Daerah
Trending

Simulasi Bencana Tsunami, Sinergi NU Cilacap Peduli-BPBD

Jelang Simulasi Bencana Tsunami, Tim NU Cilacap Peduli menggelar rapat persiapan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap. Rapat digelar di aula Gedung Pusdiklat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap, Senin, (5/9) 2022.

Hadir dalam acara BPBD Cilacap, Tim NU Cilacap Peduli, BAZNAS Cilacap, PLTU Cilacap, KODIM Cilacap, Polres Cilacap, Pertamina Cilacap, PMI Cilacap, Orari, Puskesmas Adipala, Forkompimcam Adipala, Pemerintah Desa Welaha Wetan, NU Care Lazisnu Cilacap, Badan Otonom PCNU Cilacap,

Simulasi Bencana Tsunami diagendakan pada tanggal 14 September mendatang di Desa Welahan Kecamatan Adipala. Rapat persiapan tersebut membahas bahwa ada 3 agenda tahapan simulasi, pertama  sosialisasi tentang bencana Gempa Bumi dan tsunami. Sosialisasi akan dilaksanakan sebelum digelarnya simulasi bencana tsunami.

Tahapan kedua adalah simulasi penanganan bencana tsunami. Pada tahapan ini akan melibatkan 200 orang warga sekitar. Mereka akan melakukan perannya masing-masing. Adapun tahapan ketiga adalah mitigasi spiritual. Pada tahap ini akan diisi pengajian yang diisi oleh Rais Syuriyah PCNU Cilacap KH Su’ada Adzikya. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga dikabarkan akan hadir untuk memantau jalannya simulasi.

Hadir di tengah-tengah rapat, Ketua PCNU Cilacap KH Nasrullah Muchson atau Gus Nas mengapresiasi kegiatan tersebut. Beliau mengatakan pentingnya melakukan penanggulangan bencana untuk meminimalisir adanya dampak dari pada bencana itu sendiri.

“Kita tidak berharap bencana tsunami terjadi. Akan tetapi tak ada salahnya bila kita memiliki ketrampilan dalam penanggulangan. Sehingga ketika bencana tsunami benar-benar terjadi kita siap menghadapinya. Dengan demikian maka akan meminimalisir dampak yang timbul dari bencana tersebut,” katanya.

Wijonardi BPBD Cilacap
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Wijonardi saat ditemu NU Cilacap Online di sela Rapat

Sinergi NU – BPBD Cilacap

Sebagaimana diketahui bahwa Kabupaten Cilacap masuk pada wilayah berpotensi bencana khususnya tsunami. Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Wijonardi mengatakan bahwa di Kabupaten Cilacap ada 10 Kecamatan dan 55 desa serta kelurahan yang ada di pesisir pantai selatan mulai Cilacap Kota area 70 sampai Jetis. Ini menjangkau 337 000 jiwa..

“Dalam hal ini BPBD mempunyaai tugas membantu bupati dalam menangani bidang kebencanaan.  Di mana tugas pokoknya adalah menangani kebencanaan,” kata Wijonardi.

Lebih lanjut Wijonardi mengatakan tujuan simulasi ini adalah memberikan sosialisasi akan pentingnya simulasi kebencanaan.

“Cilacap merupakan salah satu kabupaten terluas di Propinsi Jawa Tengah dengan posisi di pantai selatan. Di mana diprediksi berpotensi mengalami gempa bumi sebesar 8,8 skala richter. Ini berpotensi pada terjadinya tsunami. Maka simulasi ini penting agar masyarakat bisa selamat.

Simulasi ini sekaligus bertujuan untuk mengedukasi masyarakat. Targetnya adalah semakin banyak orang yang mendapatkan sosialiasi. Dengan demikian akan semakin banyak teredukasi untuk melakukan simulasi mandiri.

BPBD sudah melakukan sosialisasi kebencanaan tsunami secara masif. Namun yang sudah berinisiatif melaksakanan simulasi baru Desa Welahan tersebut. Itupun hasil kerjasama dan sinergi antara NU Cilacap Peduli dan BPBD Cilacap.  Untuk itu Wijonardi berharap masyarakat proaktif.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar proaktif melakukam simulasi kebencanaan tsunami. Jangan sandarkan keselamatan kepada orang lain. Jadi besok datanglah pada saat simulasi. Hadir dan saksikan. Kalau bisa libatkan diri dalam kegiatan tersebut. Sehingga paham bagaimana penanganan dan penanggulangan saat bencana terjadi,” katanya.

Berdasarkan agenda yang telah disusun dalam rapat tersebut, simulasi akan dimulai pada pukul 09.00 hingga 10.00 WIB ditandai dengan bunyi sirine.

Warga yang menjadi pemeran dalam simulasi akan bergerak secepat-secapatnya menuju zona hijau yang telah ditentukan.  Mereka harus berlari secepatnya dengan estimasi waktu 10 menit. Warga yang bisa mencapai zona hijau dianggap selamat. Sedangkan yang tidak mencapai zona hijau dianggap tidak selamat. Inilah yang nantinya menjadi tolak ukur keberhasilan para relawan dalam melakukan evakuasi.

Relawan NU Cilacap Peduli

Sementara itu relawan NU Cilacap Peduli, Thamrin mengatakan bahwa pihaknya siap mengikuti intruksi dari BPBD. Thamrin yang merupakan anggotan Banser Tanggap Bencana juga mengatakan bahwa ia dan teman-teman Bagana sudah siap di lokasi sejak malam sebelumnya.

“Jadi pada saat malam sebelum simulasi Bagana sudah siap di lokasi. Hal ini karena banyak hal yang perlu persiapan;  salah satunya dapur umum,” jelas Thamrin dari Bagana Cilacap.

Thamrin mengatakan dalam simulasi bencana tsunami tim Dapur Umum NU Cilacap Peduli oleh PC Fatayat NU Cilacap akan beraksi sejalan dengan jalannya simulasi.

“Target Dapur Umum akan memproduksi makanan siap saji sebanyak 500 bungkus. Makanan ini harus sudah siap saat simulasi berlangsung. OIeh karena itu Bagana akan siap membantu teman-teman Fatayat di dapur umum pada malam harinya untuk menyiapkan bahan-bahan olahan di pagi harinya.

Kontributor: Achmad Nur Wahidin
Editor: Naeli Rokhmah

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button