Pengukuran Kinerja Perkumpulan (Organisasi) NU

NU CILACAP ONLINE – Salah satu Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama ((Perkum NU) mengamanatkan pelaksanaan pengukuran kinerja organisasi melalui verifikasi dan validasi (Verval)  Perkumpulan NU. Yaitu Perkum NU Nomor 11 tahun 2022 hasil Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama tahun 2022 oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf kembali menegaskan akan melaksanaan verifikasi dan validasi perkumpulan atau organisasi NU di hadapan peserta Halal Bihalal PBNU dengan PWNU dan PCNU – MWCNU se Jawa Tengah dan DIY di Semarang (14/05/2023).

Kumpulan artikel dan Referensi ke-NU-an kali ini membahas tentang cara pengukuran kinerja perkumpulan / organisasi NU dengan menggunakan metode verifikasi dan validasi. Karena tentu memiliki alasan, tujuan dan hasil yang hendak dicapai.

Pengukuran Kinerja

Pengukuran adalah penilaian parameter kinerja dengan melihat indikator-indikator yang telah ditentukan. Kinerja adalah prestasi dalam mengimplementasikan rencana program dan kegiatan perkumpulan NU.

Secara umum kinerja berarti hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya (Fahmi, 2017).

Bagi perkumpulan NU, pengukuran kinerja tergolong baru, dan memang baru tercetuskan secara lebih rigid pada kepengurusan PBNU Masa Khidmat 2022-2027.

Menurut KH Muhammad Muzammil (2023), Ketua PWNU Jawa Tengah, pengukuran kinerja perkumpulan NU merupakan keharusan dalam proses manajemen, mulai dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, dan evaluasi serta tindak lanjut.

Bahwa tujuan pengukuran kinerja perkumpulan (organisasi) NU adalah: memastikan adanya struktur organisasi NU pada masing-masing tingkatan secara de facto maupun de jure (baik personal pengurus maupun Surat Keputusan (SK) kepengurusan; tercatatnya aset kekayaan, program dan kegiatan organisasi dalam dokumen sebagaimana mestiya, juga adanya jenis prgram layanan keagamaan sosial, pendidikan dan ekonomi secara pasti dan bisa dibuktikan baik secara adminsitratif, kualitatif maupun kuantitatif.

Objek pengukuran kinerja sendiri adalah perkumpulan NU pada tingkatan struktur organisasi yang ada. Dengan pengecualian, tidak ada pengukuran kinerja pada tingkat Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU).

Sementara itu, sesuai dengan Perkum NU Nomor 11 tahun 2022, struktur organisasi perkumpulan NU yang masuk daftar ruang lingkup pengukuran kinerja meliputi: PWNU, PCNU, MWCNU dan Ranting NU. Pengurus Anak Ranting NU (PARNU) tidak termasuk di dalamnya.

Indikator Kinerja Organisasi NU

Indikator kinerja organsasi yang menjadi target pengukuran terdiri dari: 1. Kelengkapan dan Pengembangan Struktur Organisasi; 2. Kelengkapan Aset Perkumpulan; 3. Aktifitas wajib Perkumpulan dan Kaderisasi; 4. Tertib administrasi dan kepatuhan tata aturan Perkumpulan; 5. Layanan Keagamaan; 6. Layanan Pendidikan; 7. Bidang Layanan Kesehatan; 8. Kinerja Pengembangan Unit Usaha.

Dari indikatro-indikator yang sudah ditetapkan sebelumnya, kemudian dibreakdown menjadi kriteria (indikator yang lebih spesifik) yang menghasilkan klasifikasi kinerja perkumpulan NU. Sebagai contoh, berikut ini adalah kriteria penilaian kinerja struktur kepengurusan pada PCNU dengan klasifikasi I (satu);

  1. Setiap permusyawaratan cabang melibatkan MWCNU dan PRNU sebagai peserta yang memiliki hak suara dan pilih;
  2. Mempunyai 100% MWCNU yang aktif dalam menjalankan aktifitas perkumpulan sesuai standar penilaian kinerja;
  3. Mengadakan kegiatan lailatul ijtima’ sebagai sarana merawat tradisi dan amaliyah NU minimal 1 tahun 4 kali seperti halal bi halal, peringatan tahun baru hijriyah, maulid Nabi, isro’ mi’roj, rajabiyah dan lain-lain;
  4. Mengkoordinasi, menjalin komunikasi dan/atau silaturrahmi secara intensif dengan pondok pesantren induk di wilayahnya yang mempunyai peran penting dalam sejarah NU ditandai dengan menyelenggarakan kegiatan atau halaqoh yang melibatkan pondok pesantren tersebut;
  5. Memiliki kantor permanen yang tanahnya diwakafkan atau bersertifikat atas nama perkumpulan NU

Kriteria Penilaian Kinerja Struktur NU

Lebih lanjut, kriteria penilaian kinerja struktur kepengurusan pada PCNU klasifikasi I (satu) meliputi:

  1. Melaksanakan kegiatan dan rapat rutin yang diamanatkan sesuai AD/ART, Peraturan Perkumpulan
    dan Peraturan lainnya;
  2. Melaksanakan PMKNU minimal 1 (satu) kali dalam setahun;
  3. Mempunyai pendidikan minimal MA/SMA/SMK yang berbadan hukum NU (Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan NU/BPPPNU) minimal 1 (satu);
  4. Mempunyai lembaga pendidikan setingkat Aliyah/SMA/SMK yang berafiliasi dengan NU minimal 75% dari jumlah MWC yang tergabung dalam LP Maarif NU

