Media Sosial Pintu Gerbang Peradaban Dunia

NU CILACAP ONLINE – Tugas besar bagi Nahdlatul Ulama dalam satu abad NU, yaitu bahwa NU siap menghadapi peradaban dunia. Dan salah satu pintu gerbang yang menunjukan kita siap menghadapi peradaban dunia adalah media sosial.

Demikian kata  Suripto, S.Ag, Wakil Ketua Tanfidziyah Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karangpucung dalam Pelatihan Santri Berjurnalis inisiasi MWCNU Karangpucung. Kegiatan ini adalah dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023

Bertempat di Gedung Sekretariat Bersama MWCNU Karangpucung pada Jum’at (20/10/2023), kegiatan mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat. Hal ini melihat banyaknya peserta yang hadir melebihi target.

“Kami turut merasa bangga karena sebagian yang hadir, pesertanya ada 2 orang perwakilan dari 11 Ranting Muslimat NU. Ini menandakan bahwa meskipun di usianya masih tetap mempunyai jiwa semangat belajar yang tinggi,” tuturnya.

Jika dulu ada pepatah mengungkapkan bahwa mulutmu harimaumu, mungkin saat ini sudah berubah menjadi jarimu adalah pedangmu. Karena dengan satu tutulan jari tangan bisa langsung menembus dunia. Maka, sangat memprihatikan jika berita-berita yang muncul itu tidak bersahabat dengan NU. Bahkan tidak sedikit dari kiai-kiai NU yang masih mendownload video-video yang belum terjaga validitasnya.

“Untuk itu, saatnya kini kita yang akan menjadi benteng pemberitaan NU untuk tetap menjaga NKRI. Karena sudah zamannya sekarang semuanya melalui media sosial,” tegas Suripto

Disampaikan oleh Ketua Panitia HSN, H. Atep Jamaludin bahwa kegiatan ini dilaksanakan guna meningkatkan kemampuan menulis bagi kader NU, anak-anak muda, termasuk santri-santri pondok pesantren.

“Dengan adanya kegiatan ini, semoga akan melahirkan jurnalis-jurnalis handal NU dari Kecamatan Karangpucung,” katanya.

Baca juga Gerbang Tani DPC Kabupaten Cilacap, Ini Profilnya

Senjakala Literasi

Hadir sebagai narasumber, Pimpinan Redaksi NU Cilacap Online, H. Munawar AM mengungkapkan bahwa perkembangan membaca dan menulis saat ini sudah luar biasa.

“Orang hebat adalah orang yang punya karya dan itu akan dikenal sebagai pembaca yang hebat sekaligus penulis yang hebat. Penulis adalah pembaca. Namun, pembaca belum tentu penulis,” kata H Munawar.

Baca juga Media Organisasi Sosial Keagamaan NUCOM Cilacap

Lebih lanjut Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdaltul Ulama (PCNU) Cilacap ini mengatakan keprihatinannya terhadap minimnya minat membaca dan menulis pada pemuda.

“Hari ini tantangan membaca dan menulis itu sangat luar biasa. Jika kedepan aktivitas menulis itu menurun, maka ada sesuatu yang hilang yaitu di mana kreativitas menjadi mati,” ungkap H. Munawar

“Kita semua memiliki potensi sebagai penulis karena modal sebagai pembaca itu sudah ada. Maka sebagai yang punya potensi penulis hari ini bisa mengasah, melatih diri melalui aktivitas menulis,” lanjutnya

Menurutnya, kelihaian dan bagus atau tidaknya menulis itu tergantung pada latihannya. Semakin banyak orang yang cenderung pasif menulis akan semakin menimbulkan banyak orang yang aktif sebagai pembaca.

Pelatihan Santri Berjurnalis ini dihadiri oleh 139 peserta berasal dari Banom NU, sekolah, dan Pondok Pesantren Se-Kecamatan Karangpucung. Turut hadir dalam kegiatan Achmad Nur Wahidin dan Naely Rokhmah, S.Sos, Tim Redaksi NU Cilacap Online; Kiai Didin Sugiarto, M.S.I, Wakil Rais Syuriyah; Kiai Suripto, S.Ag, Wakil Ketua Tanfidziyah; H. Ahmad Fauzi, Ketua UPZIS; Hj. Muawanah Atep, Ketua PAC Muslimat; Ati Inayah, S.Pd.I, Ketua PAC Fatayat; H. Atep Jamaludin, ST, Ketua Panitia HSN sekaligus Ketua Majelis Kubro Asmaul Husna (MKAH); dan Narto, S.Kom.I, Wakil Ketua Tanfidziyah MWCNU Karangpucung. (Nessy/Naeli)

Baca juga Media Ansor Cilacap Dorong Kader NU Harus Melek Digital

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button