Catatan Redaksi

Website Islam Aswaja Lokal Tapi Jangkauan Akses Global

Banyak website atau situs islam, termasuk Situs Islam Aswaja, yang tumbuh di ranah lokal, namun sebenarnya jangkauan dan akses nya bersifat global. Mengapa? Berikut ulasan singkatnya.

Globalisasi sebagai titik pijak keberangkatan. Globalisasi adalah atau berarti percepatan pergerakan dan pertukaran (manusia, barang, dan jasa, modal, teknologi atau praktik budaya) di seluruh planet ini. Salah satu dampak globalisasi adalah mendorong dan meningkatkan interaksi antara berbagai wilayah dan populasi di seluruh dunia

Sejak globalisasi menjadi gerakan tata dunia baru, aspek-aspek lokal dan lokalitas semakin menyempit. Yang bersifat lokal tetap ada, namun ia ada dalam jangkauan dan akses secara global. Jangkauan global dikandung maksud, yang lokal bisa menjangkau yang global. Dan sebaliknya, yang lokal-lokal di seluruh globe (bolad dunia) ini, bisa diakses di ranah yang bersifat global.

Website, Situs dan WWW

WWW adalah singkatan dari World Wide Web. World Wide Web — biasanya disebut sebagai WWW, W3, atau Web — adalah sistem halaman web publik yang saling berhubungan yang dapat diakses melalui Internet. Web tidak sama dengan Internet: Web adalah salah satu dari banyak aplikasi yang dibangun di atas Internet.

World Wide Web, disingkat WWW dan umumnya dikenal sebagai Web, adalah sistem dokumen hypertext yang saling terkait yang diakses melalui Internet. Dengan browser (peramban) web dan situs, seseorang dapat melihat halaman web atau situs yang mungkin berisi teks, gambar, video, dan multimedia lainnya dan menavigasi di antaranya dengan menggunakan hyperlink.

Baca Juga : 12 Tahun Usia pcnucilacap.com (15 Mei 2009–15 Mei 2021)

Menggunakan konsep dari sistem hypertext sebelumnya, seorang insinyur Inggris dan ilmuwan komputer Sir Tim Berners-Lee, dan menjadi Direktur Konsorsium World Wide Web, menulis proposal pada Maret 1989 –untuk apa, yang akhirnya akan — menjadi World Wide Web.

Ia kemudian bergabung dengan ilmuwan komputer Belgia Robert Cailliau saat keduanya bekerja di CERN di Jenewa, Swiss. Pada tahun 1990, mereka mengusulkan menggunakan “HyperText untuk menghubungkan dan mengakses informasi dari berbagai jenis sebagai web node di mana pengguna dapat menjelajah sesuka hati”.

Website Islam Aswaja

Website NU Cilacap menambah daftar Situs Islam Aswaja, hanyalah bagian kecil dan lokal dari World Wide Web tersebut. Namun, seperti dalam konsep Globalisasi dan Hypertext WWW, Situs Islam bermanhaj Aswaja atau Ahlussunah Wal Jamaah ini bisa menjangkau ke seluruh dunia, secara global. Orang-orang di seluruh dunia yang terhubung dengan internet, bisa melakukan akses ke website islam aswaja milik organisasi NU Cilacap yang lokal ini. Situs Islam Aswaja NU Cilacap Lokal, Jangkauan Akses Global
Dikatakan lokal, iya karena secara geografis kewilayahan, ada di level Kabupaten. Di atasnya masih ada Propinsi, Pusat, Indonesia, Benua baru kemudian dunia secara global. Dikatakan lokal, iya karena dikelola oleh tim NUCOM yang notabene masih dalam tahap pembelajaran. Mungkin akan tetap bernuansa lokal, namun sejatinya, karena sudah masuk dalam ranah World Wide Web, ia tak terbantahkan menjadi bagian yang global.

Berita, artikel, dokumentasi, atau apapun yang dimuat di sebuah website, tak terkecuali berita kegiatan organisasi NU, Lembaga dan Badan Otonom NU Cilacap, sungguhpun dari sebuah Ranting NU, ia tetap bersifat global, berpotensi mengglobal. Jadi, benarlah kiranya situs lokal jangkauan global itu.

Bagaimana bisa mengglobal? Google Web Console sudah menyediakan fasilitasnya. Website NU Cilacap ini, juga bisa mengglobal dengan peran-peran kita semua, para fungsionaris NU Lembaga dan Banom. Dengan cara bagaimana? Share artikel di akun media sosial. Share Link di grup-grup WA, apalagi jika di dalamnya ada anggota yang berada di luar negeri.

Semua yang di lokal bisa menjadikan jangkauan dan akses situs Islam Aswaja ini ke dunia global. Tinggal mau atau tidak menyebarkannya. Karena, dengan menyebarkan, itu sudah menjadi bagian dari mengglobalkan, membuat bisa dijangkau secara global.

Dengan situs islam aswaja, kita bisa menyebarkan aswaja tidak hanya di Indonesia dan Nusantara. Melainkan ke seluruh penjuru dunia.

Last but not least, Saya balik merenung, mengapa lambang NU menggunakan bola dunia? Apa sejak pertama didirikan, NU memang sudah mengglobal? Mudah-mudahan bisa dikaji lagi di tulisan artikel catatan redaksi yang akan datang (Kang Nawar)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 × 5 =

Back to top button