Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj terpilih menjadi Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI) 2012-2017. Suami Nur Hayati Abdul Qodir dan ayah empat anak ini pun kini giat menyerukan pembangunan pendidikan berbasis moral, akhlak, dan karakter di perguruan tinggi untuk menciptakan lulusan berkualitas.Alumnus Pesantren Lirboyo Kediri dan Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, ini menyisihkan sejumlah calon dalam pemilihan MWA UI yang berlangsung di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 9 Mei lalu. Said maju mewakili unsur organisasi kemasyarakatan.

Ulama kelahiran 3 Juli 1953 di Cirebon ini menyelesaikan pendidikan tingkat S-1 di Universitas King Abdul Aziz serta tingkat S-2 dan S-3 di Universitas Umm Al-Qura–keduanya di Arab Saudi.

Said bertekad mendorong UI tak hanya menyiapkan kaum profesional yang cerdas, tetapi juga melahirkan pemimpin bangsa berkarakter kuat dengan mencontoh pola yang diterapkan pesantren. “UI tak perlu malu belajar kepada pesantren. Sebab, jauh sebelum ada pendidikan modern, seluruh sumber daya manusia di Indonesia ini–baik militer, pegawai kerajaan, maupun priayi–ya belajar di pesantren,” katanya saat orasi ilmiah pada syukuran keterpilihannya sebagai Ketua MWA UI, di Jakarta, pekan lalu.

Said juga mulai menggebrak pribumisasi ilmu pengetahuan dengan menggali iptek yang diperoleh dari luar secara epistemologi. “Sebagai orang ndeso (desa) yang dibesarkan di pesantren biasa, saya tidak menduga bisa terpilih menjadi Ketua MWA UI,” ujarnya merendah

Follow, Share and Like:
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
Google+
http://pcnucilacap.com/said-aqil-siradj-ketua-majelis-wali-amanat-mwa-ui/