terlepas dari kewajiban orang tua untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ٦
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S. At-Tahrim Ayat: 6).
Tuhanpun telah mengajarkan kepada setiap anak-anak suatu permohonan untuk orang tuanya antara lain Adalah:
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ ٢٤
Artinya: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Q.S. Al-isra’ Ayat: 24).
Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah
Termasuk kebaikan anak kepada orang tuanya adalah berterima kasih kepada mereka. Tentu saja wujud berterimakasih kepada mereka adalah dengan senantiasa membuat mereka senang, menaati perintah-perintahnya serta berbuat kebajikan menurut ketentuan syari’atNya. Allah berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ ١٤
Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbua tbaik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S. Luqman Ayat14).
Agar anak-anak kita mau memohonkan ampunan bagi orang tuanya tentu orang tua harus memberikan pengertian yang cukup kepada anak-anaknya bahwa kebutuhan yang sangat penting bagi setiap orang tua adalah doa’ dan kebaikan anak-anak yang bisa menjadi bahan pertimbangan Allah untuk memberikan kebaikan kepada para orang tua setelah wafat.
Tentu saja hal ini bisa dimengerti bahwa kebaikan yang dilakukan anak-anaknya merupakan buah dari kebaikan orangtuanya, sehingga pantas orang tua menerima ganjaran dari Allah SWT.
Kita mungkin tidak bisa mengirim ganjaran kepada mereka,. Hal ini bisa dimengerti karena manusia tidak memiliki apa-apa, yang memiliki ganjaran atau pahala dan ampunan adalah Allah SWT. Tetapi karena kebaikan-kebaikan dan doa anak-anaknya itulah, Allah memberikan ganjaran kepada para orang tua. Dan dikarenakan permohonan ampunan anak untuk orangtuanya, Allah berkuasa memberikan ampunan kepada para orangtua, sehingga dosa-dosanya diampuni dan ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya, yaitu syurga.
Hal tersebut mudah bagi Allah , karena Allah akan menghargai setiap jerih payah orang tua yang mendidik anak-anaknya untuk mengenal Allah, mengenal perintah-perintah Allah dan menggerakkan hatinya untuk bertaqwa kepada Allah serta memohonkan ampunan kepada Allah untuk para orang tuanya.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Download Khutbah Jumat bahasa Jawa
Editor bahasa: Khayaturrohman





