Catatan Redaksi

PCNU Cilacap, Vaksinasi Covid-19 dan Herd Immunity

PCNU Cilacap melalui program Vaksinasi Covid-19 menjalankan ikhtiar organisasi NU di Kabupaten Cilacap dalam rangka ikut serta mewujudkan kekebalan komunitas (herd immunity). Apa itu herd immunity?

Herd immunity, dikenal juga sebagai ‘kekebalan populasi’, adalah konsep yang digunakan untuk imunisasi, di mana suatu populasi dapat terlindungi dari virus tertentu jika suatu ambang cakupan imunisasi tertentu tercapai. Kekebalan kelompok tercapai dengan cara melindungi orang dari virus, bukan dengan cara memaparkan orang terhadap virus tersebut.

Kapan kita akan mencapai kekebalan komunitas terhadap virus corona? Ada yang memberi jawaban; ketika kita sudah divaksin untuk COVID-19. Karena kita tidak bisa hanya mengandalkan kekebalan alami. Diperkirakan, untuk mencapai herd immunity membutuhkan sekitar 70% populasi untuk mengembangkan antibodi. Juga untuk menghentikan transmisi komunitas COVID-19.

Lalu, apa yang terjadi ketika kita telah mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) untuk COVID-19? Ada beberapa indikasi bahwa ini mungkin seperti flu, dan kekebalan itu mungkin tidak bertahan lebih dari empat atau lima bulan. Jadi, kekebalan dapat berkurang seiring waktu, dan orang perlu divaksinasi ulang. Tapi, konon, belum ada yang benar-benar tahu.

Jarang sekali seseorang terinfeksi virus corona dua kali. Tetapi virus diketahui berubah seiring waktu, atau bermutasi. Jadi, intinya hanya karena kita kebal hari ini, tidak berarti kita masih akan kebal 3 atau 6 bulan dari sekarang.

Giat Vaksinasi Covid-19

Di Kabupaten Cilacap peran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dalam vaksinasi Covid-19 sangat terasa. Beberapa kali pelaksanaan giat vaksinasi, di sejumlah titik penyelenggaraan. Giat vaksinasi Covid-19 bahkan nyaris lebih populer daripada kegiatan internal organisasi NU lainnya. Setidaknya selama periode Juli Agustus dan September tahun 2021. Bahkan masuk ke bulan Oktober, masih ada agenda vaksinasi.

Semua itu adalah bentuk komitmen jangka panjang organisasi NU Cilacap dalam ikut serta mewujudkan herd immunity. PCNU Cilacap menyadari bahwa pandemi covid-19 adalah ancaman bersama. Tidak hanya kepada keberlangsungan organisasi, melainkan juga pada semangat, ghirrah, dan komitmen para pengurusnya.

Dampak langsung pandemi Covid-19 jauh sebelum pelaksanaan program vaksinasi, sudah sangat terasa bagi aktifitas organisasi. Kegiatan organisasi NU dengan ciri “berkumpulnya massa”, tidak terlaksana. Karena massa, dalam hal ini warga masyarakat, warga NU, juga terdampak.

Berkumpulnya massa, justru menjadi hal yang sangat diimbau untuk dihindari. Bahkan di level forum Tahlilan Yasinan pun ditiadakan. Di satu sisi, berkumpulnya massa berpotensi menjadi lantaran penyebaran virus Covid-19. Di sisi lain, juga menghambat proses terbentuknya herd immunity.

Pro dan kontra selalu mengiringi. Tidak sedikit warga bahkan tokoh yang tidak mempercayai keberadaan virus corona. Ini juga menjadi fenomena terkait. Karena memang virus corona sepertinya tetap menjadi “misteri” bagi sebagian orang.

Pada saat yang bersamaan, sebagai organisasi para Ulama, NU kehilangan banyak paku, punjer, sosok, tokoh, teladan. Ulama-ulama sepuh, berlatarbelakang pondok pesantren, wafat. Jumlahnya tidak hanya puluhan. Tapi ratusan. Sebuah kehilangan yang masif.

Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan Islam, di level Kabupaten, PCNU Cilacap juga terlibat dalam ikut serta “menjernihkan” suasana. Ihwal bagaimana penyelenggaraan Shalat Berjamaah, pelaksanaan Shalat Jumat, Shalat Idul Adha, Tarawih, Shalat Idul Fitri hingga status hukum Islam untuk vaksin.

Vaksinasi Sebagai Pilihan

Menghambat laju penyebaran covid-19 dengan vaksinasi menjadi pilihan PCNU Cilacap untuk turut di dalamnya. Nyaris tanpa mandat langsung dari pemegang kebijakan, dalam hal ini pemerintah. Jika vaksinasi sebagai pilihan, maka sudah tepat apa yang PCNU Cilacap lakukan.

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan NU Care LAZISNU Cilacap sebagai penggerak vaksinasi oleh PCNU Cilacap. Di dukung oleh unsur Lembaga terkait, Badan Otonom, MWCNU hingga Ranting NU. Yang menarik, pilihan melaksanakan vaksinasi bagi PCNU Cilacap ini bergerak secara mandiri.

Sampai beberapa kali melaksanakan Vaksinasi, ada satu pertanyaan menggelitik. Di mana vaksin itu berada? PCNU Cilacap tidak pernah memiliki vaksin secara mandiri. Itu fakta dari dampak sebuah kebijakan. Sementara PCNU Cilacap memilih melaksanakan Vaksinasi Covid-19.

Kembali ke upaya mandiri. Membuka jejaring hingga ke level Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui satgas Covid-19. Menyelenggarakan vaksinasi di banyak tempat. Meskipun tidak memiliki hak akses ke vaksin, tapi bisa melaksanakan vaksinasi. Dan itu bukan hal yang mudah. Juga bukan hal yang murah.

Apa yang kemudian bisa dilihat dan disaksikan adalah; organisasi NU tidak goyah. Di tengah lunglai dan mati surinya sebagian aktifitas, PCNU Cilacap menjadi satu-satunya ormas keagamaan yang terdepan dalam pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Cilacap.

Kembalinya aktivitas warga NU berbasis massa, adalah bagian yang PCNU Cilacap upayakan melalui Vaksinasi Covid-19. Di bulan Oktober, ada Peringatan Hari Santri. Juga Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. NU Cilacap Online ikut mendorong bagaimana publisitas peran PCNU Cilacap dalam giat vaksinasi Covid-19.

Selebihnya, biar publik dan masyarakat yang memberikan pandangannya. Dokumentasi pelaksanaan vaksinasi di Website Organisasi NU ini biar menjadi jejak digital. Sebagai pengingat. Sebagai arsip digital peran-peran sosial kemasyarakatan dan kesehatan PCNU Cilacap.

Bahwa vaksinasi Covid-19 menjadi alur menuju terwujudnya herd immunity, iya. Namun, masih banyak faktor lain yang menentukan. Sementara itu, PCNU Cilacap terus berusaha bergerak; menggerakkan potensi organisasi lainnya, agar tidak semakin tertinggal. Karena organisasi NU di Cilacap juga memiliki banyak kegiatan yang harus menjadi prioritas, dan itu menuntut untuk dilaksanakan. (Redaksi).

Temukan NU Cilacap Online NUCOM dan ikuti di Twitter, Facebook Fans Page, dan ikuti Instagram, juga subscribe channel YouTube kami.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button