Menekan Memori, Mengenang Laku Lampah Kiai

Peringatan HSN 2023 Desa Salebu Majenang Cilacap

NU CILACAP ONLINE – Inti setiap peringatan adalah menekan memori. Dalam hal peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023 kali ini adalah upaya daya ingat kita untuk kembali terpanggil dan memanggil, eling pada para leluhur, pada peran mereka yang dengan jiwa kesantriannya telah mencatat sejarah, melalui laku lampah mereka (Kiai) kita menuai berkah.

“Menekan Memori, Mengenang Laku Lampah Kiai, Maka Desa pun menjadi ada, trukah dan jihad mereka, desa menjadi pemerintah, dan berkah ilmunya wajib kita lestari amalkan dan jayakan Desa, untuk kejayaan bangsa”. Hal itu dikatakan Kepala Desa Salebu Agus Fauzi dalam sambutan utamanya pada acara tasyakuran Hari Santri Nasional 2023 yang dihelat di Pendopo Desa Salebu Majenang Cilacap. Ahad, (29/10/2023)

“Dengan demikian Jihad Santri Jayakan Negeri akan lebih membumi.” Terangnya padat singkat.

“Maka peringatan atas jasanya adalah acara penting bagi kita semua selaku warga desa dan sebagai warga bangsa.” Imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting (PR) NU Salebu, KH Achmad Miftahudin menjelaskan penetapan Hari Santri pada tanggal 22 Oktober yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015.

“Keputusan ini merupakan tindakan resmi dari pemerintah Indonesia untuk mengakui dan meresmikan perayaan Hari Santri, yang mencerminkan pentingnya peran dan kontribusi para santri dalam sejarah dan perkembangan negara.” Terangnya.

Sejak penetapan tersebut, lanjutnya, tanggal 22 Oktober telah menjadi momen peringatan penting untuk menghormati peran santri dalam berbagai aspek kehidupan nasional.

“Jika melihat dari latar belakang sejarah yang panjang. Keterkaitan santri dengan sejarah perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan sangat kuat.”

“Pada masa itu, santri turut aktif dalam gerakan jihad sebagai bentuk sumbangsih mereka dalam perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia dengan sepenuhnya, bukti adanya Resolusi Jihad sebagai kunci utamanya,” pungkasnya.

Ketua panitia M Ibnu Subkhi S.Ag Bin H Aminun mengatakan peringatan Hari Santri di samping merupakan momentum merayakan peran dan kontribusi penting santri dalam kesejarahan peradaban Indonesia.

“Dalam acara ini juga mencerminkan pentingnya pendidikan, dan pengembangan nilai-nilai keislaman dalam masyarakat lokal Desa Salebu, bagaimana mentransformasikan ilmu ke pada amaliyahnya,” Terangnya.

Baca juga Kiai Ikhrom; Antara Ruh dan Jasmani Butuh Nutrisi Seimbang

Adapun pengajian dan ceramah keagamaan diadakan kali ini selain sebagai ajang syukur berkah warga masyarakat bisa saling bertemu dan bersilaturahmi. Tasyakuran ini juga untuk mendalami, menyelami nilai-nilai dan sejarah kebudayaan Islam Indonesia.

“Dengan peringatan kita bersama akan tahu bagaimana cara melestarikan dan mengembangkan ilmu, sebagaiamana kontribusi, peran kiai santri, ulama yang telah memajukan peradaban dalam kesejarahan kebudayaan dan perkembangan agama Islam di Indonesia pada umumnya.”

“Dan yang paling penting dalam kegiatan ini adalah semua warga desa kumpul. Dengan berdoa bersama. Apalagi acara doa bersama ini dipimpin cicit Syaikhona Kholil Bangkalan guru Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari Pendiri NU, KH Ahmad Ali Sururi yang diikuti oleh semua jamaah untuk memohon berkah, keselamatan, dan kemajuan bagi seluruh warga desa bahkan Bangsa Indonesia. Dan itu merupakan suatu keistemewaan yang penuh makna.” Pungkasnya.

Baca juga Mbah Benu, Catatan Nitizen Pada Lakulampahnya

Perlu diketahui bahwa acara tasyakuran ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan peringatan HSN 2023 Desa Salebu, diawali dengan kegiatan upacara HSN di Lapangan Desa Salebu Rancah Ilat, lalu Pawai Budaya Desa dan Taaruf Kelembagaan Keagamaan Desa.

Tari Sufi dalam Peringatan HSN 2023 di Salebu, Majenang
Tari Sufi dalam Peringatan HSN 2023 di Salebu, Majenang

Acara tasyakuran ini dihadiri TNI, POLRI, Habaib, para tokoh masyarakat desa, jajaran Perangkat Desa, serta ribuan warga tumpah ruah turut berkhidmat dalam HSN ini. Acara juga Dimeriahkan oleh grup hadrah Raudhatul Jannah, Majelis-majelis Shalawat, tari sufi dari Santri sekolah seni Lesbumi MWCNU Majenang. (IHA)

Baca juga Kiai Maryono Mubarok: 3 Momentum Berharga di Bulan Oktober

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button