Catatan Redaksi

Media Organisasi Sosial Keagamaan NUCOM Cilacap

Media Organisasi Sosial Keagamaan seperti NU Cilacap Official Media atau NUCOM tidak hanya melulu mengenai wacana keagamaan; tapi juga aktifitas organisasi, praktik-praktik sosial keagamaan. Tentu, demikian seperti layaknya dan kebanyakan organisasi sosial keagamaan, memiliki media sudah merupakan kebutuhan.

Apa itu organisasi keagamaan? Organisasi keagamaan adalah organisasi yang bermula dari pengalaman keagamaan yang dialami oleh pendiri organisasi itu dan para pengikutnya. Dari pengalaman demikian lahir suatu bentuk perkumpulan keagamaan yang kemudian menjadi organisasi keagamaan yang sangat terlembaga (Weber dalam O’Dea1996).

Dalam konteks keindonesiaan sebagai negara hukum di dalamnya juga terdapat banyak sekali organisasi (sosial) keagamaan. Mereka adalah perkumpulan keagamaan yang terbentuk dari dan oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam lingkup suatu agama tertentu.

Organisasi Sebagai Media

Organisasi sendiri sejatinya adalah sebuah media; dalam pengertian wadah, tempat berkumpul dan bernaung; berkegiatan. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial (keagamaan) untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai secara sendiri-sendiri.

Dari mana asal usul organisasi sosial keagamaan? Salah satu intens kajian sosiologi agama adalah karena di dalam dan dari agama selalu ada dan muncul ekspresi sosial. Ungkapan-ungkapan keagamaan yang menyentuh wilayah sosial; dari sini, dibutuhkan media, berupa organisasi yang bernuansa keagamaan sekaligus sosial.

Ekspresi sosial dari ajaran agama dihidupkan dan dipelihara oleh adanya masyarakat penganut yang disebut dengan organisasi keagamaan, baik yang jelas strukturnya maupun sifatnya samar-samar.

Pada saat yang bersamaan, dalam rangka mempertahankan keberadaannya, setiap organisasi keagaman pun akan membangun jaringan sosialnya melalui pengembangan kelembagaan atau kegiatan kemasyarakatan.

Media Sosial Organisasi

Dan dalam rangka membangun jaringan sosial itulah kemudian pemanfaatan media sosial tumbuh bak jamur di musim penghujan. Media sosial adalah sarana yang digunakan oleh orang-orang untuk berinteraksi satu sama lain dengan menciptakan, berbagi serta bertukar informasi dan gagasan dalam sebuah jaringan dan komunikasi virtual.

Meraba keberadaan media sosial organisasi kiranya sebanyak organisasi itu sendiri; karena sifatnya yang melekat sesuai fungsi nya; yaitu sebagai “humas virtual” nya organisasi. Kehumasan yang bersifat sosial dan keagamaan dalam praktik media memiliki 4 ciri utama; yaitu terhubung (connected), tersinergi (synergized), organized (terorganisir) dan terkonsolidasi (consolidated).

Makna dari terhubung, tersinergi, terorganisir dan terkonsolidasi bagi organisasi sosial keagamaan menemukan titik singgungnya manakala organisasi sosial keagamaan mampu memanfaatkan dan mengambil maanfaat dari peran media sosial.

Sebagai media organisasi sosial keagamaan Nahdlatul Ulama (NU), NUCOM Cilacap masih berusaha menampakkan ke 4 ciri di atas; melalui publikasi content wacana keagamaan, praktik kegiatan sosial organisasi dalam bentuk berita maupun dokumentasi. Semua membutuhkan waktu yang cukup untuk bisa terpenuhi. (Redaksi).

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

nineteen − eleven =

Back to top button