Seni Budaya

Kata Hati Pengurus Lesbumi Untuk Almarhum KH Agus Sunyoto

Di bawah ini berhasil himpun oleh NUCOM Cilacap Kata Hati Pengurus Lesbumi sebagai antologi kehilangan sang guru, panutan yakni sejarawan Islam Nusantara, Kiai Ngabehi Haji Agus Sunyoto.

Sekretaris Lesbumi PBNU, Sastro Adi mengajak kepada seluruh aktivis Kebudayaan Islam Nusantara mengungkapkan kata hatinya terutama para punggawa Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nusantara untuk menyampaikan ke dalam kalimat mutiara sastrawinya baik puisi maupun sajak.

“Monggo2 dulur-dulur ungkapkan kecintaan kita kepada Beliau Guru kita, kita yakin setiap huruf yang tersusun bersama dengan cinta dan doa kita kepada beliau.” Terangnya Rabu, 28/4.

**

15 Ramadhan peringatan wafat Imam Ahlussunnah Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki
Hari selasa hari yg didambakan Mbah Moen (KH Maimoun Zubair) untuk dipanggil keharibaan Allah.
Kini di tanggal dan di hari tersebut lah Sosok Hebat itu pergi meninggalkan kita ..
Semoga Guru kita Kiai Ngabehi Haji Agus Sunyoto, M.Pd Husnul Khaatimah, dan kita bisa melanjutkan amanah tongkat estafet perjuangan Beliau. Aamiin..

Habib Ahmad Bin Hasan Ali Idrus

***

Kau Terlalu Lekas

Pada malam kelimabelas
Terasa kau terlalu lekas
Pergi membiarkan tunas
Sendiri numbuh di padas

Sejarak siang dan malam
Di antara bicara dan diam
Benih rindu t’lah kutanam
Di ladang mimpi sepejam

Mulai hari-hari kuhitung
Berapa sering aku urung
Membisik doa dari relung
Suka lagak paling ulung

Selama ini kusangka aku
Berani melampah tanpamu
Padahal nyata-nyata aku
Berteduh di bayanganmu

Kepergian meski pamit
Ternyata sebegitu pahit
Apalagi aku tahu betul
Kau takkan lagi muncul

Dalam sepi aku meminta
Datanglah sesekali masa
Boleh dalam mimpi indah
Boleh manakala aku lelah

Candra Malik (2021)

***

Demi Purnama di Awang

Barisan awan tampak sebagai sajadah yang tergelar panjang.
Bulan sempurna seperti dipasang oleh malam untuk menerangi kekasih pulang.
Tak mungkin kekasih pulang dalam bimbang, karena sang kekasih telah lama digadang diundang.
Maka demi Purnama sang kekasih dijemput pulang. Tanpa takut, khawatir atau gamang.
Sementara awan perak keemasan masih digelar berderet memanjang. Seperti menggoda, purnama pada malam ini berdendang: bagaimana denganmu yang masih malang dalam kepalsuan dan tipu daya yang tak pernah terpegang.
Demi Purnama sang kekasih berpulang. Diiringi seribu kunang-kunang pendamba cahaya terang.
Selamat berpulang. Langkah sang kekasih selama ini, ternyata di atas sajadah panjang tanpa kain dan tanpa benang.

Abdullah Wong (April 2021)

***

Puasamu telah tuntas, Kyai.
Meninggalkan kami yang masih centang perenang
Pucat pasi dan gelap menemu jalan untuk berbuka.

Allahumma nawwir qobrohu.
Waj’al qobrohu roudloh min riyadlil jinan.

Selamat jalan, Kyai
Selamat menghadap ke haribaan Kekasihmu. Mohon ijinkan kami yang masih compang camping ini
Berpegangan erat pada baju hijau Nahdliyahmu.
Demi agar kau dapat tuntun antarkan kami kelak
Untuk beringsut mendekat ke Rasulullah. Menggapai ridha Tuhan pemeliharamu.

Betapa indah kepulanganmu, Guruku.
Betapa tak habis air mata takjub kami
Selasa 15 Ramadhon purnama nun cemerlang,
Sempurnakan buku catatan amal semesta hidupmu.
Hingga undanganNya datang di pagi itu.

Selamat jalan ya Murabbi Ruhina
Kepulanganmu adalah duka lara perpisahan
Sekaligus sukacita raya perjumpaan
Yang akan senantiasa kami rindu takjubkan

Allah dan RasulNya
Menyambutmu dalam cahaya
Insyaallah

Sugeng tindak
Wahai Pengembara jalan cinta

Nur Lodji Hadi, 28/4 jam 04:26

***

Kyai LESBUMI
(Berpulang Teriring Do’a Purnama Gemilang)

Kala itu kami pengurus Lesbumi Gresik
Tidak tahu apa yang harus kami lakukan agar semua tidak berisik
menegur atas harus
apa yang kami urus

