Antologi NU

Pengurus MWCNU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (NU)

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) berkedudukan di tingkat Kecamatan; pengurus MWCNU terdiri dari a. Mustasyar; b. Pengurus Harian Syuriyah; c, Pengurus Lengkap Syuriyah; d. Pengurus Harian Tanfidziyah; e, Pengurus Lengkap Tanfidziyah dan (f) Pengurus Majelis Wakil Cabang Pleno.

Bahwa Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama adalah istilah dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama, disingkat dengan singkatan MWCNU, menjadi bagian dari dan berada di bawah Pengurus Cabang NU.

Pembentukan Pengurus MWCNU

Bagaimana cara Pembentukan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU)? Sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama (AD ART NU) hasil Muktamar NU ke 32 di Makassar,;

  1. Pembentukan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama diusulkan oleh Pengurus Ranting melalui Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kepada Pengurus Wilayah;
  2. Pembentukan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama diputuskan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama melalui Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah,
  3. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama memberikan Surat Keputusan masa percobaan kepada Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama;
  4. Pengurus Wilayah mengeluarkan Surat Keputusan setelah melalui masa percobaan selama 6 (enam) bulan.

Susunan Pengurus/Struktur MWCNU

Apa saja susunan Pengurus Majelis wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU)? Susunan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama terdiri dari:

  1. Mustasyar Pengurus Majelis Wakil Cabang terdiri dari beberapa orang sesuai dengan kebutuhan.
  2. Pengurus Harian Syuriyah terdiri dari Rais, beberapa Wakil Rais, Katib dan beberapa Wakil Katib.
  3. Pengurus Lengkap Syuriyah terdiri dari Pengurus Harian Syuriyah, Juga A’wan.
  4. Pengurus Harian Tanfidziyah terdiri dari Ketua, beberapa Ketua, Sekretaris, beberapa Wakil Sekretaris, Bendahara dan beberapa Wakil Bendahara.
  5. Pengurus Lengkap Tanfidziyah terdiri atas Pengurus Harian Tanfidziyah dan Ketua Lembaga dan Lajnah tingkat Majelis Wakil Cabang.
  6. Pengurus Pleno terdiri dari Mustasyar, Pengurus Lengkap Syuriyah, Pengurus Lengkap Tanfidziyah; juga Ketua Badan Otonom tingkat Majelis Wakil Cabang.

Syarat Pengurus MWCNU

Bagaimana seseorang bisa menjadi Pengurus Majelis wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU)? Untuk menjadi pengurus Ranting atau Majelis Wakil Cabang, seorang calon harus sudah aktif menjadi anggota dan Pengurus Nahdlatul Ulama atau Badan Otonomnya.

Syarat lain yang ditetapkan biasanya tertuang di dalam Tata Tertib Konferensi MWCNU. Yaitu antara lain mengatur tentang Syarat-Syarat Menjadi Pengurus NU di tingkat MWCNU.

Baca Juga : Pengurus Organisasi NU Dan Pimpinan Badan Otonom NU

Pemilihan, Penetapan Pengurus MWCNU

Bagaimana cara dan proses pemilihan dan penetapan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU)?. Pemilihan dan penetapan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama sebagai berikut:

  1. Rais Syuriyah MWCNU dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam Konferensi Majelis Wakil Cabang setelah yang bersangkutan menyampaikan kesediaannya.
  2. Ketua Tanfidziyah MWCNU dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam Konferensi Majelis Wakil Cabang dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya dan mendapat persetujuan dari Rais terpilih.
  3. Rais dan Ketua terpilih bertugas melengkapi susunan Pengurus Harian Syuriyyah dan Tanfidziyah dengan dibantu oleh beberapa anggota mede formatur yang dipilih dari dan oleh peserta Konferensi Cabang.
  4. Pengurus Majelis Wakil Cabang Harian Nahdlatul Ulama bertugas membentuk lembaga dan lajnah melalui Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah.

