Gus Khazam; Kiai dan Pesantren Kekuatan Roda Organisasi NU

NU CILACAP ONLINE – Sosok kiai dan pengasuh pondok pesantren menjadi komponen kekuatan roda organisasi Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu ketika NU tidak mau mendatangi kelompok ini, maka NU akan goyah.

Disebut oleh Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap Gus Khazam Bisri bahwa tiga komponen yang menopang Nahdlatul Ulama sehingga NU tetap berdiri eksis sampai hari ini

“NU Ditopang oleh tiga komponan yaitu pesantren, kiai, dan kultur atau tradisi,” ucap Gus Khazam di hadapan peserta halaqoh PCNU Cilacap, Sabtu (9/9/2023).

“NU ditopang oleh Pesantren. Di sinilah tepat kaderisasi NU. Seandainya tidak ada pesantren, NU tidak besar. Maka NU baik di tingkat MWCNU maupun ranting harus berhubungan baik dengan pesantren,” terang gus Khazam.

“Kedua NU ditopang oleh kiai. Para kiai ataupun pengasuh pondok pesantren yang memiliki kharisma dan pengaruh kepada jamaah.┬áMaka otoritas terbesar NU adalah Rais Syuriah,” sambungnya.

Ketiga NU ditopang oleh kultur atau tradisi. Kekuatan kultur inilah yang menjadi kekuatan tersendiri dalam jamiyyah NU. Tidak seperti organisasi lain yang bertopang kepada struktur organisasi, NU justru ditopang dengan kekuatan kultur jamiyyah yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat.

“Ketika nahdlatul ulama sudah tidak mau mendatangi kelompok-kelompok kiai, maka NU akan goyah,” tegas Gus Khazam.

Kegiatan hari itu adalah bagian dari rangkaian Turba PCNU Cilacap yang bertempat di RA Salafiyah Cipari. Kegiatan diikuti oleh MWCNU dan Ranting dari Kecamatan Cipari, Kedungreja, dan Patimuan.

Baca juga Gus Khazam; Madrasah Diniyah Pondasi Nahdlatul Ulama

Peluang dan Ancaman Nahdlatul Ulama

Turba kali ini mengedepankan tata kelola kesekretariatan. Gus khazam menyebut penting tata kelola kesekretariatan dalam organisasi.

“Pentingnya tata kelola atau risalah dalam sebuah organisasi akan memicu kita untuk mempunyai mimpi,” ujar Gus Khazam.

Risalah disebut juga dengan misi. Lantas apa misi berdirinya Nahdlatul Ulama? Gus Khazam menyebut bahwa misi KH Hasyim Asy’ari mendirikan NU adalah membentuk pribadi muslim Ahlussunnah Wal Jama’ah yang beriman dan bertaqwa, membentuk generasi yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan membentuk pribadi berkarakter dan berakhlaqul karimah.

Maka sebelum mendirikan sebuah organisasi penting melihat peluang dan ancaman. Adapun peluang NU adalah jamaahnya banyak. Salah satu indikator bahwa jamaah NU banyak, setiap kegiatan kultural NU selalu banyak yang hadir, seperti manakiban, pengajian, dan lain-lain. Adapun ancaman NU adalah, ketidak kompakan warga NU.

“Maka ketika Warga NU Kompak, selesai sudah semua masalah,” ujarnya.

Hadir di tengah-tengah acara, Rais PCNU Cilacap KH Su’ada Adzkiya berpesan agar NU Cilacap teguh memegang prinsip-prinsip keorganisasian. Ia juga mengimbau agar menghidupkan lailatul ijtima‘.

Hadir juga Anggota DPRD Jawa Tengah Hj. Siti Rosidah. Ia mengajak agar warga NU bersinergi dan kolaborasi dengan pemerintah. Hal ini akan menjadi solusi atas problem-problem yang muncul baik secara regional maupun nasional. (Naeli/Zidni)

Baca juga Panen Padi Organik Kadang Tani Sarwo Tulus NU Sidareja Sukses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button