Pengurus PW JRA Jateng Dilantik, Berikut Tausiyah KH Ubaidullah

NU CILACAP ONLINE – Pengurus Wilayah Jamiyyah Ruqyah Ahlussunah Wal Jamaah (PW JRA) dan Pengurus Cabang JRA se-Jawa Tengah dilantik secara langsung oleh Pembina  Pengurus Pusat  (PP JRA) KH Alamah Allaudin Syiddiqi M.Pd.I, A.H, disaksikan oleh Rais Syuriyah PWNU dan LD PWNU Jateng.  Pelantikan berlangsung Pada Ahad (14/1/2024) di Kantor PWNU Jawa Tengah Semarang.

Selain acara Pelantikan ada rangkaian acara lain : Halaqah Dakwah Annahdliyah Oleh LD PWNU – PW JRA Jawa Tengah, Dan Ijazah Kubro calon praktisi Ruqyah JRA. Dalam kesempatan tersebut KH Ubaidullah Shodaqoh mengisi tausiyah paska pelantikan sekaligus doa penutup.

Mbah  Ubaid mengapresiasi terlantiknya  pengurus JRA Jawa  Tengah ini. Ia mengatakan bahwa PWNU Jawa Tengah ini sebagai sanad organisasi JRA sedangkan LDNU adalah Lembaga Nahdlatul Ulama.

“Selama saya lima tahun menjadi Rais Syuriyah PWNU semua lembaga NU aktif semua.
“NU Jawa Tengah sebagai sanad organisasi JRA, LDNU sebagai lembaga sedangkan PWNU adalah sebagai Pengurus Nahdlatul Ulama” kata Kiai Ubaidillah.

Bahwa selama kepengurusan lima tahun ini termasuk LDNU Jawa Tengah selama saya menjadi Rais yang sering mengadakan kegiatan yaitu tema yang mengarah kepada dakwah Annahdliyah, Apresiasi kepada LD PWNU Jawa Tengah DR. Aji Nugroho beserta kepengurusaannya kami ucapkan jazakumulloh Khairan Katsiran.

Baca juga : Pengurus JRA Cilacap Yang Baru Gelar Rakercab

Ulama adalah Warisan Para Nabi

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاء

Artinya : Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi (HR Imam Tirmidzi)

Bagi yang belum pernah mendapat warasah (Warisan) dari Nabi , sehebat apapun sepintar apapun, belum dikatakan ulama. Warisan ini tidak karena keilmuan yang tinggi, bukan karena belajar dari kitab, warisan ini bukan derajat duniawi, warisan ini karena kedekatan dengan Nabi maka dia akan mendapatkan warisan, dan bukan karena sahabat saja dan kerabat yang berhubungan dengan nasab. Warisan yang berupa ilmu berupa ilham safaat dunia dan akhirat itu mereka yang punya kedekatan dengan Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ .

Salah satu di antara yang dekat dengan Nabi Muhammad ﷺ adalah orang yang suka membaca shalawat dan dzikir. walaupun kita belum sempurna mengikuti sunah sunahnya, dengan mengamalkan shalawat dan dzikir ini akan menimbulkan mahabah, akan timbul kemudahan untuk meniru sunah beliau.

Maka kita akan lebih dekat dengan Rasulullah ﷺ dan tentunya yang di JRA ini, mau tidak mau dalam cara pengobatan menangani pasien, yang dibaca adalah Alqur’an dan shalawat dan doa doa Nabi yang diramu oleh Kiai-Kiai NU.

Mudah mudahan praktisi JRA ini dicatatat oleh Allah SWT sebagai ahli shalawat dan dzikir. Ini adalah salah satu manfaat bagi kita ,Riyadhah , membaca Al-Qur’an, hizib, ratib, baca wirid.

Meskipun pertama tujuannya adalah untuk mengobati dan bermanfaat untuk masyarakat dan orang lain. Perlu dicatat yang telah anda baca adalah Al-Quran, kalimat dzikir, Shalawat, ini adalah keuntungan sendiri bagi praktisi JRA.

Foto pelantikan Bersama Rais Syuriyah PWNU JatengBarangkali kita tidak mengobati (Meruqyah) malah jarang dzikirnya, metode pengobatan ala JRA ini adalah bentuk dakwah dengan bacaan Al-qur’an , shalawat , dzikir dan doa.

Di NU sendiri Warasatul Anbiya itu bermacam-macam.  Ada yang mewarisi keilmuan dari Nabiyullah Yusuf AS, mewarisi keampuhan dari Nabiyullah Musa AS, ada yang mewarisi pengobatan dari Nabi Isa As. Mewarisi Keagamaan oleh Nabi Muhammad SAW , mewarisi kadigdayaan itu dari Nabi Musa atau Nabi Dawud AS.

Kita ini adalah sebagai warasatul anbiya yaitu diwarisi agama terakhir (Islam) yang sudah disempurnakan dari agama-agama sebelumnya. Adapun keahlihan keahlian yang ada di NU harus di sinergikan dan mempersatukan tidak saling menjatuhkan.

Adanya NU inilah Untuk merangkul menyatukan semua keahlihan keahliham tersebut.  Kemantapan dan keyakinan kepada Allah SWT dengan berobat dengan bacaan Al-qur’an Insya Allah akan diberi kesembuhan dan dikabulkan, kita harus khusnudzon kepada Allah SWT. Pasien yang berobat juga harus yakin mantap kepada Allah wasilah berobat dengan bacaan Al-qur’an (Ruqyah) itu adalah obat semua penyakit medis dan Non medis.

Pesan Rais Syuriyah PWNU Jateng, JRA tetaplah bersinergi dengan LDNU jadikanlah sebagai bagian dari payung dakwah. Semakin Canggih keilmuannya maju Ilmu teknologi ini banyak dari kita masyarakatnya Kosong dari Spiritualitas keagamaan, dan akan sangat rentan dengan perubahan cuaca, Musibah.

Waktu jaman pandemi dan gempa bumi dari NU pun ikut andil contohnya dari JRA, Banser Husada , Pagar Nusa, dan lainnya. Semakin canggihnya ilmu kedokteran ilmu teknologi manusia akan semakin kosong spiritulitasnya keyakinan kepada Allah SWT.

Selamat dan Sukses PW JRA Jawa Tengah sudah dilantik menjadi pengurus bisa mengembangkan dan bisa mengikat warga Nahdlyin ini dan bisa berkhidmah bermanfaat bagi masyarakat umumnya. (Rhmn)

Baca juga : LD PWNU-JRA Jawa Tengah Gelar Halaqah Dakwah Annahdliyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button