MWCNU

“Ngalap Berkah Sandal Kiai” Ala Kader IPNU Kedungreja

Ngalap Berkah Sandal Kiai? Kok bisa? Lalu apa dan bagaimana alasannya? Kader IPNU Kedungreja tampak merapihkan Sandal Kiai para peserta Konferensi MWCNU Kedungreja; di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kedungreja Tanggal 28 November 2021;

Ada yang unik dalam Konferensi MWCNU Kedungeja tersebut; yakni pada Kader PAC IPNU Kedungeja diketahui oleh Tim Media Nahdliyyin Kedungreja; sedang menata sandal para kiai yang hadir sebegai peserta dalam acara Konferensi ini.

Saat ditanya, mengapa menata atau merapihkan sandal kiai? Ia menjawab; Ngalap berkah melalui sandal kiai lebih utama dari pada dengan selainnya karena sandal Kiai digunakannya untuk membawa jasad dan ruh Kiai seutuhnya.

Salman dan Rasulullah SAW

Kegiatan menata sandal ini terlihat sepele, namun ternyata ada dasar kisah di balik perbuatan yang sepele itu.
Di zaman Rasulullah SAW ada seseorang anak berumur belasan tahun bernama Salman. Ia selalu datang lebih awal ke Masjid sebelum Nabi Muhammad SAW datang, setelah Nabi masuk masjid.

Salman kemudian bergegas merapikan dan membalik posisi sandal Rasulullah SAW, hal itu di lakukan setiap hari sehingga membuat Rasulullah SAW penasaran untuk mengetahui siapa yang melakukannya itu.

Suatu kali saat masuk masjid, Rasulullah SAW sengaja bersembunyi untuk melihat siapa orang yang merapikan dan mengubah letak sandalnya; saat itulah terlihat, bahwa Salman yang melakukannya, lalu Rasulullah mendoakan agar Salman menjadi orang yang alim dalam ilmu fiqih.

Walhasil, bahwa budaya berebut atau menata sandal Kiai merupakan budaya positif yang perlu dilestarikan. Sudah lazim ungjapan Ngalap Berkah Sandal Kiai. Di kalangan Nahdliyin, tradisi “merapihkan Sandal Kiai” bukan suatu hal yang asing. Itu sudah terbiasa berlaku di sejumlah tempat seperti Musholla, Masjid, Pondok Pesantren.

Ketua MWCNU Kiai Samsul Mungin juga mengapresiasikan apa yang dilakukan oleh para kader IPNU Kedungreja. Budaya seperti itu harus dilestarikan oleh kaum muda karena kaum muda NU. Sebagai kader IPNU harus bisa memberi contoh yang baik kepada calon kadernya.

Papa momen Konferensi inilah semua BANOM dan lembaga haru bisa bersama sama mensukseskan kegiatan ini, seperti yang diusung oleh panitia dengan tema Membangun Sinergi Mewujudkan Kemandirian Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama. Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdaltul Ulama Kedungreja dihadiri peserta dari semua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), Banom NU dan Lembaga.

Kontributor: Anas Mubarok

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button