Kiai Ikhrom; Antara Ruh dan Jasmani Butuh Nutrisi Seimbang

NU CILACAP ONLINE – Kebutuhan jasmani dan rohani adalah dua aspek penting dalam kehidupan manusia. Keduanya saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Maka antara ruh dan jasmani keduanya butuh nutrisi yang seimbang.

Hal ini dipaparkan oleh Katib JATMAN Adipala Kiai Ikhrom Al Hasan pada acara pengajian umum Ahad Wage JATMAN Adipala, Ahad (15/10)di Masjid Miftahurrohman Desa Bunton Adipala.

Sesuai dengan namanya, kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang diperlukan oleh tubuh atau badan manusia. Kebutuhan jasmani umumnya lebih bersifat material. Ini merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan masalah kesehatan atau penampilan seseorang.

“Kebutuhan jasmani perlu terpenuhi agar tubuh tetap sehat dan terawat. Jika kebutuhan jasmani asupan nutrisinya tidak dapat terpenuhi, maka manusia bisa mengalami berbagai masalah, seperti terkena penyakit, lemas, lunglai, akhirnya untuk menjalankan ibadahpun tidak nyaman,” kata kiai Ikhrom.

Aspek Ibadah

Bukan hanya jasmani yang butuh asupan nutrisi saja. Rohani atau jiwa seseorang juga butuh asupan nutrisi sehingga harus dapat terpenuhi dengan baik. Apa saja yang dibutuhkan oleh ruh? Kiai Ikhrom menyebut ada dua hal, yaitu ibadah dan silaturahim.

“Pertama adalah Ibadah. Ibadah adalah segala bentuk ketaatan dan pengabdian kepada Allah SWT. Ini adalah cara seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon rahmat dan ampunan-Nya, serta mengharap ridhaNya,” terangnya.

nutrisi seimbang untuk dua aspek kehidupan; ruh dan jasmani
Jamaah Putri JATMAN Adipala

Lebih lanjut pengasuh pesantren Darul Fawaid Adipala ini berkata, Ibadah juga dapat membersihkan diri dari dosa-dosa, menghapus kesedihan dan kegelisahan, serta menambah kebahagiaan dan ketenangan hati.

“Sebagai pengamal tarekat yang mu’tabarah sudah sangat beruntung dengan mengamalkan dzikir. Karena ini adalah salah satu ibadah sekaligus asupan nutrisi kepada hati dan ruh kita yang lara akibat terlena oleh gemerlapan dunia, lalai kepada Allah SWT, gundah gulana,” sambungnya.

Dengan berdzikir kita mengingat Allah SWT. Dizkir dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja baik secara lisan maupun dalam hati. Karena pada hakikatnya dzikir adalah perbuatan hati. Hendaknya seorang hamba senantiasa berzikir tak terbatas oleh ruang dan waktu di manapun dan kapan pun.

“Baik dalam keadaan susah, senang, sehat maupun sakit kita harus mengingat (Dzikir) Allah SWT, adanya hal demikian rohani kita (ruh) mendapat asupan nutrisi dan membuahkan hasil kebaikan bukan kemungkaran,” ujar praktisi Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA) Cilacap ini.

Lebih lanjut kiai Ikhrom mengatakan dengan berbaiat tarekat kita harus menghubungkan (Rabithah) ruhaniah murid dengan ruhaniah Guru. Caranya dengan menghadirkan rupa (wajah) guru mursyid (murabbiruhi) atau orang yang membimbing ruh menuju mengenal Allah, ke hati sanubari murid ketika berdzikir.

“Hal ini  guna mendapatkan wasilah dalam rangka perjalanan murid menuju Allah SWT atau terkabulnya doa. Pada ruhaniah Guru Mursyid itu terdapat Arwahul Muqaddasah Rasulullah SAW atau Nur Muhammad,” paparnya.

Aspek Silaturahmi

Yang kedua adalah bersilaturahmi. Agama Islam mengajarkan umatnya untuk saling mencintai, menyayangi, membantu, menasehati, mendoakan dan memaafkan orang lain khususnya sesama muslim. Islam juga mengajarkan umatnya untuk berbuat baik kepada orang non muslim yang tidak memusuhi.

“Dengan menjaga silaturahim, seseorang dapat merasakan kasih sayang, persaudaraan, kebersamaan, dan kedamaian,” tegas kiai  Ikhrom.

Hadir pada pengajian hari itu tersebut ratusan jamaah dari berbagai pengamal tarekat maupun jamaah umum dari Desa Bunton dan sekitarnya.

Baca juga Kitab Idhatun Nasyiin, Gus Mus; Pentingnya Akhlak dan Etika

Sambut Hari Santri Nasional

Pengajian JATMAN hari itu sekaligus menyambut Hari Santri Nasional 2023 pengurus Idaroh Ghusniyah Jam’iyyah Ahlitthariqah Al-mu’tabarah Annahdliyah (JATMAN) Kecamatan Adipala. Ratusan jamaah hadir dari berbagai pengamal tarekat maupun jamaah umum.

Nutrisi seimbang untuk dua aspek kehidupan; ruh dan jasmani
Jamaah JATMAN Adipala

Hadir di tengah-tengah acara, Ketua (Mudir) Idaroh Ghusniyah JATMAN Adipala KH Afiffudin mengajak jamaah tarekat untuk menyambut HSN 2023 dengan menjaga  persatuan dan kerukunan.

“Jagalah kerukunan dan persatuan walaupun sebagian besar anggota Jatman adalah sepuh-sepuh. Mari mengisi terlibat bersama MWCNU dan Banom NU Adipala terutama ikut upacara Hari Santri Nasional pada Ahad mendatang di lapangan Waringin Welahan Wetan, semoga sehat selamat dunia akhirat” ajak Kiai Afiffudin.

Rutinan Ahad Wage yang dikemas dengan pengajian umum ini adalah putaran ke-Enam. Selapan sebelumnya di Ranting NU Desa Wlahar Adipala. (Rhmn)

Baca juga Awali Tahun 2023 Jatman Adipala Mengadakan Pengajian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button