Muslimat NU Karangpucung Gelar Festival Lomba Santri Cilik

NU CILACAP ONLINE – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Karangpucung sukses menyelenggarakan acara Festival Lomba Santri Cilik tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Karangpucung. Bertempat di Masjid Besar Baitul Mu’minin Karangpucung pada Selasa, (20/10).

Kegiatan yang dilangsungkan secara meriah ini diikuti oleh puluhan lembaga pendidikan, yang terdiri dari 13 Taman Kanak-Kanak (TK), 19 Raudhatul Athfal (RA), dan 26 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Turut hadir Camat Karangpucun, Ketua MUI Kecamatan Karangpucung, pengawas, penilik PAUD, serta berbagai organisasi wanita seperti ‘Aisyiyah dan Perempuan LDII.

Festival ini mengusung tema “Bersama Al-Qur’an Kita Beriman, Bersama Sholawat Kita Selamat, Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Terdapat dua cabang perlombaan yang dilombakan, yakni lomba tahfidz dan lomba sholawat (Sholawat Bushro).

Menurut Ketua PAC Muslimat NU Karangpucung Hj. Mu’awanah, ini adalah ajang untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 tahun 2026 melalui kegiatan yang positif dan edukatif.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat ukhuwah antar lembaga, menggali potensi anak usia dini yang berkarakter Islami, serta melatih kemandirian dan kepercayaan diri anak untuk tampil di depan umum. “Tujuannya yaitu menggali potensi anak usia dini yang berkarakter Islami, berakhlak mulia, cinta Al-Qur’an, dan cinta Rasulullah Muhammad SAW, terus mengembangkan bakat, minat, dan kreativitas anak, dan melatih kemandirian serta kepercayaan diri anak untuk tampil di depan umum,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hj Muawanah mengumumkan bahwa penyerahan hadiah bagi para juara lomba mulai dari peringkat 1 hingga 6 nantinya akan dilangsungkan secara resmi pada Upacara Peringatan Hari Santri Nasional yang bertempat di Lapangan Desa Surusunda pada hari Kamis, 22 Oktober 2026.

Sementara itu, Ketua Panitia HSN Tingkat Kecamatan Karangpucung, H Atep Jamaludin  dalam sambutannya  menyampaikan rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional ke-10 Tahun 2026 tingkat Kecamatan Karangpucung terus bergulir semarak.

“Memasuki pertengahan bulan Oktober, kegiatan yang telah berjalan sekitar 15 hingga 16 agenda ini menjadi wadah kebersamaan dan kegembiraan bagi berbagai elemen masyarakat, mulai dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga LDII,” ujar Atep.

Pada kesempatan itu H Atep menyampaikan sebuah pesan penting agar para generasi muda tidak pernah merasa kecil hati atau minder dalam menempuh pendidikan kepesantrenan. Santri dibekali potensi besar untuk mengambil peran penting di berbagai lini kehidupan bermasyarakat dan bernegara

​”Silakan belajar secara sungguh-sungguh, secara tekun, secara tulus. Jangan minder menjadi santri! Sebab santri bisa menjadi apa saja, salah satunya yang ada di depan kita. Menjadi santri bisa menjadi camat. Santri juga bisa menjadi kapolsek. Santri juga bisa menjadi Danramil 15 Karangpucung. Jadi saya berpesan tidak boleh minder menjadi santri!,” tegasnya

H Atep menekankan bahwa santri tidak hanya mampu menduduki jabatan strategis di tingkat lokal, tetapi juga berpotensi memimpin di tingkat nasional seperti presiden maupun wakil presiden. Melalui momentum Hari Santri Nasional ini, diharapkan semangat kebersamaan dan motivasi belajar para santri di Kecamatan Karangpucung terus terjaga demi melahirkan kader-kader bangsa yang tangguh dan berakhlak mulia.

Apresiasi Camat Karangpucung

Apresiasi datang dari Camat Karangpucung, Syihabur Ridlo Eka Suryawan.  Kepada seluruh panitia serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut. Syihabur Ridlo menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang istimewa karena bertepatan dengan semangat perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia melalui Resolusi Jihad 22 Oktober 1945

Syihabur Ridlo berpesan kepada anak-anak peserta lomba agar meneladani semangat perjuangan para pendahulu. Jika dahulu para santri berjuang mengangkat senjata melawan penjajah, maka tugas generasi muda saat ini adalah berjuang melawan kebodohan dan kemiskinan melalui jalur pendidikan

“Jika dahulu para santri berjuang untuk mengangkat senjata melawan penjajah, maka di kesempatan ini, khususnya untuk anak-anak semua, tugasnya adalah berjuang melawan kebodohan, berjuang melawan kemiskinan. Melalui apa? Melalui belajar dengan sungguh-sungguh, patuh kepada orang tua, patuh kepada Ibu dan Bapak guru semua, ya,” pesannya

Melalui festival ini, pihak kecamatan berharap dapat menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an, mental berkompetisi, serta rasa percaya diri sejak usia dini guna membangun fondasi karakter bangsa. Pemerintah kecamatan juga menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar mencari siapa yang keluar sebagai juara, melainkan membentuk generasi emas Karangpucung yang religius, cerdas, berakhlakul karimah, serta siap menghadapi tantangan zaman

​”Kita tidak sedang mencari siapa yang juara saja, tetapi kita sedang membentuk generasi emas khususnya di Karangpucung, generasi yang religius, generasi yang cerdas, generasi yang berahlakul karimah, dan siap untuk menghadapi tantangan zaman di masa yang akan datang,” tandasnya.

Kontributor: Nesy Faska Maulidia
Editor: Naeli Rokhmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button