Badan Otonom NU

PAC IPNU-IPPNU Sampang Halal Bi Halal dengan Sesepuh NU

Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, kader IPNU-IPPNU Kecamatan Sampang melakukan halal bi halal dengan para kesepuhan NU se-Kecamatan Sampang.

Ramadhan sudah berlalu, saatnya kita meminta maaf kepada orang tua sesepuh sanak saudara dan tetangga, untuk menyempurnakan ibadah kita kejalan yang fitri, di indonesia mungkin sudah menjadi tradisi dari zaman dahulu. Ketika kita memasuki 1 Syawal, banyak yang berbondong bondong saling bermaaf-maafan, saling menyambangi saudara saudara kita guru guru kita para kyai Kyai kita untuk menjaga silaturrahmi agar tetap kokoh,

Hal ini tak ketinggalan dilakukan oleh Kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU-IPPNU) Sampang. Sudah  menjadi tradisi, setiap tahun ketika sehabis lebaran, Pengurus dan anggota  PAC IPNU IPPNU Sampang menyambangi satu persatu rumah para Pembina PAC an para kyai sepuh di Kecamatan Sampang.

halal bi halal IPNU Sampang
Kader PAC IPNU Sampang bersama pembinan IPNU-IPPNU Sampang

Tak hanya di tingkatan PAC, di tingkatan Ranting pun  kegiatan tersebut dilaksanakan. Para oelajar NU ini telah memulai silaturahim sejak Jumat (14/05) dari rumah ke rumah para Pembina dan kesepuhan NU.

Ketua PAC IPNU Sampang Dody Gondo kepada NU Cilacap Online mengatakan tujuan diadakannya acara halal bi halal ini.

“Yang jelas kegiatan ini sudah menjadi tradisi di PAC Sampang, jadi tujuannya adalah untuk melestarikan kegiatan yang positif ini. kemudian, dengan adanya silaturahim ini diharapkan akan mendekatkan antara anggota atau pengurus kepada pembinanya. Halal Bihalal ini juga berutujuan mengeratkan silaturahmi dan meminta do’a dari pembina dan kyai kyai sepuh untuk kemajuan IPNU IPPNU Sampang”, tutur Dody Gondo (15/05/21).

Selama kegiatan berlangsung, banyak wejangan diterima oleh kader IPNU-IPPNU Sampang ini.

“Banyak yang memberikan wejangan wejangan dari pembina untuk pengurus agar selalu Berjuang Di NU. Dan itu menjadi salah satu sumber semangat asupan semangat dari para pembina dan sesepuh, agar selalu semangat melestarikan tradisi NU dan berjuang di NU”, pungkas Dody.

 

kontributor : Habib Yusuf

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

three × 5 =

Back to top button