Prioritas Seleksi Calon Jamaah Haji dilakukan secara ketat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk calon jamaah dengan prioritas yang belum pernah naik haji dan sudah berusia tua atau lanjut usia. Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin. Dia menambahkan, untuk menentukan siapa yang berhak naik haji, akan disiapkan payung hukum. Tentunya dengan berbagai pertimbangan dan kajian lintas kementerian dan lembaga.

“Payung hukumnya akan disiapkan. Untuk kuota jamaah haji Indonesia tahun 2015 ini, ditetapkan sebesar 168.800 orang, dikarenakan sedang dilakukan perluasan Masjidil Haram. Kuota yang ada tidak mungkin ditambah. Karenanya, petugas Kemenag akan menyeleksi dengan sangat ketat untuk calhaj yang akan diberangkatkan.

“Bagi yang sudah pernah naik haji, kami imbau untuk tidak berangkat. Hal ini dalam rangka keadilan bagi seluruh calhaj karena kuota terbatas,” tandasnya.

Selain itu, calhaj yang diprioritaskan adalah yang berusia tua. “Jadi, tidak hanya bagi yang berkemampuan secara finansial, tetapi juga medis. Bagi calhaj yang beresiko, akan dilakukan pemeriksaan secara medis,” tegasnya.

Meski demikian, Lukman berjanji semua keputusan akan dibicarakan bersama para ulama. Dia menambahkan, hal baru yang akan diterapkan adalah calhaj Gelombang I akan langsung mendarat di Bandara Madinah tanpa harus transit di Jeddah.