Berita

Tanggap Bencana Banjir Kroya, TIM NU Peduli Cilacap Dirikan Dapur Umum

pcnucilacap.com – Tanggap bencana banjir Kroya, TIM NU Peduli Cilacap  yang terdiri dari unsur  DPCK Sarbumusi, LKNU, PC GP Ansor dan NU CARE  LAZISNU Cilacap mendirikan dapur umum. Pendirian dapur umum untuk mengolah logistik yang menjadi makanan siap saja untuk korban banjir desa Gentasari Kecamatan Kroya Cilacap pada Kamis 29 Oktober 2020.

Dapur umum didirikan di gedung MI Ma’arif 04 Gentasari atas koordinasi dengan para relawan. Ini adalah dapur kedua setelah sebelumnya mendirikan dapur umum di desa Mujur Lor pada Rabu 28 Oktober 2020.

TIM NU Peduli juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, obat-obatan, masker, dan selimut.   Pada hari itu juga TIM NU Peduli menerima bantuan dari PAC GP Ansor & Fatayat Cilacap Tengah untuk diberikan kepada korban. Sementara itu,  melalui Koin NU, TIM NU Peduli ditingkat MWCNU Kroya telah mendistribusikan bantuan logistik senilai Rp. 14.000.000;.

Aksi NU Peduli Cilacap Tanggap Banjir Kroya

Untuk selanjutnya,  pada sore harinya TIM NU Peduli Cilacap bergerak melanjutkan aksi menuju posko  pengungsian desa Mujur Lor yang berlokasi  di MI DARWATA Mujur Lor. Disini TIM NU Peduli dengan berkoordinasi antara LKNU dan Lazisnu melakukan pemeriksaan dan Pengobatan Gratis untuk para pengungsi dan Warga di sekitar posko pengungsian. Pada aksi ini sejumlah 60 orang terlayani.

Berdasarkan laporan terakhir pada Jumat 30 Oktober, banjir di Kroya belum surut. Nyai Amanah Najib aktifis Fatayat Kroya menyampaikan bahwa desa terdampak banjir bahkan bertambah dari yang tadinya 4 desa menjadi 7 desa. Yakni desa Mujur, Mujur Lor, Mujur Kidul, Kedawung, Buntu , Gentasari, dan Pucung. Namun yang paling parah adalah desa Gentasari dan Mujur.

“Kalo desa Mujur memang tiap tahun langganan terkena banjir, akan tetapi kali ini memang lebih parah dari biasanya”, kata Nyai Amanah.

Terlepas dari musibah yang terjadi, Nyai Amanah bersyukur melihat atensi yang sangat luar  biasa dari para relawan.

“Ada hikmah dibalik banjir ini, masyarakat bersatu untuk saling tolong menolong. Semua banom bergerak dari unsur Muslimat,  Fatayat, Ansor, IPNU IPPNU semua turun untuk menyalirkan bantuan. Sehingga para korban banjir sangat tertolong, katanya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

7 + three =

Pilih Artiikel Menarik Lainnya
Close
Back to top button