Praktik Perawatan Jenazah oleh Perempuan LDII Isi HSN 2026

NU CILACAP ONLINE – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum bagi Perempuan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pimpinan Cabang (PC) Kecamatan Karangpucung untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat keterampilan sosial masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Praktik Cara Perawatan Jenazah yang berlangsung di Masjid Baitul Na’im, Desa Sindangbarang, Kecamatan Karangpucung, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan pukul 13.00–16.00 WIB tersebut diikuti peserta yang mendapatkan pembekalan materi sekaligus praktik langsung mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Materi meliputi tahapan persiapan, memandikan, hingga mengkafani jenazah dengan benar.
Sam’ah Azizah, salah satu tokoh perempuan LDII Kecamatan Karangpucung yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya penguasaan ilmu perawatan jenazah sebagai bagian dari pemahaman agama yang perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Perawatan jenazah bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi juga bagian dari kewajiban umat Islam dan bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Karena itu, perempuan perlu memahami tata caranya dengan baik agar dapat ikut berperan ketika keluarga atau masyarakat membutuhkan bantuan,” ungkap Sam’ah Azizah.
Menurutnya, pembekalan semacam ini penting agar pengetahuan agama tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat diamalkan melalui tindakan nyata. “Dengan pemahaman yang memadai, peserta diharapkan memiliki keberanian dan kesiapan untuk berkontribusi dalam penyelenggaraan perawatan jenazah di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” sambung Sam’ah. Baca juga MT As-Sa’adah Salurkan Bantuan Modal dan Edukas
Praktik perawatan jenazah juga menjadi sarana pembelajaran untuk menumbuhkan kepekaan sosial, tanggung jawab, serta semangat melayani sesama. Pengurusan jenazah yang dilaksanakan sesuai tuntunan syariat merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada seseorang yang telah meninggal dunia sekaligus wujud pengamalan nilai-nilai keislaman.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai tahapan perawatan jenazah, tetapi juga memahami nilai ibadah dan tanggung jawab sosial yang menyertainya. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal praktis yang bermanfaat ketika dibutuhkan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Penyelenggaraan kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk partisipasi Perempuan LDII PC Karangpucung dalam memaknai Hari Santri Nasional 2026. “Peringatan ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menghadirkan kegiatan edukatif yang memperkuat pemahaman agama dan mendorong pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” tandas Sam’ah.