Merawat Jejak Ulama, Ansor Karangpucung Ziarah Masyayikh

NU CILACAP ONLINE – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Karangpucung bersama PAC Fatayat NU Karangpucung turut menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kecamatan Karangpucung melalui kegiatan Ziarah Masyayikh NU, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Kecamatan Karangpucung ini diikuti sekitar 25 anggota Ansor dan Fatayat NU. Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional sekaligus bentuk penghormatan kepada para masyayikh dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang telah meletakkan fondasi perjuangan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta menziarahi makam para masyayikh dan tokoh NU di sejumlah desa, meliputi Desa Karangpucung, Sindangbarang, Tayem Timur, Tayem, dan Babakan.
Di Desa Karangpucung, ziarah dilakukan ke makam Mbah Prayedana, Mbah Demang, dan Mbah Saingkem. Sementara itu, tokoh NU yang turut dikenang di wilayah tersebut meliputi H. Syamsuri, Surip/Solihin bin Mohammad Chozin, H. Muhdir, dan Bapak Murtono.
Di Desa Sindangbarang, peserta menziarahi sejumlah masyayikh yang dikenal dalam tradisi setempat, yakni Eyang Candra Menggala/Camenggala, Eyang Hasanurya, dan Eyang Muhammad Yasa. Adapun tokoh NU yang dikenang di desa ini antara lain Eyang H. Sambudi, Eyang H. Masrur, Bapak Abdul Majid, Bapak Sumadi, Bapak Carta, Bapak Somidin, Bapak Sahudin, Bapak Jamali, Bapak Abdul Baedi, dan Bapak Masruri.
Perjalanan ziarah berlanjut ke Desa Tayem Timur dengan mengunjungi makam KH. M. Safaat, H. Mansur, KH. Hasan Mu’min, H. Dimyati Abdullah Muhyi, dan KH. Ibrahim.
Di Desa Tayem, peserta mengenang Mbah Muhammad Wasim Bakri bin Sanurkim. Sementara di Desa Babakan, ziarah ditujukan kepada sejumlah tokoh dan masyayikh, di antaranya Mbah KH. Adam Pasir Geulis, Kyai E. Kandi Astana Geude, KH. Mamun Rohmat Hidayat Astana Geude, Eyang H. Nur Pasir Geulis, Eyang Tohid Pasir Geulis, KH. Abdul Rohman CDS MLG, Eyang H. Roup Norogtog, dan Eyang Komari Astana Geude.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Karangpucung, apt. Windu Rujianto, S.Farm., menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekadar rutinitas mengunjungi tempat peristirahatan terakhir, melainkan momentum untuk merefleksikan kebersamaan, penghormatan, dan bakti kepada para pendahulu.
“Ziarah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan para masyayikh dan ulama tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu. Nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan pengabdian mereka harus terus kita rawat dan lanjutkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, melalui kegiatan bersama ini, Ansor dan Fatayat NU diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan serta menumbuhkan semangat khidmah dalam meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama.
Dalam balutan seragam hijau yang melambangkan kesatuan dan kedamaian, para kader menyusuri jejak para pendahulu dengan doa dan penghormatan. Kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa hubungan antargenerasi tidak terputus oleh waktu, sebab jasa dan keteladanan para ulama senantiasa hidup dalam ingatan serta diamalkan melalui perjuangan generasi penerus.
Merawat ingatan, menguatkan persaudaraan. Di antara makam para masyayikh, dedaunan yang gugur, dan hangatnya matahari Karangpucung, ziarah menjadi ruang untuk menundukkan hati, mengenang jasa para pendahulu, sekaligus meneguhkan kembali komitmen untuk melanjutkan perjuangan melalui khidmah kepada agama, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama.
Melalui kegiatan ini, PAC GP Ansor dan PAC Fatayat NU Karangpucung berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat akar sejarah, menjaga warisan perjuangan ulama, dan menumbuhkan semangat pengabdian bagi generasi santri masa kini.