Baiat Tarekat Annaqsabandiyah Al-Khalidiyah Diikuti 28 Murid Baru

NU CILACAP ONLINE – Sejumlah 28 murid baru Tarekat (Thariqah) Annaqsabandiyah Al-Khalidiyah mengikuti baiat di Masjid Jami Al Falah Welahan Wetan Adipala Cilacap, Kamis (11/05/2023). Mereka berasal dari wilayah Kecamatan Binangun, Adipala dan sekitarnya.

Agenda baiat sendiri merupakan rangkaiaian dari Halal Bihalal dan pengajian Ihwan dan Ahwat Tarekat Annaqsabandiyah Al-Khalidiyah. Hadir KH Ir Raden Toriq Arif Ghuzdewan MSCE selaku Mursyid Tarekat (Thariqah) Naqsabandiyah Al-Mujaddadiyah Al-Khalidiyah.

Ketua penyelenggara Halal Bihalal Tarekat (Thariqah) Naqsabandiyah Al-Mujaddadiyah Al-Khalidiyah Adipala KH Tamyiz dalam sambutannya mengatakan sangat senang dan bahagia karena acara ini bisa terlaksana dan bisa hadir Rama Guru Mursyid.

Baca juga 45 Thariqah NU Yang Berstandar Atau Mu’tabarah

“Kami atas nama panitia penyelenggara sangat senang dan bahagia. Karena hari ini bisa berkumpul bersama dan bersilaturrahim dengan jama’ah Tarekat Naqsabandiyah Al-Mujaddadiyah Al-Khalidiyah se Kecamatan Adipala,” kata KH Tamyiz.

KH Tamyiz juga bersyukur, karena Rama Guru Mursyid dari Sokaraja hadir sekaligus membaiat calon murid baru. Peserta prosesi baiat tarekat Annaqsabandiyah Al-Khalidiyah dari Kecamatan Binangun dan Kecamatan Adipala.

“Calon murid tarekat yang mengikuti baiat ada 28 peserta. Putra dan putri yang sudah registrasi dari hari rabu sore. Peserta menginap semalam di Masjid Jami Al Falah. Dan pada hari kamis pagi baru dibaiat oleh Rama Guru Mursyid,” imbuh Mbah Kiai Tamyiz panggilan akrabnya.

Proses Baiat

Proses sebelum mengamalkan tarekat umumnya diawali dengan suatu baiat (sumpah). Baiat 28 murid baru Tarekat (Thariqah) Naqsabandiyah Al-Mujaddadiyah Al-Khalidiyah ini dibimbing oleh Rama Guru Mursyid KH Ir Raden Toriq Arif Ghuzdewan MSCE.

Murid baru yang mengikuti baiat sudah melaksanakan serangkaiain pertaubatan dari segala bentuk maksiat. Baiat sendiri terlaksana secara muwajahah bil wujuh, secara berhadapan langsung antara calon murid dengan mursyid.

Proses Baiat Tarekat Annaqsabandiyah Al-Khalidiyah ini sedemikian penting menentukan dalam bertarekat. Mengapa? Karena baiat mengisyaratkan terjalinnya hubungan yang tidak pernah akan putus antara murid dengan mursyidnya.

Begitu baiat diikrarkan, maka sang murid dituntut untuk mematuhi berbagai ajaran dan tuntunan sang Mursyid. Dan mengamalkan dzikir sirr (dalam hati), melanggengkan wudlu untuk bisa lebih dekat dengan Allah SWT.

Sementara itu, perwakilan dari Tarekat Annaqsabandiyah Al-Khalidiyah Adipala Kiai Abu Hasan menuturkan; ihwan dan ihwat tarekat adalah saudara dan selalu jagalah persatuan guyub rukun saling menyayangi dan saling membantu mendoakan satu sama lain.

“Kita adalah saudara ada ikatan yang kuat di dalam bertarekat. Terus bersilaturrahim dan istiqamah mengamalkan dzikir dan ibadah lainnya. Mendoakan saudara kita yang sudah mendahului dipanggil Allah SWT. Juga saling menolong sesama yang sedang kesusahan,” tutur Kiai abu.

Kiai Abu Hasan mengungkapkan seraya bersyukur Alhamdulillah. Menurutnya data terbaru ihwan ihwat Tarekat Annaqsabandiyah Al-Khalidiyah (Thariqah Annaqsabandiyah Al Mujaddadiyah Al-Khalidiyah) sudah mencapai sejuta lebih anggota pengamal.

“Kita semua, termasuk murid baru yang sudah berbaiat, menjadi bagian dari sejuta lebih anggota Tarekat Annaqsabandiyah Al-Khalidiyah,” pungasnya. (Rhmn)

Baca juga Syarat dan Tuntunan Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button