Halal Bihalal Dan Baiat Tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah

NU CILACAP ONLINE – Jama’ahMasjid Jami’ Al-Falah Pesanggrahan Desa Welahan Wetan Adipala Cilacap mengadakan Halal Bihalal & baiat Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah Sabtu-Ahad (22-23/05).

Acara dimulai Sabtu sore yaitu pendaftaran calon peserta baiat Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah yang dipimpin langsung oleh Imam Masjid Alfalah, Simbah KH Abdul Ghofur. Beliau mengatakan baiat kali ini diikuti oleh calon murid di wilayah Kecamatan Adipala dan sekitarnya.

Menurutnya hal ini merupakan hal yang terbilang langka mengingat biasanya calon murid yang akan melakukan baiat harus ke pusatnya di Sokaraja.

“Alhamdulillah dalam kesempatan yang langka ini, pengurus Masjid Alfalah Welahan wetan mengadakan Pengajian Silaturrahim Halal Bihalal bersama warga Pesanggrahan dan Jam’iyyah Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah. Sekaligus di sini juga dilakukan baiat massal yang diikuti oleh 52 orang jama’ah Putra Putri. Mereka datang dari berbagai desa di Adipala, Binangun, dan sekitarnya, ” ucapnya

Jamaah Thariqah Welahan Wetan Adipala
Amalan Tarekat

Acara dimulai sehabis shalat ‘Isya dengan pengenalan dan cara pengamalan Tarekat An-Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah oleh KH Hamam Nasiruddin dari Pusat Sokaraja. Para peserta Baiat Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah ini diajarkan tahapan- tahapan menjadi murid sebelum dibaiat.

Di antaranya calon murid harus mandi taubat dulu. Setelah itu melaksanakan Shalat Sunah Taubat, Hajat, dan Shalat Sunah Istikharah dan amalan Lainnya dan dilanjutkan beristirahat.

Tujuannya adalah untuk melatih calon murid bertaubat. Minta ampunan Allah dari dosa-dosa yang telah diperbuat. Mendeketkan diri kepada Allah, meningkatkan ibadah Kepada Allah SWT bertambah keimanan dan ketaqwaanya.

Pada Ahad Pagi (22/05 ) Para Calon murid Tarekat ini sudah siap untuk prosesi baiat secara langsung oleh Romo Guru Mursyid Naqsabandiyyah Al-Khalidiyah KHIr.R.Toriq Arif Ghuzdewan. MSCE. Pengurus Pusat yang beralamat Jl. Imam Bonjol 404 Sokaraja Lor, RT 01/RW03 Sokaraja Banyumas, Jawa Tengah.

Setelah acara pembaiatan selesai dilanjutkan pengajian (Mauidlatul Hasanah ) oleh KH Toriq Arif Ghuzdewan MSCE. Beliau menyampaikan taushiyahnya dan menjelaskan apa itu Tarekat Annaqsyabandiyah. Tarekat artinya jalan, yaitu jalan menuju Allah SWT.

Amalan tarekat tentunya berdasarkan Al Quran dan Sunnah. Menjauhi bid’ah yang tidak diridloi Allah,  juga menjauhi kemudahan-kemudahan meskipun perkara tersebut hukumnya boleh, dan menghindari lupa kepada Allah. Amalan Tarekat Naqsyabandiyyah diajarkan oleh guru-guru tarekat yang bersambung hingga Nabi Muhammad SAW.

Tujuan Tarekat Naqsyabandiyah

Tujuan Tarekat Naqsyabaniyah adalah membersihkan hati, yaitu menghilangkan sifat-sifat buruk (madzmumah) seperti riya, takabur, ujub, sum’ah, dan menumbuhkan sifat-sifat baik (mahmudah). Jika hati baik, maka akan baik seluruh tubuhnya. Hadist nabi Muhammad SAW:

“أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ». متفق عليه

Artinya “Sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila ia baik, maka akan baik pula seluruh tubuhnya. Dan apabila ia buruk, maka buruk pula seluruh tubuh. Ketahuilah dia itu adalah hati”.

Dengan hati yang bersih maka buahnya adalaha akhlak yang mulia. tarekat Naqsyabandiyyah merupakan jalan terdekat dan termudah untuk sampai pada derajat ketauhidan. Sebagaimana makna yang terkandung dalam doa:

إِلـــهِيْ أَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضــــَاك مَـــــــــــــــــــــــــــطْلُوْبِيْ

Ya Allah hanya Engkaulah yang hamba maksud dan Ridha-Mu yang hamba dambakan.

Thariqah Naqsyabandiyyah merupakan tarekat ruhani, menekankan pentingnya ibadah hati. Wallahu A’lam . (Khayaturrohman)

Editor: Naeli Rokhmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button