Badan Otonom NU

Bulan Bakti Sosial, Ini Agenda Muslimat NU Karangtalun

Menyemarakkan Bulan Bakti Sosial Muslimat NU sedunia, Pimpinan Ranting Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Karangtalun menggelar santunan. Di Masjid Jami’ Nurul Barokah acara santunan digelar dalam satu rangkaian acara dengan Pengajian Umum dan Gerakan Seribu Kulhu (Gerbuhu) , Rabu, 24 Agustus 2022.

Mereka menyantuni 100 anak yatim piatu , 125 kaum dhuafa dan 15 Anak Stunting.  Hadir dalam acara tersebut Camat Cilacap Utara Ibu Sunarti, Lurah Karang Talun dan Staf, Pimpinan Cabang Muslimat NU Cilacap, Ketua PAC Muslimat NU Cilacap Utara, seluruh Ketua Ranting Muslimat NU se Cilacap  Utara, Jajaran MWC NU Cilacap Utara dan Ketua Ranting  Karangtalun, dan tokoh ulama Kelurahan Karang Talun.

Kegiatan santunan semacam ini sudah menjadi jadwal rutinitas Muslimat NU Kelurahan Karang Talun. Tujuannya adalah mensyiarkan Bulan Muharram sebagai bulan bakti sosial. Kegiatan tersebut dilakukan cukup meriah setelah 2 tahun hanya mengadakan santunan secara door to door karena pandemi. Akhirnya kali ini bisa menggelar dalam konsep pengajian.

“Kegiatan pada siang hari ini merupakan bulan bakti sosial untuk menebar kebaikan di bulan Muharram. Bahwasanya di setiap bulan Muharram kegiatan santunan kepada anak yatim piatu maupun kepada kaum dhuafa. Ini sudah menjadi agenda dan rutinitas para pengurus Muslimat ranting Karangtalun untuk selalu berbagi dalam menebar kebaikan, “terang Ibu Nyai Dastem Selaku Ketua Muslimat NU Ranting Karangtalun

Nyai Dastem berharap, “Semoga kegiatan santunan ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, khususnya para anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Kami atas nama ibu – ibu pengurus Muslimat NU ranting kelurahan karangtalun  mengucapakan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan bulan bakti sosial santunan anak yatim piatu ini. Semoga di tahun berikutnya bisa kita laksanakan yang lebih besar lagi.”

Bulan Bakti Sosial Muslimat NU Karangtalun

Muslimat Berperan Strategis Jauhkan Anak Dari Gadget

Di sisi lain, Camat Cilacap Utara Sunarti mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya Muslimat secara nyata telah membantu peran pemerintah, seperti tertuang dalam UU bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

“Dalam hal ini Muslimat NU Karangtalun secara nyata telah melakukan hal itu. Dan mudah-mudahan kegiatan ini terus telaksana disetiap tahunnya. Tuturnya.

Beliau juga menyoroti fenomena yang terjadi terhadap anak-anak sekarang ini. Ia merasa prohatin melihat mereka yang tak lepas dari gadget.

“Anak-anak Fokus pada belajar bukan hanya main HP saja. Sebab anak-anak adalah di masa mendatang adalah generasi yang akan membangun bangsa ini. Andai anak-anak bangsa ini terlalu terlena dengan HP maka dampaknya tidak baik,” tuturnya.

Baca juga

Sekretaris MWCNU Cilacap Utara Kiai Hadno Ali Solihin hal senada. Menurutnya mendidik anak-anak sebagai generasi penerus adalah kewajiban Muslimat NU. Hal ini sesuai dengan apa yang tertuang dalam Mars Muslimat NU. Ia pun menirukan sebaris lirik Mars Muslimat Marilah hai kaum ibu Bimbinglah putra-putrimu Iman teguh, bijaksana Muslimat Indonesia.

Lebih lanjut, Kiai Hadno berpesan kepada Muslimat untuk menjalin sinergi antar lembaga dan NU.

“Selain sebagai pejuang di keluarga dan pengerak NU, Muslimat NU juga kader-kader yang sangat militan. Contohnya adalah gerakan setiap bulan Muharram yang dilakukan Muslimat Karangtalun, menyantuni anak yatim, stunting dan kaum duafa,” katanya.

Acara santunan di berikan secara simbolis kepada 9 anak yatim, yang nantinya kader muslimat agar bergerak secara langsung untuk memberikan santunan tersebut, 100 anak yatim masing-masing mendapat Rp 250 000, duafa sebannyak 125 masing-masing Rp 100 000, stunting 15 Orang masing-masing 150 000. 240 Penerima Manfaat tersebut terbagi kedalam 10 RW di wilayah kelurahan Karangtalun.

Bulan Bakti Muslimat NU Sedunia

Sementara, Ketua PC Muslimat NU Cilacap Dra Hj  Nasirotuddiniyah menyampaikan tentang semangat Muslimat NU di Pekan Muslimat NU Sedunia. Ia mengatakan tidak hanya di Indonesia tapi sebanyak  56 Cabang Istimewa di Luar Negeri juga telah melaksanakan.

“Kebetulan Bulan Muraram kali ini bertepatan juga dengan peringatan HUT RI Ke 77 sehingga  semangat juang Muslimat NU tentunya ikut terupgrade, semakin cinta dengan RI,” katanya.

Dengan Penuh Berapi-api beliau menyampaikan yel yel ..

Siapa Kita ? Muslimat NU
NKRI ? Harga Mati
Pancasila ? Jaya
Bheneka tingal Ika ? Selamanya
Nusantara ? Milik Kita …
Merdeka !!!

Selain itu Dra Hj Nasirotuddiniyah juga menjelasakan tentang alaman-amalan tentang bulan muharram. Terakhir beliau mengungkapkan harapan agar tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini sesuai dengan semangat tahun  baru 1444 Hijriah.

Kontributor: Hermanto
Editor: Naeli Rokhmah

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button