KH Mahsun Mahfudz, Ungkap Empat Wasiat Pendiri NU dalam Peringatan Harlah NU ke-100 Tahun di Gandrungmangu, Cilacap

NU Cilacap Online — Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah (PWNU) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah (Jateng) KH Mahsun Mahfudz, mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk bersama maknai ber-NU dengan ungkap empat wasiat pendiri NU Hadratusyaikh KH M. Hasyim Asy’ari dalam peringatan hari lahir (Harlah) NU ke-100 versi Masehi dihadapan 10 ribu kader dan penggerak NU yang berlangsung di Alun-alun Gandrungmangu, Cilacap. Sabtu, (31/1/2026) kemarin.
Dijelaskan bahwasannya Rais Akbar Jam’iyyah Nahdlatul Ulama Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari dalam Al-Qanun Al-Asasi sangat penting menjadi pedoman berorganisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Baca juga: Silaturahmi Akbar NU Cilacap, Momentum Konsolidasi 10 Ribu Kader Menuju Peradaban Mulia
Pertama, berpegang teguh pada Al Qur’an sebagai sumber kehidupan agama dan masyarakat.
“Dengan pedoman kitab suci inilah nilai kejam’iyyahan akan tetap teguh dalam nilai-nilai keislaman yang diridlai Allah dan Rasulullah,” akunya.
Kedua, kekuasaan yang diberikan perlu diimbangi dengan kebijaksanaan.
“NU bukanlah sekadar klaim identitas. NU adalah kesadaran kolektif untuk khidmah bersama menolong agama Allah,” terangnya.
Ketiga, hidup berjam’iyyah sangat butuh sikap bijaksana agar mendapatkan keberuntungan.
“Inilah yang sangat dibutuhkan dalam setiap orang melangkah dalam organisasi. Dapat kita bayangkan jika tidak bijaksana, maka disitu organisasi akan mudah pecah, tapi bagi jam’iyyah NU adapun gégéran setelah itu ger-geran,” ungkapnya sambil mengevaluasi apa yang beberapa waktu lalu terjadi pada konflik petinggi PBNU.
Baca juga: PWNU Jawa Tengah; NU Bukan Sekedar Klaim Identitas
Keempat, perlunya keseimbangan paradigma ilahiyah dan insaniyah. Bahwa ayat Allah yang dijadikan pedoman beragama adalah untuk membuat masyarakat menjadi baik.
Jadi organisasi itu butuh pedoman ayat yang sesuai dengan nilai kemanusiaan.
“Lalu apa lagi yang penting untuk dicatat dalam Al Qanun Al Asasi? Dan yang sangat perlu dihayati bersama adalah pesan Mbah Hasyim;
فهلموا كلكم ومن تبعكم جميعا من الفقراء والاغنياء والضعفاء والاقوياء الى هذه الجمعية المباركة الموسومة بجمعية نهضة العلماء وادخلوها بالمحبة والوداد والالفة والاتحاد والاتصال بارواح واجساد
Artinya: “Marilah anda semua dengan segenap pengikut anda dari golongan para fakir miskin, para hartawan, rakyat jelata dan orang-orang kuat, berbondong-bondong masuk Jam’iyyah yang diberi nama Jam’iyyah Nahdlatul Ulama ini. Masuklah dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun, bersatu dan dengan ikatan jiwa dan raga”
Empat wasiat pesan penting di atas menjadi kunci keselamatan dan kemaslahatan bagi siapapun yang mengikuti jam’iyyah NU agar sesuai dengan pedoman Mbah Hasyim.
Empat wasiat Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari dalam Al-Qanun Al-Asasi menjadi inti refleksi Harlah ke-100 NU versi Masehi yang berlangsung di Alun-alun Gandrungmangu, Cilacap. Bahwa tidak ada kata dalam ber-NU selain kecintaan dan kerukunan. (IHA)
Baca juga: Aksi Jumberareka Banser NU Cilacap Tampil Memukau dalam Peringatan Harlah NU Ke-100 di Gandrungmangu