Kemudian, mempunyai layanan kesehatan berupa minimal satu klinik pratama yang berbadan hukum NU dan atau berafiliasi dengan NU; mempunyai satu unit BUMNU dengan pendapatan minimal Rp. 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah) dan tata kelolanya sehat yang dibuktikan dengan badan hukum dan rekening koran. Baca juga Mengukur NU dari 3 Butir Maklumat Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari

Tim Pengukur

Siapa yang melaksanakan Pengukuran Kinerja, Verifikasi dan Validasi atau Verval Perkumpulan NU? Adalah Tim Pengukur yang dibentuk dan ditetapkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Lalu apa tugas dari Tim Pengukur Kinerja?

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menunjuk Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi sebagai pelaksana pengukuran kinerja. Dalam rangka melaksanakan tugasnya, Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi PBNU dapat membentuk tim yang bertugas melakukan pengukuran kinerja sesuai dengan ketentuan klasifikasi.

Tim Pengukur kinerja memiliki tugas-tugas sebagai berikut: mengukur kinerja PWNU dan PCNU. Masig-masing PWNU menunjuk Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi, atau yang bertugas oleh PWNU bertugas mengukur kinerja MWCNU. Baca juga Pengukuran Kinerja Ranting NU.

Kemudian PCNU menunjuk Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi, atau yang dengan tugas oleh PCNU yang bertugas mengukur kinerja Pengurus ranting NU (PRNU)

Dalam hal PWNU dan PCNU belum mengikuti proses pengukuran kinerja, maka pengukuran kinerja MWCNU dan PRNU dilaksanakan tim di tingkat atasnya. Kemudian, dalam kondisi tertentu penilaian kinerja PWNU, PCNU, MWCNU dan PRNU dapat dilakukan oleh pihak ketiga setelah mendapatkan mandat dari tim sesuai dengan tingkatan masing-masing.

Tujuan Pengukuran Kinerja Perkumpulan (Organisasi) NU dan Klasifikasi I II III

Hasil Pengukuran Kinerja

Indikator tersebut bisa jadi ada, dan tidak ada dalam stuktur organisasi perkumpulan NU. Adanya indikatorpun berbeda-beda antar satu kepengurusan NU dengan lainnya, meski dalam tingkataan struktur yang sama.

Hasil pengukuran kinerja perkumpulan / organisasi NU menjadi tolok ukur perkembangan hari ini; untuk menentukan langkah-langkah ke depan.

Salah satu hasil pengukuran kinerja perkumpulan / organisasi NU adalah ketetapan tentang klasifikasi struktur organisasi. Dengan rincian klasifikasi I, klasifikasi II dan klasifikasi III. Perkum NU Nomor 11 tahun 2022 menyatakan bahwa Klasifikasi Struktur Kepengurusan Nahdlatul Ulama adalah sebagai berikut :

  1. Struktur Kepengurusan Nahdlatul Ulama tingkat PWNU, PCNU, MWCNU, dan PRNU dikategorikan dalam Klasifikasi I, II dan III;
  2. Penetapan Klasifikasi PW dan PC ditetapkan oleh PB atas dasar keputusan Konbes NU.
  3. Penetapan Klasifikasi MWCNU ditetapkan oleh PWNU;
  4. Sedangkan Penetapan klasifikasi Pengurus Ranting NU ditetapkan oleh PCNU;
  5. PWNU dan PCNU yang melakukan penetapan klasifikasi harus sudah lulus dalam hal penilaian kinerja;
  6. Dalam hal PW dan PC di Wilayah tersebut belum selesai proses pengukuran kinerja, dan/atau dinyatakan tidak lulus dalam proses penilaian kinerja, maka klasifikasi MWC dan PR ditetapkan oleh kepengurusan 2 (dua) tingkat di atasnya

Kategori Struktur Organisasi NU

Hasil-hasil pengukuran kinerja perkumpulan/organisasi NU selain mengkategorisasikan ke dalam klasifikasi I, II dan III, juga menggolongkan struktur organisasi NU ke level A, B dan C.

Ketentuan penggolongan A, B dan C bagi struktur organisasi NU berdasarkan hasil pengukuran kinerja di Klasifikasi I, II, dan III sebelumnya, baik di tingkat Wilayah, Cabang, MWC dan Ranting NU.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja di Klasifikasi I, II, dan III, struktur NU baik di tingkat Wilayah, Cabang, MWCNU dan Ranting NU.digolongkan dalam Kategori A, B, dan C.

  1. Struktur organisasi NU sebagaimana masuk kategori A, manakala mendapatkan nilai di atas dan/atau sama dengan 80% dari kriteria penilaian.
  2. Struktur organisasi NU sebagaimana yang masuk kategori B, manakala mendapatkan nilai antara 70% sampai dengan 80% dari kriteria penilaian.
  3. Dan struktur organisasi NU yang masuk kategori C, manakala mendapatkan nilai 60% sampai dengan 70% dari kriteria penilaian.

Demikian artikel tentang Pengukuran Kinerja Perkumpulan (Organisasi) NU. Selebihnya untuk dirujukkan ke Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama ((Perkum NU) Nomor 11 tahun 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button