HSN 2026; LAZISNU Cilacap Tebar Aksi Kemanusiaan

NU CILACAP ONLINE – Memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kabupaten Cilacap, NU CARE-LAZISNU Kabupaten Cilacap menggelar berbagai aksi sosial dan kemanusiaan mulai dari cek kesehatan gratis, donor darah, beasiswa santri, hingga ketahanan pangan. Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Sunan Kalijaga, Desa Kuripan, Kecamatan Kesugihan, Kamis (22/10/2026).

Ketua LAZISNU Cilacap, Harun menyampaikan bahwa kehadiran LAZISNU di momen peringatan HSN ini merupakan bentuk kepedulian nyata dan wujud kemanfaatan NU untuk santri serta masyarakat luas.

“Berbagai program sosial kami hadirkan untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional kali ini,” ujar Harun di lokasi kegiatan.

Beberapa aksi kebaikan yang disalurkan meliputi:

Beasiswa Santri

Nasi Bergizi Gratis, menyediakan sekitar 300 bungkus nasi bergizi gratis bagi para santri yang mengikuti upacara.

Layanan Kesehatan Gratis, melayani pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma untuk sekitar 300 warga dan peserta upacara.

Aksi Donor Darah, Bekerja sama dengan PMI Kabupaten Cilacap, berhasil menghimpun darah dari 50 orang pendonor dengan rata-rata pengambilan 350 cc per orang.

Pemberdayaan UMKM, Memberikan dukungan bagi para muallif (penerima manfaat) agar mampu mengembangkan usaha hingga kelak menjadi muzakki.

Program Bantuan Beras Guru Ngaji, Menyalurkan bantuan beras bagi para guru ngaji sebagai bentuk apresiasi kepada pahlawan syiar agama dan pencerdas generasi bangsa.

“Kami ingin Hari Santri menjadi momen menghadirkan keberkahan nyata. Selain layanan kesehatan dan donor darah, kami fokus membina UMKM mustahik agar kelak berdaya menjadi muzakki,” ungkap Harun di sela-sela kesibukan acara.

“Mereka adalah sabiqul khairat, pejuang agama yang mencerdaskan anak-anak kita. Saat ini kami menyalurkan 5 kg per guru ngaji per bulan, dan kami memohon doa serta partisipasi para donatur agar target 2 ton beras per bulan bisa tercapai,” tambah Harun penuh harap.

Santri Harus Kuat Ilmu, Akhlak, dan Integritas

Sementara itu, di sela-sela kegiatan, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap, H. Paiman Sahlan, memberikan pesan mendalam kepada seluruh santri di tengah tantangan zaman dan pesatnya era digital.

“Melalui upacara pagi hari ini, saya berpesan kepada para santri: perkuat ilmu, perbanyak belajar, dan jaga akhlak supaya kelak menjadi orang yang berguna serta diterima di masyarakat. Santri juga harus mampu mengikuti perkembangan platform digital tanpa mengesampingkan nilai keikhlasan dan integritas,” tutur H Paiman Sahlan.

Menjawab pertanyaan terkait identitas busana khas santri saat upacara, H Paiman Sahlan menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bentuk peneladanan sejarah dan pemeliharaan semangat perjuangan.

“Ini untuk mengenang Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari saat memerintahkan santri dan masyarakat mengusir penjajah. Hari ini, semangat heroik tersebut kita wujudkan dengan mengenakan busana khas santri sebagai penanda kebanggaan identitas kita,” tegasnya.

Mengakhiri keterangannya, Ketua PCNU Cilacap berharap seluruh santri pasca-upacara dapat semakin giat menuntut ilmu, baik ilmu agama melalui kitab kuning maupun ilmu umum di pesantren, serta terus memegang teguh nilai keikhlasan yang diteladankan para kyai dan ustadz.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button