Curhat Masalah Pribadi Di Media Sosial?, Hati-Hati !

NU CILACAP ONLINE – Curhat masalah pribadi di Media Sosial?, Hati-Hati ! Jangan buru-buru, tahan dulu, sebab penting untk mengetahui bagaimana tinjauan hukum islam hubungannya dengan curhat masalah pribadi di media sosial?

Baru-Baru ini gosip tentang prahara rumah tangga salah satu selebgram meramaikan media sosial bahkan berita infotainment di berbagai stasiun televisi. Selebgram yang juga masih keluarga salah satu tokoh agama di tanah air ini menjadi perbincangan setelah aibnya terbongkar melalui status curhat istrinya di media sosial.

Terlepas dari apa isi status curhat sang seleb, sejatinya penting dipahami tentang bagaimakah hukum curhat di media sosial.

Bermedia sosial saat ini memang sudah menjadi kebutuhan. Tak pandang umur, tua muda bahkan anak-anak sudah menjadi pengguna media sosial. Dilansir dari kompas.com, dari total 274,9 juta penduduk di Indonesia, 170 juta di antaranya telah menggunakan media sosial. Dengan demikian, angka penetrasinya sekitar 61,8 persen. Sungguh angka yang fantastis.

Tak jarang orang-orang yang menggunakan media sosial sebagai alat untuk menyindir ataupun menghujat temannya yang lain. Tak jarang terjadi kasus kesalahpahaman akibat perilaku ini.

Tak jelas siapa yang disindir lantas siapa yang tersindir. Hingga akhirnya justru yang disindir tak merasa justru orang lain yang merasa tersindir. Tak ayal terjadilah kesalahpahaman dan berujung pada permusuhan.

Sudut Pandang Islam

Lantas bagaimana dengan fenomena curhat masalah pribadi di Media Sosial dilihat dari sudut pandang agama?

Dalam sebuah hadis shohih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi Muhammad SAW telah memberikan peringatan kepada umatnya.

وَ إِيَّكُم وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَجَسَّسُوْا ولاَ تَحَسَّسُوْا وَلاتَحَاسَدُوْا وَلاَ تَنَاجَشُوْا وَلاَ تَبَاغَضُوْا وَ لاتَدَابَرُوْا

Artinya; Takutlah engkau sekalian pada dzon (prasangka). Sesungguhnya prasangka adalah omongan yang bohong. Maka janganlah saling bermusuhan. Dan janganlah saling mengintai, dan janganlah saling hasud, dan janganlah saling membohongi, dan janganlah saling marah-marah, dan janganlah saling memutuskan/ menghindar.

Pada dasarnya apabila curhat tetapi masih dalam batas koridor, sebenarnya diperbolehkan. Dengan catatan tidak berlebihan hingga melewati batas aturan sebagaimana disebut dalam hadis di atas. Begitu juga dengan membuat status di media sosial yang berisi curahan hati itu diperbolehkan selama isinya tidak berlebihan.

Jangan berlebihan dalam menulis status di media sosial seperti mengumbar aibnya sendiri atau keluarga, karena hal itu bisa membuat malu. Selain itu juga berdosa, karena telah mengumbar aib diri sendiri.

Namun terlepas dari hal di atas, alangkah baiknya kita sebagai umat beragama tidak sembarangan mencurahkan isi hati terhadap orang lain. Terlebih curhat masalah pribadi di Media Sosial. Kita punya Tuhan yaitu Allah. Alangkah baiknya bila kita curhat kepada Allah saja. Caranya dengan membaca Alqur’an. Bila masih belum cukup tenang di hati, bisa menambah dengan membaca shalawat dan memperbanyak dzikir.

Dampak Sering Curhat

Risiko yang pasti dihadapi saat curhat masalah pribadi di Media Sosial, menceritakan masalah pribadi di media sosial adalah akan ada banyak orang yang mengetahui kehidupan pribadi. Orang-orang yang suka curhat di media sosial mengenai masalahnya umumnya ingin mencari dukungan untuk dirinya sendiri.

Orang-orang ini biasanya hanya punya sedikit teman atau tidak punya teman yang bisa diajak bercerita tentang masalahnya. Pada akhirnya, ia menumpahkannya ke media sosial untuk mendapatkan dukungan melalui komentar di akun media sosialnya.

Hal yang bisa jadi berbahaya, apa pun yang pernah ditulis di akun media sosial akan menjadi jejak digital yang sulit dihilangkan. Meskipun, orang tersebut sudah menghapus tulisannya, belum tentu unggahan yang ia buat sudah benar-benar. Pasalnya, teknologi saat ini memungkinkan orang lain untuk memfoto atau screen shot maupun merekam layar unggahan di media sosial untuk disimpan di dalam galeri smartphone.

Terlebih, banyak perusahaan yang mengamati jejak akun media sosial seseorang sebelum direkrut menjadi karyawan mereka. Apabila perusahaan tersebut menemukan unggahan yang kurang baik, tentunya dapat menurunkan peluang pemilik akun untuk mendapatkan pekerjaan.

Alhasil, curhat masalah pribadi di Media Sosial, perlu hati-hati, ditunda saja, atau tidak perlu dilakukan sama sekali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button