Khutbah Idul Fitri 1447 H: Menjaga Amal, Jauhi Permusuhan, Raih Kemenangan

NU Cilacap Online – Pada hari yang Istimewa ini, di momentum Idul Fitri, kita berharap memperoleh kemenangan, dosa-dosa kita diampunkan, diselamatkan dari ancaman api neraka, kemudian dipersilahkan untuk kelak masuk ke dalam surga, dipanggil oleh Allah SWT.

Khutbah Idul Fitri tahun 2026 Masehi atau tahun 1447 Hijriyah mengangkat judul : “Menjaga Amal, Jauhi Permusuhan, Raih Kemenangan”. Naskah khutbah Idul Fitri di tulis oleh : Kiai Mohammad Luthfil Anshori, Lc., M.Ud Sekretaris Lembaga Dakwah PWNU Jawa Tengah.

Download Khutbah Idul Fitri 1447 H Bahasa Jawa

Khutbah Pertama:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ،

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ،

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وبِعَفْوِهِ تُغْفَرُ الذُّنُوبُ والسَّيئَاتُ، وبِكَرَمِهِ تُقْبَلُ العَطَايَا والقُرُبَاتُ، وبِلُطْفِهِ تُسْتَرُ العُيُوْبُ والزَّلَّات، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَضْحَكَ وأَبْكَى، وأَمَاتَ وأَحْيَا، ومَنَعَ وأَعْطَى، وأَرْشَدَ وهَدَى؛ وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا

وأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِه وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين ، أمَّا بَعْدُ:

فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ التَّقْوَى، وَبَادِرُوا إِلَى مَا يُحِبُّهُ رَبُّكُم وَيَرْضَاهُ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hadirin wal Hadirat Jamaah Sholat Idul Fitri Rahimakumullah

Sebagai wujud syukur, mari kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan komitmen ini semua, insyaAllah akan selalu ada pertolongan dan jalan keluar dari berbagai permasalahan yang kita hadapi di dunia.

Satu bulan yang lalu, kita baru saja menyambut kehadiran bulan suci Ramadhan, dan kemarin sore kita berpisah dengannya. Pagi hari ini, kita semua menyambut hari Raya dengan penuh harapan kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam, agar semua amalan kita diterima di sisi-Nya.

Selama Ramadhan, kita diperintahkan untuk puasa di siang hari, dan Insya Allah telah kita jalankan. Di malam hari kita ditugaskan untuk Qiyamul Lail, telah kita tunaikan. Al-Qur’an diturunkan untuk kita baca dan amalkan, sudah kita Tadaruskan sesuai kemampuan, dan terus berusaha kita amalkan sepajang kehidupan.

Maka Pada hari yang Istimewa ini, di momentum Idul Fitri, kita berharap memperoleh kemenangan, dosa-dosa kita diampunkan, diselamatkan dari ancaman api neraka, kemudian dipersilahkan untuk kelak masuk ke dalam surga, dipanggil oleh Allah SWT: “Wahai orang-orang yang menunaikan puasa, masuklah kalian ke Surga memalui pintu Ar-royan”.

 Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahil Hamdu

Hari ini kita sedang berbahagia, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan dari Allah SWT dalam sebuah hadis Qudsi:

وقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم، قَالَ اللهُ تعالى: ” ‌لِلصَّائِمِ ‌فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ ” رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Artinya: “Bagi orang yang berpuasa, akan mendapatkan 2 kebahagiaan; kebahagiaan ketika Datang hari Raya Idul Fitri, dan Kebahagiaan ketika kelak bertemu dengan Tuhannya”. (HR. Imam Muslim)

Imam Mujahid Rahimahullah, dalam menafsirkan Ayat ke-24 dari Surat al-Haqqah, yaitu yang berbunyi:

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ  الحاقة:24.

إِنَّ الأَيَّامَ الْخَالِيَةَ هِيَ أَيَّامُ الصِّيَامِ، أَيْ: كُلُوا وَاشْرَبُوا بَدَلَ مَا أَمْسَكْتُمْ عَنِ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ لِوَجْهِ اللهِ تَعَالَى.

