MWCNU Gandrungmangu Kukuhkan Panitia Hari Santri 2023

NU CILACAP ONLINE – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gandrungmangu Cilacap mengukuhkan kepanitiaan Hari Santri Nasional Tahun 2023, Ahad, (17/9) di Masjid Besar Al-Ikhlas Kecamatan Gandrungmangu.

Secara resmi kepanitiaan Peringatan Hari Santri Nasional MWCNU Gandrungmangu dikukuhkan oleh Rais Syuriyah MWCNU Gandrungmangu KH Mahfudz Fauzi. Diketahui Solihin, S.Pd.I,M.Pd terpilih sebagai Ketua Panitia, sedangkan Fadlan, S.Pd.SD sebagai Sekretaris.

Pantia harian Pelaksana Hari Santri Nasional MWCNU Gandrungmangu juga terdiri dari beberapa seksi. Di antaranya; seksi perlengkapan, pubdekdok, acara, penggalangan dana, keamanan, konsumsi dan keamanan. juga penanggungjawab khusus pelaksanaan upacara Hari Santri,

“Jauh hari kami persiapkan peringatan Hari Santri Nasional dengan membentuk dan mengukuhkan panitia. Mereka ini yang nantinya akan bertanggungjawab  atas keseluruhan kegiatan Hari Santri tingkat MWCNU Gandrungmangu,” ungkap KH Mahfudz Fauzi.

Momentum pengukuhan ini, lanjut KH Mahfudz Fauzi, sekaligus memberikan mandat kepada personil panitia. Untuk menyiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan Hari Santri Nasional tahun 2023.

Kegiatan

Sementara itu, Fadlan, S.Pd.SD mengatakan, sejumlah kegiatan Hari Santri Nasional sudah disiapkan oleh MWCNU Gandrungmangu. Di antaranya donor darah, perlombaan yang melibatkan Badan Otonom NU, Istighotsah tingkat MWCNU.

“Kami juga mengagendakan kegiatan Kirab Santri dan Upaacara. Pnncaknya dengan agenda Gandrungmangu Bershalawat dan Istighatsah di masing-maing Pengurus Ranting,” tandas Fadlan.

Pengukuahan panitia Hari Santri Nasional MWCNU Gandrungmangu bertepatan dengan pelaksanaan selapanan Ahad Legi, yang memang sudah berjalan secara rutin.

“Selapanan yang juga bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menggelar Mujahadah dan Istighotsah Asmaul Husna,” ungkap Fadlan.

Tampak hadir seluruh Pengurus MWCNU, Lembaga maupun Badan Otonom serta seluruh warga nahdliyin se-Kecamatan Gandrungmangu.

Berbeda dari sebelumnya, yang biasanya hanya berisi ngaji Tafsir Jalalain dan Dzikir Asmaul Husna, selapanan kali ini juga membaca Maulid Albarzanji sampai dengan mahalul qiyam yang dengan iringan grup rebana PR IPNU Gandrungmanis. (Neni Is)

Baca juga Apa itu Selapanan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button