PC Fatayat Cilacap Masifkan Edukasi Vaksinasi Untuk Lansia

NU CILACAP ONLINE – Mendekati bulan Romadhon, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Cilacap secara masif melakukan sosialiasi dan edukasi terkait vaksinasi covid-19 terhadap lansia. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka percepatan jangkauan vaksinasi untuk kaum rentan.

Kegiatan ini merupakan program kerjasama antara PC Fatayat NU Cilacap dengan Jalin Foundation dan Migrant Care. Tujuannya adalah membantu program pemerintah dalam percepatan vaksin covid-19 khususnya bagi kalangan kaum rentan. Kelompok rentan ini meliputi lansia, penyandang disabilitas, dan komunitas adat.

Adapun dalam pelaksanaan projek kerjasama ini diwakilkan kepada Sekretaris PC Fatayat NU Cilacap Nisfatul Azizah dan Koordinator Bidang Litbang Naeli Rokhmah. untuk selanjutnya keduanya disebut sebagai Agen of Change (AOC) atau agen perubahan.

Dalam program ini PC Fatayat Cilacap diharuskan menjangkau target 900 orang. Sebagai AOC, Nisfatul Azizah mengungkap bahwa pihaknya dituntut bergerak cepat mengingat target harus memenuhi 900 orang.

Untuk menyelesaikan proyek ini, Fatayat diberi waktu 6 minggu yang akan berakhir pada 31 Maret 2023 mendatang.

Artikel Terkait

“Kami diberi waktu 6 minggu dimulai sejak pertengahan Februari kemarin dan akan berakhir 31 Maret mendatang. Kami mentargetkan selesai lebih awal agar tugas kelar sebelum masuk bulan Ramadhan,” kata Nisfa saat mengisi sosialisasi vaksin di jamaah Muslimat NU Kecamatan Adipala di Balai Desa Bunton Adipala, Ahad (26/2/2022).

Beberapa Hal Menghambat Vaksinasi Kaum Rentan

Dalam edukasinya, PC Fatayat memberikan pemahaman tentang pentingnya vaksinasi bagi kaum rentan khususnya lansia. Ada beberapa hal yang menjadi alasan kaum rentan enggan melakukan vaksin. Di antaranya perasaan tidak butuh terhadap vaksin.

“Mereka para lansia umumnya menganggap bahwa vaksin covid-19 ini tidak penting. Alasannya karena umumnya mereka tidak bepergian jauh yang mengharuskan memiliki sertifikat vaksin. Padahal meskipun tidak bepergian, mereka tetap rentan tertular karena kontak dengan anggota keluarga yang lain,” ujar Nisfa.

Selain itu, faktor akses juga menghambat mereka. Apalagi bagi penyandang kaum difabel. Maka dibutuhkan sarana yang bisa menunjang mereka agar mudah mencapai lokasi vaksinasi. Bila perlu jemput bola.

“Nanti akan difasilitasi untuk yang kesulitan aksesnya. Bila perlu juga disediakan pendamping bagi penyandang difabel,” terang Nisfa.

Faktor isu hoaks yang beredar tentang vaksin juga menyebabkan banyak masyarakat gagal paham. Masih banyak yang menganggap bahwa vaksin berbahaya. Ada juga yang beranggapan bahwa vaksin terbuat dari zat yang diharamkan. Maka hal yang seperti ini perlu diluruskan agar tidak berlarut-larut.

“Maka dengan edukasi ini, kami berusaha meluruskan pemahaman masyarakat terhadap vaksin,” sambung Nisfa.

Untuk memudahkan jalannya edukasi, AOC dibekali beberapa alat peraga seperti banner, stiker, dan peralatan lainnya. Selain PC Fatayat NU, Jalin Foundation juga mengajak beberapa ormas lainnya seperti Muslimat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Aisiyah, Ikatan Pelajar Muhamadiyah (IPM) dan Pendamping Penyandang Disabilitas. (Naeli Rokhmah)

Baca juga Cerita Edukasi Vaksin Di Paguyuban Cahya Buana Srandil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button