Tasawuf Tarekat

KH Sulasih, Ada Tiga Point Penting Dari Ajaran Tarekat

Ada tiga poin penting utama dalam ajaran tarekat. Demikian disampaikan oleh Ketua Jam’iyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Muktabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Kabupaten Cilacap KH Sulasih saat melantik Pengurus Idaroh Ghusniyyah JATMAN tingkat Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Ahad (8/11/2022).

JATMAN sendiri menurut Mbah Sulasih merupakan wadah ahli dan pengamal thoriqoh yang mu’tabaroh yang diakui oleh Nahdlatul ‘Ulama dan termasuk Badan Otonom NU.

JATMAN merupakan badan otonom yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang beranggotakan tarekat-tarekat mu’tabarah di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada Juli 1979 M bertepatan dengan Rajab 1399 H ,” ucap Simbah Kiai Sulasih di hadapan pengurus terlantik.

KH Sulasih mengungkap dalil ajaran tarekat dalam Al-Qur’an. Tarekat yang berasal dari bahasa Arab, yaitu “thariqah” yang memiliki banyak pengertian, satu di antaranya yakni jalan. Terdapat banyak kosa kata yang dapat diartikan dengan jalan, seperti sabil, shirat, manhaj, atau minhaj, dan lain sebagainya. Baca: Tarekat Adalah Jalan atau Metode

Maksud jalan di sini merupakan jalan menuju kebenaran. Pengertian tarekat dapat diistilahkan sebagai suatu jalan atau rumusan, metode dan teknik serta syarat tertentu yang dapat dipercaya bisa membawa seseorang pada pencapaian tujuan tasawuf upaya mendekatkan diri sedekat mungkin kepada Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an Surat Al-Jin ayat 16 Disebutkan :

وَّاَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَاَسْقَيْنٰهُمْ مَّاۤءً غَدَقًاۙ

Artinya : “Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak). (QS. Al-Jin ayat 16 )

Mbah Sulasih menjabarkan bahwa ayat tersebut menyampaikan tiga point yakni; istiqomah, jalan kebenaran Islam, dan janji pahala dari Allah.

“Istiqomah adalah tentang komitmen pribadi, personal, kesanggupan diri. Jalan kebenaran Islam berarti tentang metode, teknik, dan cara yang dapat ditempuh (menuju kebenaran). Sedangkan janji pahala merupakan hasil akhir dari perjuangan pribadi untuk tetap istiqomah di jalan (kebenaran) Islam,” terang beliau.

Baca juga

Kata “Jalan” yang disebut dalam ayat Al-Quran di atas menggunakan diksi Al-Thariqoh atau Tarekat. Artinya, umat manusia yang istiqomah menempuhi jalan (tarekat), yaitu jalan yang sudah ditentukan dan ditetapkan Allah.

Jalan tarekat tersebut seperti mengikuti seluruh syariat agama, taat kepada semua perintah, dan menjauhi semua larangan, maka Allah Swt akan melimpahkan pahala yang besar, yang bermanfaat di dunia dan akhirat. (Khayaturohman).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button