Tradisi Mapag, Menyambut Bulan Suci Ramadhan

NU Cilacap Online — Tradisi Mapag atau menyambut Ramadhan merupakan lakulampah serta kearifan Islam pada masyarakat Sunda maupun Jawa dalam menyongsong bulan suci Ramadhan dengan persiapan spiritual maupun sosial.
Kegiatan ini meliputi silaturahmi (munggahan), ziarah makam leluhur (nyadran), berbagi sembako, serta saling bermaafan untuk menyucikan hati sebelum ibadah puasa.
Sebagai kearifan lokal suatu masyarakat tradisi ini dalam rangka memperkuat tali persaudaraan antar sesama manusia, taat kepada leluhur maupun pendahulunya, serta mendekatkan diri kepada Tuhan.
Berikut ini beberapa tradisi masyarakat muslim yang untuk dipersiapkan sebelum ibadah saum.
Pertama, Punggahan maupun Munggahan yakni tradisi berkumpul bersama keluarga besar maipun tetangga dengan acara makan bersama dan bersilaturahmi.
Kedua, Nyadran atau Ziarah yakni tradisi nyekar dengan mengunjungi makam orang tua atau leluhur untuk mendoakannya.
Ketiga. Tradisi Santunan dengan memberikan sedekah sebagai bantuan berupa uang maupun sembako kepada fakir miskin, anak yatim dan dhuafa.
Keempat, Tradisi saling maaf memaafkan, atau Silih Hapunteun dengan mengucapkan Saling memaafkan baik lahir dan batin agar puasa lebih khusyuk.
Tradisi Mapag Ramadhan sebagai lakulampah umat Islam dalam menyongsing bulan suci Ramadhan ini bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan, rasa syukur, dan mempererat silaturahmi antar sesama.
Berikut adalah beberapa pilihan ucapan selamat menyambut Ramadhan dalam bahasa Sunda dan Indonesia untuk berbagai situasi:
1. Ucapan Formal yang Santun (Halus) ini cocok untuk orang tua, guru, atau atasan.
“Wilujeng sumping sasih Ramadhan. Mugia saum sareng ibadah urang sadayana dipaparin kalancaran sareng kabarkahan ku Allah SWT.”
(Selamat datang bulan Ramadhan 1447 H. Semoga puasa dan ibadah kita semua diberikan kelancaran dan keberkahan oleh Allah SWT.)
“Hapunten samudaya kalepatan, raga sareng jiwa. Wilujeng ngalaksanakeun ibadah saum, mugia urang tiasa ngaronjatkeun kaimanan dina sasih anu mulya ieu.”
(Mohon maaf atas segala kesalahan, lahir dan batin. Selamat melaksanakan ibadah puasa, semoga kita bisa meningkatkan keimanan di bulan yang mulia ini.)
2. Ucapan Singkat untuk Teman atau Status Media Sosial.
“Marhaban ya Ramadhan! Wilujeng puasa, mugia ibadah urang ditampi ku Gusti Allah.”
(Marhaban ya Ramadhan! Selamat puasa, semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT.)
“Mugia sumanget Ramadhan maparin caang ka jiwa urang salamina. Wilujeng saum!”
(Semoga semangat Ramadhan memberikan cahaya ke jiwa kita selamanya. Selamat berpuasa!)
3. Ucapan Penuh Doa dan Harapan
“Romadon parantos sumping, mugia dipasihan kasabaran sareng kakuatan dina ngalampahan ibadahna.”
(Ramadhan telah tiba, semoga diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menjalankan ibadahnya.)
“Nyucikeun panyakit ati, ngikhlaskeun manah. Wilujeng mapag sasih saum Ramadhan.”
(Mensucikan penyakit hati, mengikhlaskan perasaan. Selamat menyambut bulan puasa Ramadhan.)
“Wilujeng mapag sasih shaum, mugia dipaparin kalancaran.”
(Selamat menyambut bulan puasa, semoga diberi kelancaran)
“Marhaban ya Ramadhan, hapunten lahir tumekaning batin.”
(Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin).
“Wilujeng sumping puasa Ramadhan.”
(Selamat datang puasa Ramadhan)
Berikut adalah beberapa ide ucapan menyambut Ramadhan dalam bahasa Jawa yang singkat dan penuh makna:
“Sugeng rawuh wulan Ramadhan. Mugi-mugi sedaya amal ibadah kita dipun tampi dening Gusti Allah SWT.”
(Selamat datang bulan Ramadhan. Semoga semua amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.)
“Ngaturaken sugeng nindakaken ibadah siyam. Nyuwun pangapunten lair lan batin saking sedaya kalepatan.”
(Mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. Mohon maaf lahir dan batin dari semua kesalahan.)
“Marhaban ya Ramadhan. Monggo dipun jagi manah lan lathi, supados saum kita angsal berkah saking Gusti.”
(Marhaban ya Ramadhan. Mari dijaga hati dan lisan, supaya puasa kita mendapat berkah dari Tuhan.) (IHA)