Beliau mengatakan bahwa yang dimaksud dengan “Al-Ayyam Al-Khaliyah” Adalah hari-hari Puasa. Artinya, makan dan minumlah sebagai Ganti dari apa yang telah kalian tahan selama berpuasa (yaitu makan dan minum), demi mengharapkan Ridha Allah SWT.

Namun demikian, kebahagiaan kita bukan berarti karena telah lepas dari kewajiban puasa, melainkan karena kita telah berusaha sekuat tenaga untuk menahan hawa nafsu, demi menjalankan perintah Allah Yang Maha Kuasa.

Capaian dan prestasi kita di bulan Ramadhan, hendaknya juga dapat kita pertahankan di hari-hari berikutnya. Karena yang menjadi ujian sesungguhnya adalah, setelah lulus dari Madrasah Ramadhan, Apakah kita akan dapat melanjutkan berbagai amal kebaikan, atau berhenti saat Ramadhan telah pergi?  Semoga kita mampu menjadi hamba-hamba yang Rabbani, bukan hamba yang Ramadhani.

 Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahil Hamdu

Kaum Muslimin Muslimat Rahimakumullah…

Allah SWT telah melimpahkan beragam kenikmatan dan anugrah kepada kita, sehingga kita dapat beraktifitas di siang dan malam hari, kita dapat bepergian lalu kembali; nikmat Tauhid, nikmat Iman, rasa Aman yang ada di negara kita, Kesehatan di badan kita, kelapangan rizki, kita dipertemuan dan dipersatukan antar sesama kita, setelah sebelumnya sempat terpisah, kita menjadi banyak setelah sebelumnya dalam keadaan sedikit, Allah memampukan kita setelah sebelumnya kesusahan.

Beragam nikmat yang sungguh agung, harus kita Jaga agar tidak hilang, yaitu dengan terus Bersyukur kepada Dzat Yang Memberi Nikmat:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: “Dan (ingatlah) Ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya akan Aku tambahkan (nikmat-nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahil Hamdu ‘Ibadallah

Hari raya Idul Fitri ini esame kesempatan bagi setiap Muslim untuk membersihkan jiwa, serta menghilangkan kebencian dan permusuhan dalam hati, dengan saling memaafkan esame muslim, jika dalam berinteraksi terjadi sesuatu yang bisa menyakiti. Rasulullah SAW bersabda:

“ لَا ‌تَبَاغَضُوا، وَلَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا، وَلَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ” رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.

Artinya: “Janganlah kalian saling benci, hasud, dan saling membelakangi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan tidaklah halal (berarti haram) bagi seorang muslim mendiamkan (tidak bertegur sapa/memboikot) saudaranya seiman lebih dari tiga hari.” (HR. Imam Bukhari).

Oleh karena itu, salah satu cara untuk merekatkan hati Adalah dengan mengucap salam dan menjawabnya. Hal itu dinyatakan oleh para ulama, bisa memecahkan sikap saling mendiamkan, dan mengangkat dosa.

Yang terbaik di antara keduanya sesama orang yang memulai mengucap salam. Maka hendaklah seorang Muslim berhati-hati dengan permusuhan dan kebencian, karena hal itu bisa menghalangi turunnya Rahmat dan Ampunan Allah SWT.

Silaturrahmi sesama salah satu wasilah untuk memupuk persaudaraan dan persatuan. Ia merupakan salah satu ciri dan karakter para Sholihin dan Muttaqin.

Oleh karenanya, di hari yang fitri ini, hendaknya kita menyempatkan diri untuk saling mengunjungi, bertegur sapa, mengubur ego, untuk mau saling memaafkan antar sesama. Keberkahan silaturrahmi sangatlah agung. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

“ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ‌فَلْيَصِلْ ‌رَحِمَهُ ” رواه البخاري

Artinya:“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia menyambung tali silaturrahim”. (HR. Imam Bukhari)

Di hadis yang lain, Rasulullah SAW juga bersabda:

” مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، ويُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “متفق عليه

Artinya:“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizqinya, dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturrahim”. (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Dengan spirit silaturrahmi inilah, kita dapat menekan angka kebencian, permusuhan dan perpecahan antar umat. Sehingga terciptalah kasih sayang antar sesama muslim, yang dapat mendorong terwujudnya kehidupan yang damai dan harmonis.

