Pondok Pesantren

Kita Jaga Kiai Dan Santri, Menuju Herd Immunity Pesantren

Kita Jaga Kiai Dan Santri adalah langkah Vaksinasi kongkrit menuju Herd Immunity Pesantren di mana Kiai dan Santri berada di dalamnya. Herd immunity adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.

Misalnya, jika 80% populasi kebal terhadap suatu virus, empat dari setiap lima orang yang bertemu seseorang dengan penyakit tersebut tidak akan sakit dan tidak akan menyebarkan virus tersebut lebih jauh. Dengan cara ini, penyebaran penyakit tersebut dapat dikendalikan. Bergantung pada seberapa menular suatu infeksi, biasanya 70% hingga 90% populasi membutuhkan kekebalan untuk mencapai kekebalan kelompok (infeksiemerging.kemkes.go.id)

Sejak munculnya virus corona, pandemi covid-19 April 2020 lalu, pesantren merupakan bagian dari entitas rentan ‘terkena dampak’ serius. Dalam perjalanan pandemi, muncul Kluster Pesantren, termasuk Pondok Pesantren El Bayan Majenang, Cilacap.

Pernah viral dan menjadi perhatian banyak pihak. Tak terkecuali Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) yang baru-baru ini sepertinya penanganan mengarahkan fokusnya ke sana.

Setelah lama tidak ada kabar kluster pesantren, PBNU masih menaruh perhatian dengan fokus membangun herd immunity (kekebalan kelompok) melalui program Vaksinasi Kita Jaga Kiai dan Santri. Tujuanya jelas untuk melindungi seluruh elemen kaum pesantren dari santri, pengurus, asatidz dan masyayikh hingga masyarakat sekitar pesantren.

Ketua Satgas Covid19 PBNU, dokter Mohammad Makky Zamzami MARS mengemukakan, langkah membangun herd immunity di pesantren dilakukan dengan vaksinasi. Fokusnya ialah para santri dan pengurus pesantren, sebab sejak ramadan 2020 sudah melakukan pembelajaran tatap muka.

“Vaksinasi atau pemberian vaksin bertujuan membangun sistem kekebalan tubuh untuk bisa menciptakan protein dan menguatkan anti body yang berfungsi melawan penyakit. Fokus ke santri karena pesantren jadi satu-satunya institusi yang buka dan tatap muka sejak ramadan 2020,” katanya saat melihat langsung vaksinasi di Pesantren El Bayan Majenang, Cilacap, Kamis (26/8/2021).

Perihal PPKM di Indonesia

Ujung dari berbagai langkah penanganan Covid-19 adalah herd immunity, dan dari pesantren, hal itu bisa dimulai. Artinya, meskipun PPKM saat ini masih diberlakukan oleh Pemerintah, Pesantren dipandang mampu memberi kontribusi terciptanya herd immunity.

Kebijakan pemerintah pada PPKM yang terus diberlanjutkan sebenarnya untuk kemaslahatan bersama yakni menekan laju timbulnya kasus Covid-19 yang terkadang tidak bisa diprediksi.

“PPKM ini memang menurunkan kasus Covid-19, tetapi harus tetap menjalankan prokes dan memasifkan vaksinasi. Karena masih banyak daerah-daerah yang belum bisa mencapai cakupan 50 persen warganya tervaksinasi,” tutur Ketua Satgas NU Peduli, dokter Makky Zamzami.

Untuk memasifkan vaksinasi massal, ungkap dokter Makky, pemerintah perlu mengintensifkan kerja sama dengan berbagai komunitas peduli ataupun ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU).

“Seperti saat ini oleh PBNU, atau kemarin Gusdurian Peduli, lalu Muhammadiyah, Persis maupun ormas agama-agama lainnya bahkan ke Desa-desa, untuk menggalakkan vaksinasi massal tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya pemerintah juga harus memperluas jangkauan vaksinasi hingga ke tingkat Desa dan sekolah umum. Sebab 50 persen lebih penduduk di Indonesia adalah kalangan milenial dan sebagiannya tinggal di pedesaan.

“Kalau pemerintah bisa lebih tegas dalam mempercepat ke arah situ, saya rasa 50 persen penduduk kita bisa divaksin dan ini sudah sangat luar biasa,” ujarnya.

Sentra vaksinasi massal juga perlu diperbanyak. Misalnya dengan mendirikan sentra vaksinasi di tempat ibadah maupun di pusat perbelanjaan. Menurutnya, sentra vaksinasi tersebut harus nyaman dan mudah dijangkau oleh masyarakat, sehingga target vaksinasi bisa tercapai.

Kita Jaga Kiai Dan Santri

Dokter Mohammad Makky Zamzami MARS mengatakan, Kita Jaga Kiai dan Santri sebagai langkah memberikan perlindungan, vaksinasi diberikan kepada mereka, terutama bagi para pengasuh atau para kiyai yang sudah lanjut usia. Demikian juga dengan mereka yang komorbid atau memiliki penyakit bawaan tertentu.

Dengan demikian, usaha dan langkah ini buat mereka akan lebih aman dalam menjalankan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka langsung.

“Kiai, santri di vaksin. Kiai yang sepuh maupun pengurus punya komorbid bisa lebih aman dan dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Satgas NU Peduli Covid-19 PBNU menargetkan akan menyasar ke 48 pesantren besar di Jawa. Dengan estimasi lebih dari 50 ribu jiwa yang akan divaksin menuju langkah herd immunity berbasis pesantren. Sampai pekan ini, dilaporkan ada 6 pesantren yang sudah menggelar vaksinasi dosis pertama.

Menurutnya, vaksinasi bagi kiai dan santri dirasa akan lebih cepat digarap. Penyebabnya karena mereka tinggal di satu lokasi yang sama dan tercatat secara jelas oleh pesantren.

“Lebih efektif karena kiai dan santri ada di sini. Juga lebih mudah cepat dan (tanpa) perkumpulan yang menimbulkan kepadatan,” kata Dr Makky Zamzami MARS mengakhiri perbincangan dengan NU Cilacap Online.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

15 + five =

Back to top button