Iduladha: Momentum Kesalehan Individu dan Sosial

NU CILACAP ONLINE – Iduladha merupakan momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus media membangun kesalehan individu dan sosial. Keimanan dan ketauhidan dalam hal ini menjadi kunci penguat sikap dan mental seseorang, baik secara individu maupun sebagai makhluk sosial.

“Keimanan dan ketauhidan yang kuat akan memberikan segala bentuk pengorbanan yang diminta Allah SWT. Dan atas dasar hati yang ihlas, manusia akan menunaikan pengorbanan itu. Dan itu cermin dari kesalehan individu,” ungkap Ahmad Marzuki.

Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap Ahmad Marzuki M.Pd., mengungkapkan hal itu saat dikonfrimasi oleh NU Cilacap Online. Menurut Ahmad Marzuki, keimanan dan ketauhidan yang kuat adalah juga bentuk dari kepasrahan total seorang hamba kepada Allah SWT.

“Kepasrahan total itu termasuk sekuat daya meminimalisir ego dalam diri. Ego yang dalam kendali kepasrahan akan mengangkat derajat manusia itu sendiri di hadapan Allah SWT. Dan itu puncak kesalehan indvidu,” tegasnya.

Momentum Iduladha dalam konteks kesalehan individu tercermin dalam diri yang rela berkorban atas nama Allah SWT. Bukan atas nama selain-Nya. Baca juga Tauhid Mengangkat Derajat Manusia

Bagi Ahmad Marzuki, niat dan kehendak melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih hewan kurban merupakan simbolisasi kesalehan individu di hadapan Allah SWT.

“Nah, tentu akan lebih meningkatkan kesalehan individu dan sosial itu, jika di luar momentum Iduladha juga seseorang terbiasa melaksanakan bentuk-bentuk pengorbanan,” tegas Ahmad Marzuki.

3 Momentum Iduladha

Sementara itu, Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap Khazam Bisri menyatakan, ada 3 momentum Iduladha yaitu berbagi kebahagiaan, bentuk pengorbanan riil dan sekaligus persaudaraan antar umat Islam.

“Berbagi kebahagiaan dapat dilakukan kapan saja dan dalam momen apa saja. Nah, Iduladha ini spesifik. Karena berbagi kebahagiaan di hari raya Iduladha ini disimbolkan dengan pemberian daging kurban bagi yang lebih membutuhkan,” ungkap Khazam Bisri.

Yang kedua, lanjut Khazam Bisri, Iduladha adalah moentum di mana pengorbanan sifat-sifat hewani dalam diri manusia dilakukan. Atas nama kehambaan, pengorbanan sifat-sifat hewani itu harus selalu dilakukan.

“Iduladha merupakan pintu masuk menuju praktik perngorbanan sifat-sifat hewani. Ini harus tetap ditempuh di luar Iduladha. Dengan begitu, bisa meningkatkan kesalehan individu sekaigus kesalehan sosial,” tegas Khazam Bisri.

Kesalehan sosial tercermin dari pelaksanaan rangkaiain Ibadah Haji yang momentum nya bersamaan Iduladha. Bagi Khazam Bisri, Iduladha bagi orang yang sedang haji berarrti membangun kesalehan individu sekaligus sosial.

Dengan satu identitas warna putih pada pakaian ihram, para jamaah haji sedang membangun kesalehan individu dan sosial.

Wukuf, Tawaf, Sai hingga Jamarat mencerminkan kesalehan sosial. Karena di dalamnya, yang ada adalah satu kesatuan umat Islam yang bersama-sama menghadap kepada Allah SWT. Tidak ada lagi identitas primordial kesukuan dan kebangsaan,” ungkapnya.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap mengucapkan Selamat Iduladha 1444 H. Semoga kesalehan sosial dan individu kita bisa meningkat dari waktu ke waktu.

Baca juga Beragama Total Berbudaya Maksimal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button