Ahmad Luthfi Lepas 325 Bus Mudik Gratis Menuju Jawa Tengah

NUCOM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kesiapan penuh armada, pengemudi, dan kru dalam program Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026. Sebanyak 325unit bus dengan kapasitas total 16.186 penumpang resmi diberangkatkan pada Senin (16/3/2026) dari area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi dan Masjid At-Tin, kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, menuju 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk Cilacap.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, didampingi jajaran direksi Bank Jateng, manajemen JETBUS, serta perwakilan operator bus pariwisata, melepas ribuan pemudik dengan suasana khidmat dan penuh kebahagiaan.

Tak hanya dari Jakarta, program ini juga memberangkatkan 23 unit bus berkapasitas 1.133 penumpang dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung, serta tiga rangkaian kereta api dari Stasiun Pasar Senen dengan total 1.288 kursi menggunakan layanan KA Jaka Tingkir dan KA Tawang Jaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Risturino, menegaskan bahwa seluruh armada dan awak bus telah melalui serangkaian pemeriksaan ketat jauh hari sebelum pemberangkatan. Hal ini sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik.

“Pengemudi, kru bus, sampai armada telah siap dipakai untuk Mudik Gratis nanti. Kami pastikan semuanya dalam kondisi prima,” ujar Risturino, Sabtu (14/3/2026).

NU Care Lazisnu Cilacap: Sinergi Lokal untuk Sambut Pemudik

Sejalan dengan program Gubernur, NU Care Lazisnu Cilacap bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap turut bersinergi menyambut kedatangan ribuan pemudik yang akan tiba di Bumi Wijayakusuma.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada NU CARE-LAZISNU Cilacap yang telah ikhtiar menjadi bagian dari kesuksesan mudik gratis tahun ini. Ini membuktikan bahwa semangat kepedulian sosial tidak hanya milik pemerintah, tetapi juga dimiliki kuat oleh organisasi keagamaan seperti NU. Sinergi ini adalah contoh nyata gotong royong ala Jawa Tengah,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi di sela-sela acara pelepasan.

Koordinator NU Care Lazisnu Cilacap menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah.

“Kami di Cilacap telah berkoordinasi dengan Dishub dan berbagai pihak untuk menyambut para pemudik. Selain program mudik gratis yang kami fasilitasi, kami juga siapkan posko kesehatan dan tempat istirahat sementara bagi pemudik yang kelelahan. Ini adalah panggilan kemanusiaan di bulan suci Ramadan,” jelas Farahdibya.

Apresiasi Peserta: “Mudik Gampang, Balik Tenang”

Salah satu pemudik tujuan Cilacap, Maya Amalia Riski, warga Kesugihan yang bekerja di Jakarta selama 15 tahun, mengaku sangat bersyukur dengan program ini.

“Tahun ini saya tidak mendapatkan tiket kereta. Mudik gratis ini sangat membantu kami para perantau. Tidak hanya dari sisi ekonomi, secara kenyamanan dan keamanan juga sangat kami nikmati,” tuturnya haru.

Maya yang sehari bekerja sebagai penjual cake, kue basah, dan bouqet mudik bersama 3 orang keluarganya.

Risturino menambahkan, program Mudik Gratis ini merupakan bentuk kepedulian Pemprov Jateng kepada masyarakat perantau, terutama yang bekerja di sektor informal di wilayah Jabodetabek.

“Program ini membantu warga Jawa Tengah yang merantau, agar bisa pulang kampung dengan transportasi yang pasti, gratis, aman, dan nyaman. Sebagian besar peserta adalah pekerja sektor nonformal. Dengan adanya program ini, penghasilan yang mereka peroleh bisa dibawa pulang ke kampung halaman secara utuh,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button