Badan Otonom NU

PMII Komisariat Al-Ghozali Gelar MAPABA, Cetak Kader Berintelektualitas

Kesugihan, NU Cilacap Online

PMII Komisariat Al-Ghozali Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghozali (UNUGHA) Cilacap berupaya mencetak kader yang loyal, berkualitas dan berintelektualitas melalui Masa Penerimaan Anggota Baru / MAPABA RAYON RAYA

Kegiatan  MAPABA dilaksanakan di Pondok Pesantren Ar-Ridwan Kalisabuk Kesugihan selama 3 hari 2 malam. Dimulai  sejak Kamis (28/01/21) sampai dengan Sabtu (30/01/21) dan diikuti oleh 20 orang peserta dan tentunya menjalankan protokol kesehatan.  MAPABA, kali ini mengangkat tema “Be Loyalty, Quality, And Intellectuality”.

MAPABA atau Masa Penerimaan Anggota Baru merupakan gerbang awal memasuki Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). PMII adalah sebuah organisasi yang memiliki pandangan tegas bahwa keislaman dan keindonesiaan bisa berjalan seiring sejalan.

Ketua PMII Komisariat Al-Ghozali sahabat Riyan Alwi menyampaikan bahwa, MAPABA sebagai jenjang kaderisasi formal pertama di PMII. Ini sebagai langkah awal merekonstruksi pikiran dari yang siswa menjadi mahasiswa dalam mengawal dan menjamin demi berlangsungnya mata rantai kaderisasi dan roda organisasi.

“Bagi mahasiswa yang ingin berperan dan mengasah kemampuan, PMII menjadi organisasi yang sangat tepat. Karena PMII hadir dan bergerak berlandaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan Pancasila”, katanya.

Bertepatan dengan Harlah NU yang ke 95 ini, Riyan Alwi selaku ketua PMII Komisariat Al-Ghozali / UNUGHA menyampaikan banyak harapan terhadap alumni MAPABA kali ini.

“Peserta MAPABA ini diharapkan mampu menjadi penggerak, menjadi kader yang khidmah dan istiqomah dalam berorganisasi, sehingga nantinya setelah ber PMII ia akan melanjutkan khidmah nya di NU. Bahwa PMII lahir dari rahim NU sehingga bisa kita klaim kader PMII adalah kader intelektual Nahdlatul Ulama. PMII Komisariat Al-Ghozali UNUGHA Cilacap berupaya mencetak kader yang loyal, berkualitas dan berintelektualitas melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA RAYON RAYA) “, tegasnya.

Sejarah Berdirinya PMII

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau yang disingkat dengan PMII adalah sebuah organisasi kemahasiswaan yang berdiri pada tanggal 17 April tahun 1960 di Surabaya. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) lahir karena menjadi suatu kebutuhan dalam menjawab tantangan zaman.

Berdirinya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bermula dengan adanya hasrat kuat para mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang berideologi Ahlusssunnah wal Jamaah. Dilansir dari https://pmii.or.id/sejarah-pmii/, saat didirikan pada tahun 1960, PMII merupakan Badan Otonom (Banom) dari NU sebagai induk organisasi.

Perjalanan PMII sebagai underbow NU bertahan hinggal tahun 1972. Pada tahun itu PMII menyatakan diri sebagai organisasi independen yaitu tidak berafiliasi dengan organisasi manapun. Deklarasi Independensi PMII dicetuskan pada tanggal 14 Juli 1972 di Murnajati Lawang Malang Jawa Timur. Deklarasi itu kemudian dikenal dengan “Deklarasi Murnajati”.

Menyadari kultur dan historis PMII tidak bisa dipisahkan dengan NU, pada Kongres X tanggal 27 Oktober 1991 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta dideklarasikan posisi “Interdependensi PMII-NU”. Selanjutnya untuk mempertegas posisi interdependen, pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PB PMII tanggal 24 Desember 1991 di Cimacan Jawa Barat dikeluarkan “Impelementasi Interdependensi PMII-NU” dengan prinsip- berikut: Ukhuwah Islamiyah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Mabadi Khoiru Ummah Al-Musawah, dan Hidup berdampingan dan berdaulat secara penuh.

Kontributor: Muhammad Iqbal (Aktifis PC PMII Cilacap)
Editor: Naeli R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

four × 3 =

Back to top button