Bagikan dan Rekomendasikan

Sikap Resmi PBNU Mengenai ISIS / IS. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan sikap resmi menanggapi munculnya gerakan Islamic State of Iraq and Sham/Syiria (ISIS) seperti di Youtube dan munculnya gerakan pembaiatan pendukung kelompok ini di beberapa daerah di Indonesia. Sikap Resmi PBNU, sebagaimana berikut ini:

Pertama, kemunculan ISIS ini nyata-nyata sudah menimbulkan fitnah yangg memperkeruh kehidupan umat Islam serta hubungan antar-umat beragama di Indonesia. ISIS tidak hanya memperjuangkan gagasan politik negara/ khilafah Islamiyah, tetapi memperjuangkan paham yang tidak sesuai dengan paham Islam Aswaja.

Kedua, NU berpegang teguh pada keyakinan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kedamaian dan bukan agama kekerasan. Agama Islam, tidak mentolerir kekerasan. Justru, agama Islam merupakan agama yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung kasih sayang. Sifat dasar Islam tersebut nyata-nyata bertolakbelakang dengan cara-cara yg dilakukan ISIS, yg melakukan kekerasan sampai membunuh ulama yang tidak sejalan dengan ISIS.

Ketiga, berkaitan dengan gagasan mendirikan daulah/ khilafah Islamiyyah. Nabi Muhammad tidak pernah memproklamirkan berdirinya negara Islam atau negara Agama. Nabi Muhammad berjuang untuk menguatkan sistem Negara Madinah, negara yang berkeadaban. Platform negara Madinah adalah tamaddun, bukan Islam, bukan pula suku. Karena penduduk Madinah ada Muslim & non-muslim, ada Arab & non-Arab. Justru di tengah masyarakat Madinah yg majemuk, Rasulullah membuat konstitusi modern yang di yang dikenal dengan Piagam Madinah pada 622 M.

Seluruh penduduk Madinah disamakan di muka hukum, aturan serta hak & kewajibannya, meski mreka berbeda dlm hal keyakinan agama, suku, & ras. Artinya, umat Islam sesuai dgn wilayah kebangsaannya masing-masing boleh membentuk negara yg sejalan dgn contoh dari Rasulullah tersebut dan tidak wajib mendirikan negara yang secara formal Islam seperti yang diperjuangkan kelompok ISIS ini. Bagi NU, NKRI berdasarkan Pancasila sudah sesuai dengan negara berdasarkan Piagam Madinah

Keempat, ISIS itu sudah ditolak oleh semua Ulama Internasional, semisal Syech Yusuf al-Qardhawi dan Syech Wahbah Zuhaili. Patut dipertanyakan, Kenapa ISIS muncul ketika Israel menggempur Gaza? Yang nyata-nyata telah memecah perhatian umat Islam terhadap perjuangan dan pembelaan terhadap rakyat Palestina.

Dari latar belakang tersebut, Nahdlatul Ulama menolak dan mengajak masyarakat untuk menolak penyebaran paham dan berdirinya ISIS. NU menggarisbawahi penolakan yang sudah dimulai oleh para ulama Timur Tengah.

Selain itu, gerakan ISIS mengancam keutuhan NKRI, bertentangan dengan jiwa Pancasila, dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, Indonesia harus menolak berdirinya ISIS, yang jelas membahayakan keselamatan bangsa dan mengancam keutuhan negara

Demikian, semoga mencerahkan dan memperkuat kita sebagai bangsa. (@saidaiqil)