Esai Opini Wawasan

Qurona Pada Surat Fushshilat Itu Mirip dengan Virus Corona

Istilah corona yang trending dalam kurun waktu beberapa tahun ini sebenarnya telah muncul sejak ribuan tahun lalu, tepatnya sejak Alqur’an diturunkan dan kata corona disebut dalam Surat Fushshilat dengan kata Qurona.

Coronavirus atau disebut juga dengan virus corona dengan salah satu variannya covid-19 dalam waktu satu setengah tahun lebih sejak pertama kali kemunculannya di Wuhan Tiongkok pada akhir Desembar 2019 silam. Virus menyebar di berbagai belahan dunia dan menelan jutaan jiwa. Virus kecil yang bahkan hampir tak kasat ini tak hanya membuat resah tetapi juga berhasil memporak-porandakan peradaban manusia.

Siapa sangka bila istilah corona yang trending dalam kurun waktu beberapa tahun ini sebenarnya telah muncul sejak ribuan tahun lalu, tepatnya sejak Alqur’an diturunkan dan kata corona disebut dalam Surat Fushshilat dengan kata Qurona.

Allah Swt. berfirman :

وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاءَ فَزَيَّنُوا لَهُمْ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ

Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka, dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi (QS. Fusshilat:25)

Qurona itu artinya teman-teman jahat, yakni para teman dekatnya kaum musyrikin jahiliyah dari bangsa jin dan manusia yang selalu menjerumuskan dan menyesatkan umat manusia.

Persis mirip virus Corona benar-benar jahat, bagi yang dekat dengan corona tersiksa hidupnya bahkan banyak yang meninggal dunia

Qurona itu membujuk dan menghiasi manusia menganggap baik atas kejahatan, dosa, maksiat yang diperbuat nuruti hawa nafsu manusia. Ini mirip virus Corona, mengecohkan banyak orang yang merasa aman nyaman. Mereka menganggap corona tidak berbahaya sehingga bersikap acuh serta tidak mengindahkan protokol kesehatan

Qurona juga membujuk menipu manusia, bahwa besok lusa tidak ada hari qiyamat tidak ada hisab tidak ada surga dan neraka , tidak ada apa-apa , puaskan dirimu untuk hidup foya-foya. Bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu itu bebas untuk dimakan dan dinikmati semuanya, itulah kejahatan qurona.

Mirip virus Corona, masih ada yang tidak percaya adanya virus corona. Bahkan menganggap corona itu tidak ada sehingga menghadapi pandemi ini biasa saja. Padahal itu benar-benar nyata ada, bahkan ada Orang Tanpa Gejala (OTG) atau sindrom happy hipoksia.

Sindrom ini menyerang manusia tetapi tidak merasa sakit tiba-tiba mati mendadak. Sudah banyak berguguran korban nyawa. Pada awal juli 2021 di indonesia sekitar 57.000 meninggal dunia karena virus corona. Sementara ini korban covid-19 di Inodesia terbanyak di Asia tenggara.

Berkunjunglah ke beberapa rumah sakit dan perhatikanlah betapa uang sudah tak lagi berharga, jabatan, ketokohan semua tak lagi berarti. Pasien berdatangan ke rumash sakit dengan nafas tersengal-sengal sangat butuh bantuan oksigen.

Ambulance rujukan membawa pasien kritis datang silih berganti. Ada yang tidak kebagian tempat, lalu pindah lagi ke rumah sakit lain dan begitulah seterusnya. Ditengah kepanikan, merekapun bisa memaklumi penjelasan petugas yang mengatakan bangsal atau ruang perawatan covid sudah penuh. Mereka melihat sendiri bahwa saat itu rumah sakit benar-benar penuh. Pasien sampai dirawat ditenda halaman rumah sakit. Ini benar-benar memprihatinkan.

Perbanyak Sedekah dan Doa

Apapun namanya, inilah yang kita lihat sekarang. Bahwa mereka datang kerumah sakit, dengan keluhan. Pasien-pasien itu tidak pernah perduli apakah covid atau bukan. Mereka hanya berikhtiar untuk sembuh dari penyakit yang apapun namanya itu.

Namun ternyata yang mengalami seperti mereka jumlahnya sangat banyak, dan rumah sakit kewalahan. Sementara masih ada orang yang sibuk membuktikan kebenaran diri, dan mematahkan argumentasi orang lain.

Hadapi Corona Dengan Perbanyak Sedekah dan Doa. Tidak ada faedahnya kita merutuki pandemi yang tak kunjung usai. Sesungguhnya Alloh tak akan memberi cobaan kepada hamba di luar batas kemampuan. Pastilah ada hikmah di balik musibah ini. alih-alih mengeluh lebih baik perbanyak sedekah dan doa.

Karena sedekah itu menolak bala sedangkan doa merupakan bagian dari tawakkal atau kepasrahan kepada Alloh.

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: حَصِّنُوا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَدَاوَوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ وَأَعِدُّوْا لِلْبَلَاءِ الدُّعَاءَ.

“Nabi SAW bersabda, Jagalah harta-harta kalian dengan zakat, obatilah orang-orang sakitmu dengan sedekah, dan hadapilah musibah dengan doa.” ( Hadits Riwayat Imam Ath-Thabarani dan imam Abu Nu’aim)

Bagian dari tawakal agar terhindar dari pandemi covid 19 adalah dengan doa. Corona adalah musibah dan Rosululloh SAW telah mengajarkan sebuah doa agar terhindar dari musibah (corona)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ رَأَى مُبْتَلًى فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلَاءُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ

Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melihat orang yang tertimpa musibah (corona) kemudian mengucapkan, (al-hamdu lillaahilladzii ‘aafaanii mimmabtalaaka bihii wafaddlolanii ‘alaa katsiirin mimman kholaqo tafdliila) artinya: ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang diberikan kepadamu dan melebihkanku atas kebanyakan orang yang Dia ciptakan’, maka ia tidak akan tertimpa musibah tersebut.” (HR. Tirmidzi)

Demikianlah penjelasan Rasulullah SAW, agar kita terhindar dari musibah (virus corona), sering-seringlah baca doa tersebut terutama setiap selesai sholat fardu.

Wallaahu a’lam

Artikel Qurona Pada Surat Fushshilat Itu Mirip dengan Virus Corona, ditulis oleh KH Maslahudin Kawunganten (Wakil Rais Syuriah PCNU Cilacap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

three + nine =

Back to top button