Tujuan Mengamalkan Tarekat Menurut KH Ir Raden Toriq Arif Ghuzdewan

NU CILACAP ONLINE – KH Ir Raden Toriq Arif Ghuzdewan MSCE menegaskan bahwa tujuan mengamalkan tarekat adalah bertaubat kepada Allah, berlatih (riyadhah) dan berjuang melawan hawa nafsu; membersihkan diri dari sifat-sifat  madzmumah (tercela); membuang sifat Iblis dan setan yang ada di dalam diri kita. Juga menjauhi hubbudunya (cinta dunia).

Tujuan Mengamalkan Tarekat

KH Ir Raden Toriq Arif Ghuzdewan MSCE adalah Mursyid Tarekat Annaqsabandiyah Al Mujaddadiyah Al-Khalidiyah yang berpusat di Sokaraja Banyumas. Dalam taushiyahnya, sosok yang akrab dengan sapaan Rama Guru Mursyid menyampaikan tujuan mengamalkan tarekat tersebut.

Rama Guru Mursyid KH Ir Raden Toriq Arif Ghuzdewan MSCE hadir dalam acara Halal Bihalal Tarekat (Thariqah) Naqsabandiyah Al-Mujaddadiyah Al-Khalidiyah Adipala Cilacap.

Sang Mursyid tersebut sekaligus memberikan taushyah dan melaksanakan proses baiat untuk murid baru di Masjid Jami’ Al-Falah Desa Welahan Wetan Kecamatan Adipala Kamis (11/05/2023).

Artikel Terkait

Rama Guru Mursyid mencontohkan ihwal hubbudunya. Katanya, memiliki keinginan kemewahan dunia, seperti memiliki mobil mewah, kalau sekiranya mampu tidak apa-apa. Tapi kalau tidak mampu jangan memaksakan diri.

“Bekerja keras dalam rangka hubbuddunya sampai lupa kepada Allah SWT dan meninggalkan ibadah, jangan pernah dilakukan. Jangan pula mempunyai sifat iblis dan syetan seperti takabbur. Merasa lebih alim, lebih shaleh, dan merasa lebih lainnya,” tandasnya.

Hati Kaya dengan Tarekat

Menurut KH Ir Raden Toriq Arif Ghuzdewan, tujuan mengamalkan tarekat antara lain melaksanakan riyadhah agar hati menjadi kaya. Hati yang kaya bisa tercipta dengan mengamalkan tarekat. Salah satu ciri hati yang kaya adalah bersemayamnya rasa tenteram di dalamnya.

“Cara agar hati selalu kaya, adalah dengan selalu berdzikir mengingat Allah SWT. seperti dalam Surat Ar Rad ayat 28 yakni; “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya, melanggengkan riyadhah dengan melafalkan Ya Allah hanya Engkaulah yang aku tuju, Ridha-MU yang aku dambakan, berikanlah aku kemampuan untuk dapat mencintai-MU dan bermakrifat kepada-MU. Ini bagian dari riyadhah untuk memiliki hati yang tenteram.

اِلَهِى اَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ اَعْطِنِيْ مَحَبَّتَكَ وَمَعْرِفَتَك

“Ini dibaca secara rutin. Memiliki hati yang tenteram dambaan setiap orang. Namun kadang hati gundah gulana. Cobalah ambil wudlu kemudian duduk tawaruk dengan berdzikir. Untuk apa? Untuk melatih melihat, menilai kesalahan dosa diri kita masing-masing. Juga melihat hati sanubari. Bukan melihat kesalahan orang lain,” ujar Rama Guru Muesyid mencontohkan.

Membuang Sifat Iblis

Selain melatih hati yang kaya, tujuan mengamalkan tarekat menurut KH Ir Raden Toriq Arif Ghuzdewan adalah menjauhi sifat iblis dan setan dari dalam diri kita. Terutama bisikan dan ajakan iblis dan setan untuk melakukan maksiat.