Kala itu kami beranikan sowan beliau 2 th lalu di kediri pada Harlah
Tidak tau pasnya kapan itu, ya sudahlah
Kami diberi PR yang sangat murah
agar Gresik diberikan ruang untuk meluruskan sejarah
Akhirnya kami tahu di LESBUMI bukan untuk membuat prop..sal gemi akan tetapi menata kembali sejarah dan Kebudayaan Gresik dengan tulus dari hati

kala itu kami benar2 sakit atas apa kegiatan yang di bawah sandal jepit
Maklum modal kami hanya pijit
Kami meminta do’a restu kepada beliau supaya kami bisa melaksanakan tugas Lesbumi di kabupaten
Agar semuanya bisa telaten

Kami santri Lesbumi dadakan kyai
Bukan santri Pondok lawasan

Kami jalankan tugas atas arahan Kyai
Biar hasilnya semua bisa menikmati

Dari Merajut Sejarah Desa Madanten, Pecuk, Pondolam, Ketapang,
Pilang, Sido Ayu, diakhiri di Pasang Giri
Kami hanya bisa mengenang

Dan kami hanya bisa mendoakan :
…”Yaa… Ayyatuhan Nafsul Muthmainnah…
….”iriji’iy ila Robbiki Roodliatam Mardliyyah..
…”fadkhuly fi ‘ibady wad khuly Jannaty…

Selamat Jalan Kyai LESBUMI Kami
Hanya Do’a mengiringi Jenengan dari kami
Di Bulan Yang penuh Rohmat ini
Panjenengan meninggalkan kami
Saat Purnama menyinari

Allahu Robby…
Terimalah Kekasih Kami
Tenangkan pikiran kami
Ikhlaskan hati kami
Dan Berikan Kami Pengganti seperti beliau Kyai LESBUMI Kami

Kang_Dliya’
Gresik, April 2021

***

Jogo Wengi

Bulan Ramadhan Cahaya Di atas Kuburan
Kembali Pulang Dari Pengembaraan.
Bersama Alunan Mantra dan Doa, membentuk Tangga Menuju Singah Sanah

Beliau adalah tali yang merajut daun kurma dan kelapa menjadi Nusantara.

Alfatihah…

(Cak Rokhim)

***

Waktu

Selasa 3 kekuatan
Pon 7 pertolongan
10 manunggal
Purnama Candra Asih

Begitu juga Sidarta Gautama:
lahir, tercerahkan dan mangkat

tan kena kinaya ngapa

Lek Jum (April, 2021)

***

Bulan Penuh

tak goyah oleh godaan
gerhana datang selalu purnama
lembut, lembah manah, sabar, istikomah: lurus, keras, kokoh

kusaksikan godaan itu ditanggapi dengan senyum

kulihat itu, membasuh ancaman dengan kibasan seperti debu yangg mampir dilengan baju

dengan wudhu utuh lagi tenaga perlawananmu, Mas Kyai…

Lek Jum (April, 2021)
#didepan panjenengan Mas Kyai, kenakalan kula ndadosaken kula malu sendiri, pun saya tak pernah ditegur dimarahi, cukup diesemi merasa malu sendiri

***

Mentari menampakkan diri
Saat ruhmu mengahadap Tuhamu
Sinar nan cerah terbit dari peraduan
Suatu tanda
Cahaya ilahi
Menerobos
Menembus dimensi rasa
Merasuk ke relung jiwa
Membangkitkan tunas muda
Hanyut berbudaya
Membekas tanpa bias
Kini dan seterusnya
Tanpa batas

Muhajirin, April 2021

***

Begitulah beliau

Luas ilmumu luasnya alammu
Begitulah.. !

Diam. Dan gerakmu
Ujud tauladanmu
Begitulah …!

Kesederhanaanmu
Sifat prilakumu
Begitulah…!

Lisanmu bertutur
Fasih nan lentur
Begitulah..!

Pandanganmu
Sejuk nan teduh
Begitulah..!

B E L I A U

28/4 03:19

***

Kekasih Itu…

Semesta tampak sempurna bersolek menyambut kekasihnya pulang.
Purnama sigap bersiap menempatkan diri menerangi jalan pulang kekasihnya.

Sementara langit sengaja digelar menjadi karpet istimewa bagi para pecinta menyambut kekasihnya. Doa-doa yang mengudara menjadi orkestra pelipur lara para perindu yang setia.

Disini aku hanya bisa termangu melepas pilu

Selamat jalan kekasih. Kau akan selalu ada dalam derap baris doa-doa. Kau akan terus hidup dan bersemayam dalam sunyinya rinduku.

Syarif Hidayat (Kebumen), (April 2021).

Ziarah

Bismillah tawakaltu billah..
guruku pernah berkata;
siapa tak kenal ziarah,
maka tak tahu makna rumah.
Siapa tak tahu makna rumah,
maka tak mengerti arah kembali.
siapa tak mengerti arah kembali,
maka dia harus sowan kiai.

Imam Hamidi Antassalam, Lahu Alfatihah..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 × 4 =

Back to top button