Siapa yang menetapkan, mengesahkan dan mengeluarkan Surat Keputusan Pengesahan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU)? Pengurus Majelis Wakil Cabang disahkan oleh Pengurus Wilayah dengan rekomendasi Pengurus Cabang (sesua dengan AD ART NU tahun 2010, hasil Muktamar ke-32 NU di Makassar.

Pada tahun 2015, hasil Muktamar ke-33 NU di Jombang Jawa Timur, mengamanatkan bahwa Surat Keputusan Pengesahan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) oleh Pengurus Cabang NU.

Baca Artikel Terkait:

Apa itu Konferensi MWCNU ?

Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU adalah forum permusyawaratan tertinggi untuk tingkat Majelis Wakil Cabang. Sementara itu, agenda Konferensi Majelis Wakil Cabang membahas, membicarakan dan menetapkan:

  1. Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama yang disampaikan secara tertulis;
  2. Pokok-Pokok Program Kerja 5 (lima) tahun merujuk Pokok-Pokok Program Kerja Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang;
  3. Masalah-masalah keagamaan dan kemasyarakatan pada umumnya;
  4. Rekomendasi Organisasi;
  5. Memilih Rais dan Ketua Pengurus Majelis Wakil Cabang.

Konferensi Majelis Wakil Cabang dipimpin dan diselenggarakan oleh Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama sekali dalam 5 (lima) tahun; Konferensi Majelis Wakil Cabang dihadiri oleh a. Pengurus Majelis Wakil Cabang dan b. Pengurus Ranting.

Untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan organisasi Konferensi Majelis Wakil Cabang dapat dihadiri oleh Pengurus Anak Ranting. Kemudan, Konferensi Majelis Wakil Cabang sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Ranting di daerahnya.

Musyawarah Kerja (Musker) MWCNU

Apa itu Musker? Musyarawah Kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (Musker MWCNU) merupakan forum permusyawaratan tertinggi setelah Konferensi Majelis Wakil Cabang yang dipimpin dan diselenggarakan oleh Pengurus Majelis Wakil Cabang.

Musyarawah Kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (Musker MWCNU) membicarakan pelaksanaan keputusan-keputusan Konferensi Majelis Wakil Cabang. Juga mengkaji perkembangan organisasi serta peranannya di tengah masyarakat.

Musyarawah Kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (Musker MWCNU) dihadiri oleh anggota Pengurus Majelis Wakil Cabang Pleno dan Pengurus Ranting dan sah apabila dihadiri oleh lebih dari separuh jumlah peserta

Pengurus MWCNU menyampaikan laporan perkembangan organisasi secara berkala kepada: a. Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang, dan kepada b. Musyawarah Kerja Majelis Wakil Cabang dan Rapat Pleno.

MWCNU, Lembaga dan Badan Otonom

Kepengurusan MWCNU sendiri yang terdiri dari Syuriyah dan Tanfidziyah memiliki beberapa kewenangan. Yaitu menetapkan progam dan kegiatan melalui mekanisme permusyawaratan dari Konferensi, Musyawarah Kerja; juga rapat-rapat yang lainnya. Secara kolektif, kepengurusan Majelis Wakil Cabang melaksanakan amanat Konferensi.

Program Kegiatan Pengurus Wakil Cabang dibreakdowan kepada Lembaga-Lembaga NU. Ada keharusn untuk membentuk Lembaga di tingkat Kecamatan, sesuai dengan kebutuhan. Jadi, tidak semua Lembaga NU harus ada dan terbentuk.

Sementara itu, dalam pelaksanaan kegiatan, kepengurusan Waklil Cabang NU secara kolektif juga dikordinasikan secara timbal balik dengan Badan Otonom NU setempat. Jadi, pada hampir seluruh tingkatan Majelis Wakil Cabang NU di Cilacap, terdapat dan terbentuk Pimpinan Anak Cabang (PAC) Badan Otonom. (Admin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button