Ma’asyiral Muslimin wa Zumrotal Mukminin Rahimakumullah…

Semoga, di hari yang baik ini, di bulan Syawwal, kita betul-betul terlahir Kembali menjadi hamba-hamba yang bersih dari dosa-dosa dan kekhilafan. Semoga Allah menjadikan hari raya ini penuh keberkahan dan kebahagiaan. Dan semoga nikmat sehat, nikmat aman dan keselamatan, senantiasa menyertai bangsa dan negara kita. Amiiin ya Rabbal ‘Alamiin.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ: وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

عِيدٌ سَعِيدٌ، كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ العَظِيمْ، وَنَفَعَنِي اللهُ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمْ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّه هُوِ الْغَفُوْرُ الرَّحِيمْ.

Khutbah Kedua

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ،

اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

اللّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالحَمْدُ لِلّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ. وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ.

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْداً كَثِيْراً طَيِّباً مُبَاركَاً فِيهِ، كَمَا يُحبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللّهُ وَسَلَّمَ عَلَيه، أَفْضَلِ مَنْ صَامَ وَقَامَ، وَعَظَّمَ الشَّعَائِرَ العِظَامَ، وَعَلَى آلهِ الطَّيِّبِينَ الأَطْهَارِ، وَصَحَابَتِهِ الغُرِّ المَيَامِيْنِ الأَبْرَارِ، وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ فِيْ الجَهْرِ وَالإِسْرَارِ. أَمَّا بَعْدُ.

عِبَادَ اللّهِ فَأُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللّهِ، يَقُولُ اللّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللّهَ تَعَالَى أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ عَلَى نَبِيِّهِ المُصْطَفَى الكَرِيْمِ فَقَالَ سُبْحَانَهُ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ ‌صَلِّ ‌عَلَى سَيِّدِنَا ‌مُحَمَّدٍ ‌وَعَلَى ‌ءَالِ سَيِّدِنَا ‌مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى ءَالِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى ءَالِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَيَا غَافِرَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ.

اللَّهُمَّ أَسْعِدْ في هَذا العِيدِ قُلُوبَنَا، وفَرِّجْ هُمُومَنَا، واشْفِ مَرضَانَا، وارْحَمْ مَوْتَانَا، وأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا وأَحْوَالَ المُسْلِمينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ.

اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَليِّ أَمْرِنَا وَوَليِّ عَهْدِهِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَخُذْ بِنَواصيهم لِلْبِرِّ وَالتَّقْوَى، وَاجْعَلْ بِلَادَنَا بِلَادَ إِيمَانٍ وَأَمَانٍ، وَرَخَاءٍ وَسَعَةِ رِزْقٍ، وَاصْرِفْ عَنْهَا الشُّرُورَ وَالْفِتَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

أسألُ اللهَ أنْ يَجْعَلَهُ عِيْدَ خَيرٍ وَبَرَكةٍ، وأنْ يُعِيْدَهُ عَلَيْنَا وَعَلَيْكُمْ أَعْوَاماً عَدِيدَةً وَأَزْمِنَةً مَدِيدَةً، في صِحَّةٍ وعَافِيةٍ، وَفِي عِزٍّ لِلإِسْلامِ وَالمُسْلِمِينَ، وسَلَامَةٍ وأَمْنٍ وطُمَأْنِينَةٍ، إِنَّهُ عَلى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٍ.

اللّهُمَّ إِنّا دَعَوْنَاكَ فَاسْتَجِبْ لَنَا دُعَاءَنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ عِيْدَنَا هَذَا عِيْدَ سَعَادَةٍ وَسُرُورٍ، وَهَنَاءٍ وَحُبُورٍ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ الله، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِدُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر.

 Download Khutbah Idul Fitri 1447 H bahasa Indonesia

Editor bahasa: Khayaturrohman

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button