Haji Umroh

Pemberangkatan Jamaah Umroh Al Ma’wa NU Cilacap

Biro Perjalanan Umroh Al Ma’wa NU Cilacap menyiapkan pemberangkatan jamaah umroh; menyusul Surat Edaran Kementerian Agama berkaitan dengan pelaksanaan Ibadah Umroh di masa pandemi.

Selain Surat Edaran, juga berkaitan dengan adanya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1332 tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Ibadah Umroh Pada Masa Pandemi Covid-19.

Arif Himawan, Direktur Biro Umroh Al Ma’wa NU Cilacap menyampaikan hal tersebut kepada NU Cilacap Online; di sela sela acara Sosialisasi dan Pembahasan Teknis pemberangkatan jamaah umroh di Gedung Pusdiklat PCNU Cilacap, Sabtu (22/1).

“Sejumlah 39 calon jamaah umroh Al Ma’wa NU hadir mengikuti kegiatan tersebut. Secara umum, mereka bisa memahami aturan dari pemerintah; dalam hal ini melalui Kementerian Agama. Mereka juga menyadari, bahwa dengan segala risiko tetap mengehendaki untuk berangkat menjalankan Ibadah Umroh,” ungkap Arif.

Salah satu risiko di antaranya adalah naiknya biaya penyelenggaraan Ibadah Umroh. Juga, aturan yang ketat terkait protokol kesehatan dan karantina. Menurut Arif, karantina 1 hari sebelum berangkat di tanah air. Di Arab Saudi 4 hari karantina setelah kedatangan. Juga karantina 7 hari setelah kepulangan.

“Adanya Surat Edaran dan KMA tidak menyurutkan niat calon jamaah umroh. Terbukti, mereka sangat antusias untuk menyiapkan diri. Atas alasan tersebut, Kami dari Al Ma’wa NU juga sedang menyiapkan pemberangkatan jamaah umroh,” terang Arif.

Calon Jamaah Umroh Tertunda

Masih menurut Arif Himawan, menyiapkan pemberangkatan jamaah umroh juga merupakan kewajiban Al Ma’wa NU. Dia mengungkapkan, bahwa tidak kurang dari 100an calon jamaah umroh Al Ma’wa NU Cilacap dalam kondisi tertunda keberangkatannya sejak masa pandemi covid-19.

Jamaah Umroh Al Ma'wa NU Cilacap

Baca Juga

Sebagian calon jamaah umroh saat itu, kondisinya sudah mendaftarkan diri; sudah melaksanakan Manasik Umroh; juga sudah siap dalam hal teknis keberangkatan. Sebagiannya lagi baru pada tahap proses pendaftaran.

Namun atas kebijakan pemerintah Arab Saudi, juga pemerintah Indonesia, seluruhnya tertunda keberangkatannya.

“Sejumlah 39 calon jamaah umroh yang hadir hari ini juga merupakan calon jamaah yang tertunda kebrangkatannya. Mengingat SE dan KMA, Kami juga harus menyiapkan segala sesuatunya untuk kembali melayani calon jamaah umroh,” imbuh Arif.

Menjelang pemberangkatan, pihak Al Mawa NU Cilacap segera menyiapkan beberapa hal. Di antaranya, pemantapan materi manasik umroh, baik teori maupun praktik; seperti Thowaf dan Sai, serta buku panduan Manasik Umroh.

“Secara teknis untuk memenuhi ketentuan peemrintah, jamaah umroh kita dorong untuk; sudah melaksanakan vaksin dosis lengkap, mengikuti vaksin miningitis, melengkapi persyaratan dan dokumen terkait pengajuan visa umroh,” jelas Arif.

Semua itu harus terpenuhi oleh calon jamaah Umroh. Arif berharap, semua calon jamaah umroh dalam kondisi sehat, memastikan tidak terpapar covid-19, bisa berangkat tepat waktu; juga pulang tepat waktu.

“Kunci dari semua ini adalah kesiapan pihak Travel Biro Umroh Al Ma’wa NU Cilacap, juga calon jamaah umroh. Selebihnya, setelah kita berikhtiar, semua kita serahkan kepada Allah SWT,” pungkas Arif.

Menurut rencana, pihak Al Ma’a NU Cilacap akan memberangkatkan jamaah umroh pada bulan Februari. Tepatnya tanggal 23 Februari 2022.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button