Khutbah Jumat: Teknologi dan Pentingnya Nilai-Nilai Islami

Khutbah Jumat NU Cilacap Online NUCOM

NU CILACAP ONLINE – Khutbah Jumat NU Cilacap Online kali ini mengangkat tema tentang Teknologi dan Pentingnya Nilai-Nilai Islami dalam menghadapi zaman serba teknologi.

Nilai-nilai Islami tersebut di antaranya; kontrol diri, keamanan dan privasi, akhlak dan etika / adab berjejaring online, serta memilih konten yang bermanfaat.

Berikut Khutbah Jumat Teknologi dan Pentingnya Nilai-Nilai Islami selengkapnya.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَناَ أَنْ نُصْلِحَ مَعِيْشَتَنَا لِنَيْلِ الرِّضَا وَالسَّعَادَةِ، وَنَقُوْمَ بِالْوَاجِبَاتِ فِيْ عِبَادَتِهِ وَتَقْوَاهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ  صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمّا بَعْدُ:  فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْنِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. يَا أَيُّهَا الّذين آمنوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Segala puji milik Allah Subhanahu wa Ta’ala , Tuhan semesta alam, yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita menyembah dan hanya kepadaNYA kita memohon pertolongan.

Yaa Allah, Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

“Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan berkah kepada mereka.”

Al-Qur’an, Ilmu, Sains dan Teknologi

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Pandangan Al-Qur’an tentang sains dan teknologi dapat  ditelusuri dari pandangan Al-Qur’an tentang ilmu. Al-Qur’an telah meletakkan posisi ilmu pada tingkatan yang tinggi, sebagaimana tercermin dalam surat Al-Mujadalah ayat 11:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ….

Artinya” “… niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

Begitu banyak Ayat-ayat Al-Qur’an yang memerintahkan manusia untuk mencari ilmu atau menjadi ilmuwan. Al-Qur’an juga menggunakan berbagai istilah yang berkaitan dengan hal ini.

Di antaranya yaitu, perintah untuk melihat, memperhatikan, dan mengamati kejadian-kejadian terdapat pada Al Qur’an Surat Fathir ayat 27; Al-Hajj ayat 5,  Luqman ayat 20; al Ghasyiyah ayat 17-20, Yunus ayat 101,  Al-Anbiya’ ayat 30.

Baca juga Khutbah Jumat Bahasa Sunda Manusa Kabagi Opat Golongan

Perintah membaca Al Qur’an Surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Perintah supaya mengetahui suatu kejadian sebagaimana dalam Al Qur’an Surat Al-An’am ayat 97. Juga dalam Al-Qur’an Surat Yunus ayat 5.

Perintah untuk berpikir atau menalar berbagai fenomena di dalam Al-Qur’an Surat an-Nahl ayat 11, Surat Yunus ayat 101,  Surat ar-Ra’d ayat 4, juga dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 164,  dan Surat ar-Rum ayat 24, Al-Jatsiyah ayat 5.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Ada juga perintah menjadi Ulu Al-albab dalam Al-Qur’an Surat Ali ‘Imran ayat 7, ayat 190-191, juga Al-Qur’an Surat az-Zumar ayat 18).

Sedangkan pandangan Al-Qur’an tentang sains dan teknologi, dapat diketahui dari wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad Saw.:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang Mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam (tulis baca). Dia Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Al-‘Alaq: 1-5)

Atas dasar ini, tidak ada alasan untuk membuat dikotomi atau memisahkan ilmu agama dan ilmu non agama. Sebab, sebagai agama yang paling lengkap, tidak mungkin Islam mengesampingkan sains, karena sains adalah bagian dalam agama Islam.

Dampak dan Manfaat Teknologi

Marilah kita renungkan peran dan dampak teknologi dalam kehidupan kita sebagai umat Muslim saat ini. Teknologi telah membawa perubahan besar dalam cara kita berkomunikasi, bekerja, dan hidup secara keseluruhan. Tidak dipungkiri, kemajuan teknologi dapat memudahkan pekerjaan yang sulit, mempercepat suatu proses, meminimalisir kekeliruan dan berbagai kemudahan lainnya.

Kita harus mengakui bahwa teknologi memberikan berbagai manfaat bagi umat manusia. Dengan bantuan teknologi, kita dapat berkomunikasi dengan mudah melalui telepon, pesan instan, atau media sosial.

Kita dapat memperoleh pengetahuan dan pembelajaran melalui internet dan aplikasi edukasi. Teknologi juga membantu dalam sektor kesehatan, transportasi, dan banyak aspek lainnya.

Baca juga Teknologi Tanpa Iman

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Namun demikian, kita juga harus waspada terhadap penggunaan teknologi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islami.

Dalam kemajuan teknologi, kita juga harus menghadapi tantangan baru. Salah satu tantangan tersebut adalah pengaruh negatif teknologi terhadap moralitas dan nilai-nilai agama. Internet dan media sosial, misalnya, dapat mempengaruhi cara kita berinteraksi dengan orang lain.

Kita perlu berhati-hati agar tidak terjerumus dalam perilaku yang tidak pantas, penyebaran fitnah, atau bahkan ketergantungan terhadap teknologi yang berlebihan.

Sebagai umat Muslim, kita harus mengingatkan diri kita sendiri tentang prinsip dan nilai-nilai yang terkandung dalam agama kita. Islam mengajarkan tentang pentingnya menggunakan teknologi secara bijaksana, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ajaran agama.

Nilai-Nilai Islami di Era Teknologi

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Nilai-nilai islami yang perlu kita pertimbangkan dalam menghadapi era teknologi saat ini, di antaranya adalah:

Pertama, kontrol diri: Kita harus mengontrol penggunaan teknologi dan tidak menjadi budaknya. Jangan sampai teknologi mengganggu ibadah, kehidupan keluarga, atau tanggung jawab kita yang lain.

Kedua, keamanan dan privasi: Kita harus menjaga privasi kita dan melindungi diri dari ancaman cyber seperti kejahatan digital, penipuan online, dan penyebaran konten yang negatif.

Ketiga, akhlak dan etika online: Islam mengajarkan kita untuk berperilaku baik dan menghormati orang lain dalam dunia maya. Jangan menyebarkan berita palsu, berbicara kasar, atau menyakiti perasaan orang lain melalui media sosial.

Keempat, konten yang bermanfaat: Gunakan teknologi untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi yang bermanfaat. Sambutlah aplikasi dan platform yang membantu kita dalam meningkatkan ibadah, pembelajaran agama, atau membantu sesama.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Dalam menghadapi era teknologi ini, kita harus tetap teguh pada prinsip dan nilai-nilai agama kita. Kita harus menggunakan teknologi sebagai sarana untuk beribadah, berkomunikasi, dan meningkatkan kehidupan kita secara holistik. Dengan menggabungkan teknologi dengan akhlak yang baik, kita dapat memanfaatkannya untuk kebaikan dan kemajuan kita sebagai umat Muslim.

Marilah kita berdoa kepada Allah SWT agar memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita dalam menghadapi perkembangan teknologi ini. Semoga kita dapat menggunakan teknologi dengan bijaksana dan sesuai dengan ajaran-Nya.

بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Baca juga Khutbah Jumat: Hukum, Syarat, Rukun, Sunah dan Adab Khatib

Khutbah II

 

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْنِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ ، وَأَحُثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ اْلقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَاأَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ، وَقاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَى ذلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

 اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Naskah dan Teks Khutbah Jumat Teknologi dan Pentingnya Nilai-Nilai Islami ditulis oleh Saeful Nur Hidayat, Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Cilacap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button