Serukan Islah, ini Sikap Rais Syuriyah PCNU Cilacap Terkait Dinamika PBNU

NU CILACAP ONLINE – Terkait dinamika yang tengah terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH Su’ada Adzkiya menyatakan pernyataan sikapnya. Di antara seruan islah untuk PBNU.

Pernyataan sikap Rais PCNU Cilacap disampaikan melalui video pendek berdurasi 1 menit 49 detik yang disebarkan via WhatsApp dan menyebar cepat ke berbagai WA Grup.

Didampingi Katib Syuriyah PCNU Cilacap kiai Abdal Malik, KH Su’ada Adzkiya menyampaikan pernyataan  ditujukan kepada seluruh jajaran NU di tingkat cabang, lembaga, badan otonom, MWCNU, serta ranting dan anak ranting NU se-Kabupaten Cilacap.

Dalam rilis resmi tersebut, PCNU Cilacap menegaskan tiga poin utama:

1. Seruan Islah untuk PBNU

PCNU Cilacap menyerukan kepada PBNU untuk melakukan ishlah, sesuai dhawuh masyayikh NU di Ploso dan Tebuireng, serta arahan Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah. Upaya islah dinilai penting demi menjaga kemaslahatan jamaah dan jam’iyah serta mengembalikan suasana kondusif di internal organisasi.

2. Penegasan Mandataris Muktamar 34 NU

PCNU Cilacap menegaskan kembali keputusan Muktamar ke-34 NU di Lampung pada Desember 2021 yang menetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum. Ketetapan tersebut dinilai sebagai keputusan sah yang harus dihormati dan dijalankan. Baca juga Keteladanan Kader NU dalam Dinamika Masyarakat 

3. Ajakan untuk Istighatsah dan Mengikuti Dhawuh Masyayikh

PCNU Cilacap mengajak seluruh PCNU dan PCINU di dalam maupun luar negeri untuk nderek dhawuh masyayikh NU serta memperbanyak istighâtsah memohon kepada Allah SWT.

Harapannya, NU semakin kuat, jaya, dan terus memberikan kemaslahatan bagi umat, berkontribusi bagi kemajuan bangsa, serta menjadi rahmat bagi semesta. Baca juga Visi Misi Rais Aam PBNU KH Maruf Amin

KH Su’ada menegaskan bahwa pernyataan ini dikeluarkan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap keberlangsungan organisasi agar tetap berjalan sesuai khittah dan prinsip-prinsip dasar Nahdlatul Ulama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button