by

Kyai Farchan Abu Amar

Kyai Farchan Abu Amar. Kyai Farchan bin KH. Abu Amar bin KH. Abdurrohim lahir di Desa Karangjati dr keluarga sederhana buah pernikahan Kyai Abu Amar dengan Ny. Sri Rahayu. Farchan muda merupakan putra sulung dari 8 bersaudara yg mengenyam pendidikan agama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

Perjalanan hidupnya sebagai santri terbilang unik karena keberanian sekaligus kebersahajaannya sebagai anak dari kalangan biasa secara ekonomi saat itu. Dari dua watak Farchan muda tersebut muncul aura kepemimpinan dan karakter penggagas dengan ide yang maslahat.

Tercatat beberapa riwayat dari sejawatnya di pesantren bahwa Kyai Farchan merupakan pemrakarsa berdirinya HISBAN (Himpunan Santri Banyumas) di Jombang. Seiring waktu himpunan santri ini meluas ke berbagai pesantren di Jatim.

Ketokohan Farchan muda yang pemberani bukan karena anak juragan atau kyai sugih tetapi kebersahajaan yang merasuk dalam dirinya, bahwa santri kere (miskin) memiliki hak sama dalam layanan pendidikan. Seperti dicuplik dari Film Sang Kyai, santri miskin hampir ditolak di pesantren oleh pengurus karena tak ada biaya, maka superioritas santri anak orang kaya di Tambakberas harus berhadapan dengan sosok Farchan muda yang membela hak semua santri baik layanan logistik, belajar mengajar maupun interaksi dengan kyai atau sang guru. Hal ini tercermin dlm QS:49:13, bahwa indikator mulia bukan dari harta dan tahta tapi dari taqwa.

Diceritakan suatu ketika Farchan muda sedang makan pagi di masjid bersama (kepungan slametan) para santri dan para guru seusai Idul Adha. Halaqoh tampah makan santri dengan santri tidak berani campur dengan kyai karena ta’dzimnya. Namun karena patuhnya kepada kyai Farchan muda bergabung dengan halaqoh KH. A. Wahab Chasbulloh saat beliau dawuh santri agar ikut di sajian kyai. Fakta ini sempat menjadi cibiran santri lain karena fenomena itu dinilai su’ul adab.

Saat pulang dari pondok Farchan muda menikah dengan Ny. Cholifah binti H. Abdulloh Husen Kroya ipar dr KH. Mudasir sejawat beliau di Jombang. Walimatul arus dengan saksi KH. A. Wahab Hasbulloh menjadi perhelatan akbar saat itu. Pernikahan dari dua keluarga yg berbeda, kalangan santri dan pedagang telah menjadi animo bahwa santri tidak perlu silau dengan duniawi. Begitupun kedekatan interaksi sosial, hendaknya rakyat jangan minder dengan pejabat, si miskin jangan kecil hati dengan nasib hidupnya.

Tentang Penulis: admin

Gravatar Image
Seorang Relawan yang berusaha menghadirkan aktifitas Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap secara Online. Salam Perjuangan untuk Penghidmatan yang Berkelanjutan. Terima kasih atas kunjungan Anda semuanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita & Artikel Lainnya