KH Muslihun Azhari: Kenapa Dinamakan Ramadhan Bulan Penuh Berkah?

NU CILACAP ONLINE – Kapan lagi seorang hamba yang beriman kepada Allah diberi waktu satu bulan penuh untuk fokus mendekatkan diri kepada-Nya? Inilah rahasia kenapa Ramadhan disebut-sebut sebagai bulan penuh berkah.
Kita sering mendengar bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Lalu apa itu berkah? Para ulama mengartikan berkah sebagai ziyaadatun ni’mah bertambahnya kebaikan dan nikmat.
Maka ketika disebut Ramadhan penuh berkah, artinya pada bulan ini Allah melipatgandakan kebaikan, membuka pintu rahmat, dan memperluas ampunan-Nya.
Karena itu, setiap Muslim harus mampu mengisi bulan suci ini dengan amaliah-amaliah yang penuh kebaikan. Inilah kesempatan emas.
Kapan lagi seorang hamba yang beriman kepada Allah diberi waktu satu bulan penuh untuk fokus mendekatkan diri kepada-Nya? Satu bulan untuk menyadari bahwa kita sangat butuh kepada Allah SWT.
Namun, menghidupkan hati bukanlah perkara mudah. Tidak cukup hanya dengan kepintaran atau kecerdasan intelektual untuk menjadi orang baik. Ada sebuah maqalah yang berbunyi:
“Al-qalbul marîdh lâ yaltadzdzu bil-‘ibâdah”
Hati yang sakit tidak akan pernah merasakan nikmatnya dzikir dan ibadah.
Maka hanya hati yang hiduplah yang mampu dan mau mengisi Ramadhan dengan amaliah yang penuh keberkahan. Baca juga KH Muslihun Azhari: Kerja Shift Malam Bagaimana Shalat Tarawih?
Bagaimana tidak berkah? Amal sunnah yang dilakukan di bulan Ramadhan pahalanya seperti amal wajib di luar Ramadhan. Sedangkan amal wajib yang dilakukan di bulan Ramadhan dilipatgandakan hingga berkali-kali lipat dibandingkan bulan lainnya.
Kapan lagi bonus keberkahan luar biasa ini Allah berikan, kalau bukan di bulan yang penuh kebaikan ini? Bulan ketika maghfirah Allah dibuka seluas-luasnya. Bulan ketika amal demi amal dicatat dengan nilai istimewa. Sebagaimana dalam hadits qudsi:
“Setiap amal anak Adam kembali kepadanya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
Betapa istimewanya puasa di sisi Allah
Karena itu penting bagi kita menghidupkan hati di bulan Ramadhan, agar ada perbedaan antara Ramadhan dan bulan-bulan lainnya. Jika tidak ada perbedaan, berarti tidak ada peningkatan nilai kebaikan dalam diri kita.
Idealnya pasti ada perubahan, ada peningkatan, walaupun hanya nol koma sekian derajat. Yang penting ada perbedaan. Ada peningkatan ibadah, peningkatan akhlak, peningkatan kepedulian.
Kalau sebelum Ramadhan masih keras hati, di bulan Ramadhan tetap saja keras hati, berarti tidak ada nilai tambah kebaikan.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:
“Yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâm… la’allakum tattaqûn.”
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa… agar kamu bertakwa.”
Puasa itu diperintahkan kepada orang-orang beriman. Maka orang yang tidak beriman tentu tidak peduli dengan puasa.
Kalau sudah masuk Ramadhan tidak puasa, yang sunnah ditinggalkan, yang wajib pun tidak dikerjakan, lalu di mana nilai kebaikan sebagai seorang hamba yang hidupnya hanya sebentar di dunia? Padahal setelah ini ada alam panjang, alam kekal, yaitu akhirat.
Kumpulan bekal abadi
Ramadhan adalah kesempatan mengumpulkan bekal untuk kehidupan abadi.
Maka mari selama bulan Ramadhan kita perbanyak dzikir, memperbaiki puasa, bersedekah, bertadarus Al-Qur’an, berbakti kepada orang tua (birrul walidain), memperhatikan keluarga, menumbuhkan kasih sayang kepada istri, suami, dan seluruh anggota keluarga.
Perkuat kepedulian sosial. Perbaiki hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal kepada sesama manusia.
Dengan itu kita yakin, Ramadhan adalah bulan rahmat, bulan ampunan, dan bulan pembebasan dari api neraka (‘itqun minan nâr).
Jika Ramadhan berhasil membentuk kita menjadi pribadi yang bertakwa, maka kita akan meraih kebahagiaan:
Fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.
Semoga kita termasuk hamba yang mampu meraih keberkahan Ramadhan. Aamin.
Penulis: Naeli Rokhmah
Disarikan dari Tausiyah KH Muslihun Azhari yang berjudul “Ramadhan Bulan Penuh Berkah. Apa Maksudnya?





