Semua Ada Dasarnya termasuk dasar peringatan Maulid Nabi Muhammad. Semangat umat Islam di dunia tidak akan pernah pudar dan punah dalam merayakan kelahiran pribadi yang agung Nabi Besar Muhammad SAW, terlebih di kalangan kaum Nahdliyyin kegiatan tersebut menjadi agenda rutin yang selalu dinantikan karena berkah yang begitu besar dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. ”Jika ada orang yang masih menyangsikan dan bahkan menganggap Maulid Nabi tidak berdasar juga tergolong tindakan bid’ah maka orang yang mempunyai pemikiran tersebut perlu belajar dan belajar lagi untuk mengetahui dasar-dasar tentang Maulid Nabi Muhammad SAW”, demikian jelas KH. Maslakhudin Djaelani saat memberikan tausiyah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Khaul KH. Azhar Soddiq di Masjid al-Bahriyah Jl. Singalodra – Cilacap (05/03).


Maulid Nabi dan Khaul merupakan tindakan yang dari awal telah dicontohkan oleh Rasulullah, yakni setiap hari Senin Rasulullah selalu menjalankan ibadah puasa kemudian para sahabat menanyakan hal tersebut, Rasulullah bersabda bahwa hari ini (Senin) aku dilahirkan dan bersyukur atas kelahiranku ini. Hal yang sama juga pernah dilakukan Rasulullah saat memperingati gugurnya para Syuhada perang uhud dengan mendatangi makam para Syuhada dan mendo’akannya ini juga sebagai salah satu dasar Khaul atau peringatan wafat / kematian seseorang.

”Saat ini yang terjadi banyak orang yang ber”aksesoris” keislaman dan terlalu gampang mengatakan bid’ah, syirik, musyrik dan sebagainya kepada kalangan yang ber-yasin tahlil, ziarah kubur, shalawat, maulid dan lain-lainnya akan tetapi saat dihadapkan pada pertanyaan balik mereka akan bungkam tanpa sebab yang jelas, jelasnya bagaimana mereka bisa memahami, membaca dasar-dasar yang yang termuat dalam al-Qur’an dan al-Hadits yang sering diajarkan oleh kalangan para Kyai saja mereka tidak mampu”, seru Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Cilacap.

”Sekarang memang tidak dipungkiri sudah masuk zaman kemajuan tetapi juga zaman kepalsuan, kita banyak mendengar ada yang mengaku tuhan, nabi, wali, syech dan sebagainya akan tetapi semua palsu belaka bahkan yang lebih trend lagi adanya alamat palsu, jadi semua serba palsu”, itulah salah satu diantara joke-joke segar yang dilontarkan Kyai asal Kawunganten yang membuat jamaah enggan beranjak dari tempat duduknya.

Tradisi peringatan yang menjadi ciri khas kaum Nahdliyyin itu dihadiri oleh Jajaran Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, Lembaga, Lajnah MWCNU Cilacap Selatan, Camat Cilacap Selatan (Drs. H. Yuni Kustowo, MSi), Kapolsek Cilacap Selatan (AKP Yudi Parwata), Lurah Cilacap serta masyarakat sekitar. KH Amir Fattah Azhar selaku tuan rumah yang juga Mustasyar MWCNU Cilacap Selatan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang telah membantu baik dukungan moral maupun finansial atas terselenggaranya kegiatan yang pernuh mendatangkan manfaat dan keberkahan ini, semoga. (R. Bastuti Ridwan, Ketua MWCNU Cilacap Selatan)

Follow, Share and Like:
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
Google+
http://pcnucilacap.com/semua-ada-dasarnya/