Keteladanan Kader NU dalam Dinamika Sosial Masyarakat

NU CILACAP ONLINE – Di tengah dinamika sosial dan keagamaan masyarakat pedesaan, keberadaan tokoh yang mampu merangkul dua peran penting dalam struktur ke-NU-an sekaligus kemasyarakata menjadi aset yang tak ternilai.

Salah satu figur tersebut adalah Budi Ariwibowo, S.Pd.I, yang aktif sebagai Wakil Sekretaris Lembaga Ta’lif wa Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) perwakilam Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cimanggu.

Budi juga pendidik di MIS Ma’arif Cilempuyang, sekaligus menjabat sebagai Ketua RT 003 RW 05 Desa Cilempuyang.

Pada Senin, 28 Juli 2025, bertempat di Serambi Mushola Al-Istiqomah, Dusun Salakputih, digelar rapat koordinasi RT dalam rangka persiapan menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80.

Agenda yang dibahas meliputi peningkatan partisipasi warga dalam program koin prelek, kerja bakti lingkungan atau kerigan, pemasangan patok dan umbul-umbul, hingga pembentukan panitia kepemudaan untuk memeriahkan perlombaan 17-an dan malam puncak 17 Agustus. Baca juga Tanggung Jawab Warga NU Menyongsong Abad Kedua

Dalam sambutannya, Budi menekankan pentingnya sinergi dan gotong royong sebagai bentuk khidmat kepada umat dan warga.

“Kami mengapresiasi segala bentuk partisipasi warga. Ini bukan hanya bentuk pengabdian kepada masyarakat, tapi juga khidmat kita sebagai kader NU untuk umat. NU membentuk saya untuk mencintai umat, dan menjadi pengurus RT adalah amanah untuk mencintai warga,” ungkapnya. Baca juga Pengurus Ranting NU di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah

Rapat ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh NU setempat yang juga aktif dalam struktur RT, di antaranya:

Bisri Mustofa, Wakil Sekretaris LP Ma’arif PCNU Cilacap, Kepala MTs Ma’arif NU Cimanggu, dan Sekretaris RT 003 RW 05;

Mohammad Izuddin, S.Pd.I, Ketua Tanfidziyah PRNU Cilempuyang sekaligus Wakil Sekretaris RT;

Ahmad Nurdin, S.Pd.I, Wakil Sekretaris PRNU Cilempuyang dan Wakil Bendahara RT.

Kehadiran mereka memperlihatkan bagaimana kader-kader NU mampu menjembatani urusan keumatan dan kemasyarakatan secara bersamaan. Kolaborasi harmonis antara struktur NU di tingkat ranting dengan struktur RT di lingkungan Dusun Salakputih mencerminkan nilai-nilai Aswaja—Tawazun, Tasamuh, dan Tawasuth yang hidup dan diterapkan dalam keseharian masyarakat.

Keterlibatan aktif tokoh NU dalam kegiatan lingkungan ini menjadi contoh nyata bahwa mengabdi kepada masyarakat adalah bentuk dakwah bil hal, memperkuat ukhuwah islamiyah dan wathaniyah sekaligus membangun kemandirian sosial berbasis nilai-nilai keislaman yang moderat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button