“Mempertebal keimanan. Menguatkan wahdanyat Allah SWT, menguatkan tauhid dengan senantiasa mengesakan Allah SWT merupakan cara untuk menangkal ajakan dan bisikan iblis dan setan,” katanya.

Baca juga Silaturrahim Akbar Mursyid Dan Jamaah Tarekat Se-Jateng Selatan

Keimanan dan ketahudian yang meningkat akan mengantarkan kita ke Ma’rifat Ilallah. Menurut KH Ir Raden Toriq Arif Ghuzdewan, ma’rifat Ilallah adalah upaya manusia untuk mengenal Allah.

“Kita melihat apapun, bersamaan dengan itu harus ingat kepada Allah SWT. Tuhan yang telah menciptakan manusia, alam semesta beserta isinya. Itulah kebesaran dan kekuasaan Allah SWT,” tegasnya

Selain itu, Ihwan dan Ahwat Tarekat harus selalu berusaha untuk damawu-dzikri, melanggengkan dzikir kepada Allah SWT. Dengan melanggengkan dzikir, Insya Allah akan terbebas dari godaan iblis dan setan. Dan pelan-pelan bisa membuat sifat iblis tersebut.

Jama'ah Ihwan Tarekat Annaqsabandiyah Al-khalidiyah

Syukur, Rizki dan Umur Panjang

Kepada jamaah Tarekat Annaqsabandiyah Al Mujaddadiyah Al-Khalidiyah KH Ir Raden Toriq Arif Ghuzdewan mengajak untuk belajar bersyukur. Belajar menjadi orang yang selalu bersyukur dan mensyukuri nikmat-nikmat Allah SWT dengan cara mengamalkan amalan-amalan tarekat.

“Kita hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita wajib bersykur, bersama-sama dengan warga Nahdlatul Ulama (NU) yang suka bersilaturahmi. Dengan silaturahmi, kita bisa memupuk ukhuwah basyariyah. Juga bisa menamabah rasa cinta tanah air,” ungkapnya.

Menjaga silaturrahim untuk saling mengingatkan. Mengingatkan pentingnya ibadah, saling mengasihi sesama ihwan ihwat tarekat lain dan semua mahluk. Baca juga Mengukur Umur, Ilmu dan Rizki Yang Berkah Atau Barakah

Menyinggungmasalah syukur, rizki dan umur, Rama Guru Mursyid Tarekat Annaqsabandiyah Al-khalidiyah Pusat Sokaraja Banyumas menegaskan tujuan mengamalkan tarekat dengan tabarukan dan silaturrahim bisa menambah panjang umur (keberkahan) juga memperluas rizki.

Menurut KH Ir Raden Toriq Arif Ghuzdewan ada beberapa tips agar kita mendapatkan kesempatan panjang umur dalam pengertian umur yang berkah; yaitu; berdoa sebelum bersilaturahim dan sesudah silaturahim, membicarakan kebaikan orang, tidak boleh ngerumpi atau ghibah (menggunjing) dan selalu berprasangka baik kepada Allah. Juga berprasangka baik kepada semua orang (husnudzon)

Ribuan jamaah pengamal tarekat Annaqsabandiyah Al-Khalidiyah Adipala hadiri Halal Bihalal sekaligus menyimak taushiyah. Beberapa Badal Mursyid di wilayah desa-desa di Kecamatan Adipala juga hadir,

Tampak Rais Syuriyah MWCNU Adipala  KH Sahal Ghozali B.A., juga jamaah dari berbagai wilayah seperti Kecamatan Adipala dan Kecamatan Binangun. Halal Bihalal dan pengajian Ihwan dan Ahwat Tarekat Annaqsabandiyah Al-Khalidiyah Adipala ditutup dengan doa dan mushafahah bersalam-salaman. (Rhmn)

Baca juga Syarat dan Tuntunan Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button