Esai Opini Wawasan

IPPNU Menatap “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”

Tema dalam peringatan HUT RI ke-76 adalah “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”, dalam perspektif Perempuan, tema ini menjadi dasar dan motivasi untuk dapat berkhidmah di NU melalui organisasi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang ada di Indonesia khususnya di Kabupaten Cilacap.

Indonesia memasuki usia genap 76 tahun, usia senja untuk seorang manusia, tapi tidak untuk sebuah negara besar seperti Negara Indonesia. Satu tahun lalu, awal mula covid – 19 masuk ke Indonesia, segala aktivitas menjadi terbatas, termasuk dalam perayaan HUT RI.

Adanya pandemi ini tidak menjadikan bangsa indonesia lantas menjadi hilang respect dan rasa patriotisme, hal ini bisa kita lihat dengan adanya bendera Merah Putih yang berkibar di tiang depan rumah masyarakat.

Untuk menyambut hari kemerdekaan RI, pemerintah telah mengeluarkan ketentuan untuk tetap bisa melaksanakan perayaan sekaligus mensyukuri kemerdekaan di tengah kasus Covid-19 yang masih tinggi di Indonesia. Perayaan kemerdekaan harus dibatasi dari segi acara maupun kehadiran para undangan.

Perayaan kemerdekaan yang biasanya di seluruh nusantara dilaksanakan secara meriah, namun mulai tahun kemarin dan tahun ini dilaksanakan secara virtual. dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh

Saya berharap kepada seluruh Rekanita IPPNU di Cilacap dan di manapun berada, untuk bersama-sama Menatap “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”; menjadikan tangguh dan tumbuh sebagai kalimat afirmasi untuk memaknai dan mengisi kemerdekaan melalui bingkai kesetaraan gender, khususnya dalam upaya untuk bangkit dari dampak pandemi Covid-19.

Sejarah membuktikan, perempuan memegang peran penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia maupun dalam mengisi kemerdekaan baik melalui buah pikir, semangat dan partisipasinya dalam pembangunan nasional.

Karena itu sudah seharusnya kaum perempuan – termasuk kader perempuan NU di IPPNU — aktif mengisi kemerdekaan dengan cara berdaya secara agama, ekonomi, memiliki akses pendidikan, berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, dan dapat bersikap positif atas kebijakan – kebijakan pemerintah .

Kemerdekaan tidak hanya ditafsirkan sebagai bentuk kebebasan dari penjajahan (kolonialisme) tapi juga dari segala bentuk manifestasi kehendak dan keinginan untuk mendominasi satu sama lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu perempuan harus memiliki jiwa yang tangguh untuk tumbuh dan merdeka.

Dalam konteks pandemi Covid-19, jika kita belajar dari pengalaman para pemimpin di berbagai negara, terbukti pemimpin perempuan lebih berhasil dalam menyelelamatkan negaranya dari bahaya pandemi seperti Selandia Baru, Jerman dan Taiwan.

Kemerdekaan Perempuan

Ini membuktikan bahwa di masa krisis dibutuhkan tampilnya pemimpin perempuan, karena secara psikologis perempuan lebih punya kesabaran, empati, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan yang akan berdampak fatal jika dihadapi tanpa kesabaran dan kehati-hatian.

Dalam menghadapi tantangan masa depan, sangatlah penting bagi perempuan untuk memperdalam ilmu agama khususnya dalam pembentukan jiwa muslim agar arif dan bijaksana dalam menenpatkan diri dalam pergaulan di masyarakat.

Di bidang ekonomi perempuan perlu mandiri, dapat melakukan berbagai kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk menambah penghasilan dan pendapatan, baik bagi dirinya sendiri ataupun keluarganya. Di bidang pendidikan, perempuan juga harus memiliki kemerdekaan untuk menentukan pilihan yang sesuai dengan minat dan kecenderungannya tanpa ada paksaan dari pihak lain.

Perempuan harus mandiri dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya sehingga dapat maju dan berdaya. Tapi, yang perlu dicatat bahwa kemandirian hanya akan bisa diperoleh jika perempuan memiliki kemampuan dasar yang memadai. Artinya, pendidikan (juga kesehatan) merupakan hal yang tak bisa ditawar. Ini juga mempertegas posisi perempuan yang harus tumbuh dan menjadi tangguh.

Untuk memperoleh kemerdekaan dalam berbagai bidang sebagai hak perempuan, kemajuan menjadi kewajiban yang harus dimiliki dengan cara terus-menerus belajar dan memahami setiap situasi yang dihadapi. Tanpa adanya kemajuan, kemerdekaan hanya akan menjadi angan-angan.

IPPNU Tumbuh Tangguh

“mekar seribu bunga di taman, mekar cintaku pada ikatan
Ilmu ku cari amal ku beri, untuk agama bangsa negeri”

Konteks tumbuh dan tangguh tersirat dalam lantunan mars IPPNU, ibarat sebuah tanaman agar didapati bunga yang mekar nan cantik tentunya perlu berbagai nutrisi yg diserap oleh akar. Maksudnya adalah sebagai pelajar putri Nahdlatul Ulama kita wajib mendapat nutrisi seperti pendidikan (baik ilmu agama maupun ilmu umum), kedudukan yang sama di masyarakat, hak berpendapat, serta hak dalam berorganisasi. Sehingga dengan adanya bekal tersebut mampu membuat kemajuan untuk negara indonesia di kelak kemudian hari.

Melalui pondasi pendidikan, IPPNU diharapkan mampu menuntaskan wajib belajar selama 12 tahun dan dapat berprestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik, formal maupun non formal. Terkhusus pada ajaran pendidikan agama, sangatlah penting sebagai pelajar NU mengetahui esensi ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah agar tidak mudah terprovokasi oleh paham – paham lainnya.

Beberapa waktu lalu, adanya kasus terorisme yang terjadi di polres jakarta di lakukan oleh remaja wanita merupakan contoh dari kurangnya pendalaman ilmu agama. Maka dari itu sebagai kaum pelajar kita perlu mengaji dan memperkuat intelektual guna mewujudkan generasi yang islami untuk negeri.

Karena IPPNU merupakan organisasi masyarakat, pastinya berkiprah di lingkungan sosial banyak menghadapi berbagai tantangan yang ada. Apalagi jika lingkunganya masih menjunjung budaya lama, yang menjadikan perempuan hanya sebagai pelengkap rumah tangga.

Sehingga tak jarang beberapa orangtua agar dapat meringankan ekonomi keluarga dengan menikahkan anak perempuannya. Padahal perempuan berhak berkedudukan yang sama di masyarakat guna mewujudkan mimpi dan cita – cita yang di inginkan.

Nah, disinilah Peran organisasi IPPNU dibutuhkan, guna memberikan ruang lebih bagi perempuan untuk maju dan berkarya. Dengan belajar memanagement organisasi, menata pola pikir, menambah relasi, serta memperluas wawasan sehingga perempuan dapat tumbuh dan tangguh untuk masa depan yang gemilang. Baik dalam lingkup keluarga, masyarakat lokal bahkan sampai nasional.

Merdeka !! Salam belajar, berjuang, bertaqwa

Artikel IPPNU Menatap “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh” ditulis oleh Neni Ismiati (Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama [IPPNU] Cilacap).

Penyunting : Ahmad Nur Wahidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 × three =

Back to top button